Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Dinkes Inhil Imbau Masyarakat Terapkan Perilaku Hidup Sehat Cegah Malaria
BUALBUAL.com - Malaria merupakan infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang menggigit manusia membawa parasit Plasmodium. Malaria masih menjadi penyakit yang seringkali ditemui di Indonesia.
Dengan demikian Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) mengimbau masyarakat untuk mengenal Gejala dan cara pencegahan penyakit malaria. 30/11/23
Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri melalui Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Inhil, Devi Natalia, SKM, MH menjelaskan secara spesifik penyakit malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk anopheles betina yang terinfeksi oleh parasit tersebut. Gigitan nyamuk membuat parasit masuk, mengendap di organ hati, dan menginfeksi sel drah merah.
"Gejala malaria mulai muncul setidaknya dalam kurun waktu 10 hingga 15 hari setelah tergigit nyamuk Anopheles ataupun terpapar. adapun gejala malaria adalah Demam, Menggigil, Sakit kepala, Berkeringat banyak, Lemas, Pegal linu, Gejala anemia atau kurang darah, Mual atau muntah," jelas Devi.
Devi Natalia menyebut apabila merasakan gejala-gejala tersebut, segera pergi ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.
Selanjutnya, kata Devi malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles, oleh karena itu pencegahannya adalah dengan merubah pola perilaku manusia agar nyamuk tidak muncul.
"Ada beberapa tips untuk mencegah penyebaran penyakit malaria yaitu gunakan kelambu ketika tidur, memakai pakaian serba panjang seperti celana dan lengan panjang selama beraktivitas, hindari meletakkan pakaian basah di dalam rumah karena dapat menjadi tempat persembunyian nyamuk, gunakan lotion anti nyamuk yang mengandung DEET (diethyltoluamide), Pasang obat nyamuk dan rutin menyemprot obat nyamuk terutama di sore dan malam hari, rutin melakukan penyemprotan dinding massal di daerah dengan tingkat malaria yang tinggi minimal sebulan sekali," pungkasnya.

Berita Lainnya
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK): Dinas Kesehatan Inhil Serukan Waspada dan Pencegahan
Berstatus Reaktif, Tiga Pasien Covid-19 di Inhil Utara Diisolasi di RS Raja Musa Sungai Guntung
Publikasi Hasil pengukuran Untuk ata Pengukuran Stunting Tingkat Kecamatan Mandah Tahun 2024
Cegah Stroke Sedini Mungkin, Kadiskes Inhil Ingatkan Pentingnya Pola Hidup Sehat dan Olahraga
Pemkab Inhu Serius Tangani Angka Penurunan Stunting dan lakukan Rembuk Stunting 2022
Lama Mengabdi di Puskesmas Pematang Pudu, dr Sylvia Pimpin RSUD Mandau
Sebanyak 9.516 ODP di Riau Selesai Pemantauan Masa Inkubasi
Kukuhkan Bapak Bunda Asuh Anak, Bupati HM Wardan Ajak Masyarakat Mandah Wujudkan Inhil Zero Stunting
Tingkatkan Kemampuan Profesi, IDI, KOPI TB dan Dinkes Inhil Lakukan Obrolan Sehat dan Berisi
Tim Gerakan Satu Hati Bersama Baznas Inhil Berkolaborasi Tuntasankan Stunting
Terbanyak di Tenayan Raya, Ada 368 Kasus DBD di Pekanbaru
Satu Warga Pekanbaru Dicurigai Suspek Rabies Akibat Digigit Hewan Peliharaan