Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Inflasi Cukup Terkendali di Indonesia, Mendagri: Jangan Cepat Berpuas Diri
BUALBUAL.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan bahwa meskipun angka inflasi di Indonesia cukup rendah dibandingkan dengan beberapa negara lain yaitu 5,51 persen pada akhir tahun 2022 lalu, akan tetapi ia meminta pemerintah daerah jangan cepat berpuas diri.
Ia menjelaskan, dengan angka inflasi Indonesia per Desember 2022 dengan angka 5,51 persen, masih banyak negara lainnya di Asia Tenggara yang angka inflasinya di bawah Indonesia.
"Kita jangan cepat berpuas diri, masih ada Vietnam dengan angka inflasi 4,55 persen, Malaysia 3,8 persen, Cambodia 3,6 persen, Brunei 3,1 persen, " katanya, dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah, Selasa (24/1/23).
Tito Karnavian menyebutkan, di wilayah Asia Tenggara, tingkat inflasi Indonesia berada pada level menengah. Artinya, Indonesia harus bisa lebih baik lagi dalam menekan dan menurunkan lajur inflasi.
Menurutnya, semua pihak harus bekerja lebih keras lagi dalam rangka pengendalian inflasi di semua wilayah yang ada di Indonesia ini.
"Tingkat inflasi pada negara G20 masih ada Negara Saudi Arabia dengan inflasi 3,3 persen, Jepang dengan inflasi 4 persen, dan Korea Selatan 5 persen, yang nilai inflasinya relatif dibawah kita, " terang dia.
Mendagri mengatakan, meksipun Negara Eropa tingkat inflasinya banyak di atas Indonesia seperti Turkey 64,27 persen, Moldova 30,24 persen, Ukraina 26,6 persen dan negara-negara lainnya.
Akan tetapi menurutnya, Indonesia tidak boleh berpuas diri, Indonesia harus mencapai target inflasi itu berkisar pada angka 3 persen yang menjadi target nasional.
Oleh karena itu sebut Tito Karnavian, dalam mencapai target tersebut perlu kerja keras yang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat tapi juga pemerintah daerah melalui intervensi-intervensi yang sudah dijalankan.
"Beberapa waktu lalu kita banyak melakukan intervensi dengan baik, tapi dalam waktu terkahir intervensi ini menurun. Mari kita turunkan lagi inflasi ini ke angka 3 persen, " tutupnya.

Berita Lainnya
Pegawai BRK Sukarela Kumpulkan Donasi Untuk Masyarakat Terdampak COVID 19
Pj Bupati Inhil Terima Pandangan Umum Fraksi Atas Pidato Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2023
Pemkab Inhu Gelar Sunat Massal di Dua kecamatan
Gubri Gandeng Dompet Dhuafa Riau dalam Gerakan Ketahanan Pangan
Roby: Perlahan Bintan mulai Bangkit, Kita Realisasikan Pembangunan Berazas Kebutuhan
Upacara Perayaan HAN di Inhil, Momentum Refleksi Pemenuhan Hak Anak
Laut Natuna Ibarat Rumah Mewah Tanpa Penghuni
Bupati Kasmarni Lantik 16 Pejabat Fungsional, Minta Tetap Tunjukkan Prestasi Kerja Lebih Baik Lagi
Wagubri Tegaskan Penghentian PSBB Bukan Serta Merta Masyarakat Bisa Bebas
Bupati Inhu Hadiri Perayaan Natal GPdI El Shaddai Pematang Reba
Bupati Rohil: Masker Sudah Dibagikan Mencapai 600 Ribu
Lagi, Lobi Gubri Abdul Wahid Membuahkan Hasil, Kemendikdasmen Setujui Revitalisasi Sekolah