Eks Bupati Kuansing H. Sukarmis Ditahan, Diduga Skandal Kasus Korupsi Hotel
BUALBUAL.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, menahan H. Sukarmis, mantan Bupati Kuansing selama dua periode, yaitu 2006-2011 dan 2011-2016, pada Jumat, 3 Mei 2024.
Penahanan dilakukan setelah H. Sukarmis dipanggil dan diperiksa sebagai saksi oleh Kejari Kuansing sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti-bukti yang ditemukan, penyidik Kejari Kuansing menyimpulkan keterlibatan tokoh masyarakat Kuansing ini dalam kasus pembangunan Hotel Kuansing yang masih mangkrak.
Menurut Kajari Kuansing, Nurhadi Puspandoyo SH MH, H. Sukarmis terlibat dalam pembangunan Hotel Kuansing mulai dari pengadaan lahan hingga pembangunan fisiknya dari tahun 2013 hingga 2016.
Berdasarkan press release mengenai perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam kegiatan pembangunan Hotel Kuantan Singingi yang bersumber dari anggaran 2013 dan tahun anggaran 2014 kabupaten kuantan Singingi:
1. Pemeriksaan lanjutan terhadap H. Sukarmis dilakukan pada Jumat, 03 Mei 2024, sekitar jam 09.00 WIB berdasarkan Sprindik Nomor : Print-02/L.4.18/Fd.1/02/2022 Jo. Sprindik Nomor : Print-02.a/L.4.18/Fd.1/03/2022, Jo Sprindik Nomor : Print-02.b/L.4.18/Fd.1/07/2023 Jo. Sprindik Nomor : Print-02/L.4.18/Fd.1/05/2024.
2. Setelah pemeriksaan sebagai saksi, Tim Penyidik Kejari Kuansing menyimpulkan adanya tindak pidana korupsi dalam pembangunan Hotel Kuantan Singingi yang bersumber dari APBD Kabupaten Kuantan Singingi. Berdasarkan Laporan Hasil Audit, kerugian negara dalam kegiatan tersebut mencapai Rp. 22.637.294.608,00. H. Sukarmis ditetapkan sebagai tersangka dengan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-500/L.4.18/Fd.1/05/2024 tanggal 03 Mei 2024.
3. Setelah dinyatakan sehat oleh tim dokter RSUD Kabupaten Kuansing, H. Sukarmis ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan (T-2) Nomor : Print-374/L.4.18/Ft.1/05/2024 tanggal 03 Mei 2024. Penahanan ini dilakukan di Lapas Kelas II Teluk Kuantan selama 20 hari kedepan terhitung dari tanggal 03 Mei 2024 s/d 22 Mei 2024 dengan alasan subjektif dan objektif ancaman pidana yang disangkakan.
4. H. Sukarmis disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo pasal 3 Jo pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. Ancaman hukuman bagi Pasal 2 ayat (1) adalah pidana penjara 4-20 tahun dan denda Rp. 200.000.000,- hingga Rp. 1.000.000.000. Ancaman hukuman bagi Pasal 3 adalah pidana penjara 1-20 tahun dan denda Rp. 50.000.000,-.

Berita Lainnya
Nelayan Temukan Mayat Tanpa Kepala di Perairan Perbatasan Lingga - Inhil
Jasad Korban Ditemukan masih Utuh, Harimau di Teluk Lanus Riau Terkam Warga hingga Tewas
Hidayah di Balik Jeruji! Tiga Warga Binaan Lapas Bengkalis Resmi Memeluk Islam
Mantan Karyawan MR Blitz Sangat Kecewa Karena Ijazahnya Sampai saat Ini Belum Dikembalikan
Akhirnya Tertangkap! Monyet Peneror 18 Warga Tembilahan Masuk Perangkap
Sandi Ingatkan DPRD Inhil Tidak Mandul Kawal Luapan Air di Desa Kuala Sebatu
Ditabrak Mobil Pick Up, Pemotor Meninggal di Jalan Kaharuddin Nasution Pekanbaru
Tim Konsultan PT Mayang Sari Tinjau Lokasi Jalan Nasional yang Amblas di Lampung Utara
Dikira Sampah, Ternyata Mayat! Penemuan Mayat Perempuan Usai Sholat Idul Adha di Inhil
Ribuan Liter Pertalite dan Solar Disita! Polda Riau Bongkar Modus Baru Pengurangan BBM Bersubsidi
Diduga Ada Pelanggaran Masif Jelang Muskab PBVSI Inhil, Panitia Minta Dukung Salah Satu Kandidat
Negara Merugi, Bongkar Dugaan Manipulasi Dokumen Ekspor Pome dan CPO