Jalan Raya di Desa Simandolak Tidak Kunjung Diperbaiki, Diki Syahputra Sebut Pemda Kuansing 'Buta dan Tuli'
BUALBUAL.com - Jalan rusak parah, aktivis provinsi Riau Diki Syahputra menyebut pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) buta dan tuli.
Salah seorang aktivis muda Riau yang juga putra asli daerah Kuansing asal kecamatan Benai, kelahiran desa Simandolak ini merasa sangat geram terhadap ketidakpeduliannya pemerintah Kabupaten Kuansing terhadap kondisi jalan yang rusak parah di tanah kelahirannya tersebut.
Sehingga hal tersebut membuat opini publik menjadi negatif terhadap Pemda Kuansing. Bahkan Diki menyebutnya dengan istilah “Buta dan Tuli” karena tidak adanya perhatian Pemda Kuansing terkait kondisi jalan yang rusak parah di Kenegerian Simandolak tersebut.
Diki Syahputra sebut pemerintah Kabupaten Kuansing buta dan tuli, karena belakangan ada keluhan terkait jalan yang rusak parah dari masyarakat Simandolak kecamatan benai Kabupaten Kuantan Singingi.
“Kapan Kuansing akan sejahtera jika hal seperti ini saja pemerintah masih lalai dan lamban untuk menanganinya,” ujar aktivis muda tersebut, Rabu 25 Oktober 2023.
Selain itu Diki juga menyebutkan bahwa jalan Raya di Simandolak itu telah rusak parah selama lebih kurang 3 tahun yang lalu, bahkan Diki juga menyebutkan bahwa jalan yang rusak itu juga telah memakan korban.
Diki Syahputra juga sebut pemerintah jangan hanya iya iya saja tolong di eksekusi di realisasikan karena masyarakat sudah lama menantikan kehadiran pemerintah di desa Simandolak untuk mengatasi jalan-jalan yang rusak parah tersebut.

Berita Lainnya
HUT ke-27 Kuansing, Dzikir dan Doa Bersama Digelar 10 Oktober di Taman Jalur
Polda Bakal Verifikasi Ulang Surat Perjalanan Khusus Warga yang Masuk ke Riau
Kasmarni Apresiasi Peluncuran Aplikasi BSR
Pilkades hingga Tata Kelola Keuangan Desa Bakal Diatur, DPRD Inhil Bahas Ranperda Pemdes
Soal Karhutla di Riau, Gubri Syamsuar: Lebih Banyak Unsur Kesengajaan
Gubernur Ansar Serahkan SK UPZ di Lingkungan Pemprov Kepri
Ketua K3S Inhil Serahkan Santunan di Panti Asuhan Muhammadiyah Tembilahan
Inilah Fasilitas Umum Yang Wajib Ditutup Sementara Selama PSBB
Bertambah, Penyeberangan Roro Jadi 22 hingga 23 Trip
Target 90 Persen Kehadiran Bayi di Posyandu, Pemprov Riau Gencarkan Intervensi
Andi Darma Taufik Apresiasi Jambore Karhutla Riau: Jangan Hanya Seremonial
DPRD Riau Kritik WFH ASN Setiap Jumat: Hemat BBM, Kendaraan yang Harus Dikurangi