Potensi dan Peluang Investasi Sektor Pariwisata di Kabupaten Indragiri Hilir
BUALBUAL.com - Diberlakukannya otonomi daerah menyebabkan Pemerintah Daerah memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengelolaan sumber‐sumber pendapatan daerah.
Pemerintah Daerah harus mampu mengurangi ketergantungan terhadap Pemerintah Pusat dalam hal keuangan, sehingga pemerintah darah dapat lebih optimal dalam mengambil kebijakan terkait dengan penerimaan yang bersumber dari daerah dan sekaligus mengelolanya dengan lebih efisien.
Terdapat banyak potensi sumberdaya lokal berupa aset yang dapat dioptimalkan untuk mendatangkan pendapatan bagi daerah, salah satunya adalah tanah. Tanah adalah salah satu bentuk aset yang dimiliki Pemerintah Daerah. 09/03/23
Setiap daerah memiliki keunikan tersendiri, tanah milik Pemerintah Daerah ada yang digunakan untuk kepentingan umum, salah satunya dapat digunakan sebagai Destinasi Pariwisata dari daerah tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan aset daerah.
Upaya optimalisasi aset terutama dalam hal pemaksimalan penggunaan aset yang berupa tanah atau bangunan yang telah di miliki oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Kabupaten/ Kota yang ada di Jawa Tengah dalam rangka mendukung pengembangan sektor pariwisata khususnya yang berada di wilayah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Dalam rangka mendukung masterplan pengembangan pariwisata di masing- masing KSPN maka pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Melalui DPMPTSP berinisiatif untuk memberikan informasi tentang peluang investasi kepada calon investor, agar dapat dikelolakan pada pihak swasta yang berminat melakukan investasi pada sektor pariwisata dan industri atau jasa pendukung pariwisata.
Pembangunan kepariwisataan nasional adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas destinasi pariwisata, Sedangkan sasaran pembangunan pariwisata nasional adalah peningkatan jumlah wisatawan baik mancanegara maupun dalam negeri, jumlah penerimaan devisa, dan peningkatan kontribusi pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dibidang pariwisata.
Kondisi daerah tujuan wisata yang dikenal dengan 5A, yaitu Accessibility, Accommodation, Attraction, Activities dan Amenities. Investasi yang digunakan sebagai Fasilitas Penunjang (Accessibility, Accommodation, Attraction), sedangkan untuk pengembangan Destinasi yang sudah ada dilakukan dengan Activities dan Amenities.
Terdapat fasilitas dalam pariwisata antara lain: fasilitas toko, warung, makan/restoran, jasa pariwisata, toko souvenir dan kerajinan, Fasilitas Informasi dan Pelayanan Pariwisata. Tidak hanya difokuskan pada sektor pariwisatanya saja, tetapi fasilitas umum penunjang pariwisata, seperti: sarana pendidikan, sarana ibadah, dan sarana kesehatan. (Adv)

Berita Lainnya
BPS Provinsi Riau Deflasi 0,11 Persen
Kisah Perempuan Tangguh Penjaga Iklim di Air Jamban: Saat Lahan Gersang Berubah Menjadi Ladang Cuan
Kamu Minat! Budidaya Cacing Tanah di Pekanbaru untungnya Menggiurkan
Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Alami Penurunan, Ini Daftarnya
Peluang Bisnis Perhotelan Sungai Guntung Kec Kateman Indragiri Hilir
8 Syarat yang Wajib Kami Penuhi Jika Ingin Membuat Surat Izin Praktik Bidan di DPMPTSP Inhil
DPMPTSP Hadari Penyusunan RPJPD Kabupaten Indragiri Hilir TH 2025 - 2045
Desa Cikopo Realisasikan Perdes TJSLP kepada Perusahaan
Kabar Gembira! Harga Sawit Riau Naik Lagi, TBS Mitra Swadaya Resmi Tembus Rp3.846 per Kg
Memiliki Keahlian Apoteker, Berikut Syarat Pengajuan Izin Praktik di DPMPTSP Inhil
Penyaluran Paket Sembako dan Pasar Murah Di Bengkalis Terancam Batal
Hore, Harga PCR dan Swab di Bandara RHF Turun