Penolakan Gelar Adat oleh SF Hariyanto Dinilai Lukai Marwah Melayu
BUALBUAL.com - Penolakan Wakil Gubernur Riau (Wagubri), SF Hariyanto, terhadap pemberian gelar adat dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menuai kekecewaan dan polemik di tengah masyarakat. Gelar kehormatan yang seharusnya diberikan berupa "Datuk Seri Timbalan Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau" batal disematkan karena alasan kesibukan dari pihak SF Hariyanto.
“Jawaban beliau (SF Hariyanto) hanya mengatakan beliau sibuk,” ujar Datuk Seri Marjohan Yusuf, Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR.
Sikap penolakan ini dianggap oleh sejumlah tokoh sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap nilai-nilai budaya Melayu yang telah mengakar kuat di Bumi Lancang Kuning.
"Sikap Wagubri itu tidak elok, sebab penganugerahan gelar bukan hanya soal pribadi tetapi menyangkut penghargaan terhadap adat istiadat, warisan budaya, dan kearifan lokal,” ujar Muhammad Khalid, Panglima Front Pembela Bumi Lancang Kuning (FPBLK).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemimpin seharusnya menghormati dan menjunjung tinggi nilai adat, bukan malah menjauhinya.
"Alasan sibuk itu sangat tidak bisa diterima. Jangan mempolitisir urusan adat karena hal ini dapat membuat Riau tidak kondusif. Sebagai Wakil Gubernur, mestinya beliau menjadi teladan,” tegas Khalid yang juga dikenal dengan nama Achmed Khaleed Al Fansyuri.
LAMR sebelumnya telah menetapkan rencana penganugerahan gelar kehormatan kepada dua pimpinan daerah, yakni Gubernur Riau dengan gelar Datuk Seri Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau dan Wakil Gubernur Riau dengan gelar Datuk Seri Timbalan Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau.
Penolakan ini dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap kehormatan budaya Melayu dan mencederai rasa hormat masyarakat adat kepada pemimpinnya. Banyak pihak berharap SF Hariyanto segera memberikan klarifikasi yang lebih memadai agar tidak memicu ketegangan lebih jauh di tengah masyarakat.

Berita Lainnya
Kapal Mati Mesin di Perairan Meranti, Tim SAR Evakuasi 6 Penumpang
Siapa Yang Salah? Tragis Nasib Buruh Subkon PT PHR di Duri
Kabar Duka: Tari, Anak Gajah Kesayangan Kapolda Riau Tewas di TNTN
Seram, Lampu Motto Kotabumi BETTAH Mati, Warga Luar Kota Sangat Menyayangkan
Kasus Pemalsuan Surat Terus Berlanjut, Polda Kepri Lakukan Konferensi Pers
Produk Kecantikan Diduga Ilegal Beredar di Lampung Utara, Sudah Banyak Merusak Wajah Korban
Mantan Suami Nikah Kembali, Wanita Ini Bakar Tenda Hajatan Sampai Menewaskan 57 Orang
Warga Desa Mulangmaya Digegerkan dengan Penemuan Mayat Tanpa Identitas
Miliki Riwayat Perjalanan Ke Abudabi, 1 Warga Inhil Terkonfirmasi Positif Covid-19
Cekcok Dengan Istri, Suami di Inhil Bacok Mertua Hingga Jari Tangan Putus
Petani Way Kanan Melakukan Aksi Damai Menuntut Kenaikan Harga Singkong
Semburan Gas dan Lumpur di Pekanbaru Mengeluarkan Suara Dentuman Keras