Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Gara - gara Kecanduan Game, Seorang Gadis Nekat Kuras Uang Tabungan Ortu Nyaris Rp1 Miliar
BUALBUAL.com - Gara-gara kecanduan main video game, seorang remaja di China nekat 'menguras' uang hampir Rp1 miliar di rekening orangtuanya.
Melansir dari Oddity Central, Jumat (9/6/2023), pecandu game yang masih berusia 13 tahun itu menghabiskan 449.500 yuan (Rp938 juta) untuk game di telepon selulernya.
Orang tua sang gadis yang tinggal di Provinsi Henan, China, itu sangat terkejut ketika mengetahui bahwa anaknya telah menghabiskan uang sebanyak itu.
Bayangkan memeriksa rekening tabungan tempat Anda memasukkan uang selama bertahun-tahun dan melihatnya habis dalam semalam. Persis seperti itulah yang dirasakan seorang ibu di Tiongkok ketika dia menemukan bahwa isi rekening tabungannya hanya tersisa 0,5 yuan dari 449.500 yuan (Rp938 juta) yang dia dan suaminya telah tabung selama bertahun-tahun.
Hal lebih mengejutkan lagi adalah pelakunya sang putri yang masih remaja. Usut punya usut, dia menggunakan kartu debit sang ibu untuk memuaskan rasa candu pada video game.
Dalam kurun waktu sekitar empat bulan, gadis itu berhasil menghabiskan rekening tabungan sang ibu tanpa ketahuan dengan cara menghapus semua riwayat perbankan dari ponselnya.
Terbongkar dari Laporan Guru
Ulah sang gadis terbongkar ketika salah guru di sekolah melihat anak itu menghabiskan terlalu banyak waktu dengan ponselnya di sekolah. Ibu anak itu kemudian dipanggil perihal tersebut.
Barulah setelahnya sang ibu mulai menyadari ada sesuatu yang salah.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, wanita itu terlihat memeriksa lembar laporan bank yang menunjukkan rincian pengeluaran putrinya.
Menurut South China Morning Post, gadis berusia 13 tahun itu menghabiskan 330.000 yuan (Rp690 juta) untuk membeli game dan melakukan pembelian dalam game, serta sekitar 100.000 yuan (Rp208 juta) guna membeli game untuk teman sekolahnya.
Gadis itu berkata bahwa dia merasa tertekan oleh rekan-rekannya dan khawatir orang tuanya akan mengetahui tentang kebiasaan bermain game dirinya dan "marah", jadi dia memutuskan untuk menyenangkan teman-temannya dengan membelikan mereka game dengan kartu kredit sang ibu.
“Ketika teman-teman saya meminta untuk membayari game, saya melakukannya meski merasa tidak nyaman," katanya.
Ibunya mengakui bahwa dia telah melakukan kesalahan dengan memberikan kode PIN kartu debitnya kepada gadis itu, untuk berjaga-jaga jika dia sangat membutuhkan uang dalam keadaan darurat. Namun dia tidak pernah membayangkan bahwa putrinya akan menghabiskan tabungan keluarga hanya dalam waktu empat bulan.

Berita Lainnya
Hardianto Manik: Sponsorship Tak Sekadar Nama, Kami Turun ke Sungai!
Istri Hamil 3 Minggu, Jenazah Mantan Ketum PB HMI Mulyadi dan Istri Berhasil Teridentifikasi
Pendukung HRS Menangis, Lihat Tangan Habib Rizieq Diborgol Polisi
Masyarakat Teluk Sebung Bintan Semangat Kedatangan Presiden Joko Widodo
Mahasiswa Unri Turun ke Jalan, Tuntut Reformasi TNI - Polri dan Audit MBG
Kebakaran kembali Melanda Inhil, 3 Unit Rumah di Desa Sakarotan Hangus Terbakar
Kapolsek Kuindra Bersama Forkopimcam Tinjau Gudang Logistik Pemilu
Berhasil Amankan Hewan Dilindungi, DPKP Inhil Serahkan Ular Sanca Batik ke BKSDA Rengat
Seorang Ibu Muda di Pelalawan Ditemukan Tewas Terbakar di Belakang Rumahnya
Bupati Rohil Afrizal Sintong Bantah Palsukan Tanda Tangan Honorer Serta Lapor Balik
Puluhan Warga Serai wangi Inhu Terancam kehilangan Lahan Kebun diduga Akibat PT.RPI
Terik Matahari Tak Surutkan Dukungan, Warga Riau Pantau Sidang Abdul Wahid