Aktivis Satwa Apresiasi Kecepatan Polda Riau Ungkap Kasus Pembunuhan Gajah
BUALBUAL.com - Aktivis satwa, Rahel Yosi, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Polda Riau mengungkap kasus perburuan gajah Sumatera di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Menurut Rahel, ini adalah sejarah baru dalam upaya perlindungan terhadap hewan liar.
Rahel Yosi menyebut langkah Polda Riau di bawah kepemimpinan Kapolda Irjen Herry Heryawan ini menjadi sebuah tonggak sejarah baru dalam upaya konservasi di Provinsi Riau. Menurutnya, koordinasi yang solid memungkinkan kepolisian menangkap 15 tersangka dalam waktu singkat, sementara 3 orang lainnya masih dalam pengejaran (DPO).
"Pertama kali dalam sejarah Polda Riau, kasus pembunuhan gajah yang diambil gadingnya berhasil diungkap dalam waktu yang terhitung luar biasa cepat. Lima belas tersangka ditangkap," ujar Rahel dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan bahwa pengungkapan ini merupakan berita yang sangat membahagiakan bagi para pecinta dan pejuang satwa di seluruh Indonesia.
"Melihat upaya dan kepedulian Kepolisian dalam melindungi dan menjaga satwa Indonesia adalah suntikan semangat bagi kami semua," tambahnya.
Lebih lanjut, Rahel menyampaikan terima kasih mendalam kepada Irjen Pol Herry Heryawan yang dinilai sangat terbuka dan memberikan ruang bagi para aktivis satwa untuk ikut berkontribusi dalam pengawasan lingkungan.
Tak hanya kepada kepolisian, dukungan pemerintah pusat juga menjadi sorotan. Rahel secara khusus mengapresiasi Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang dinilai konsisten mendukung pelestarian satwa liar.
"Terima kasih saya sampaikan kepada Menteri Kehutanan Bapak Raja Juli Antoni yang selalu mendukung usaha-usaha pelestarian satwa Indonesia dan berjanji bahwa negara akan hadir dalam upaya perlindungan satwa," tutur Rahel.
Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya menjadi kesuksesan satu kali saja, melainkan menjadi standar baru dalam penanganan kejahatan satwa liar di masa depan. Rahel Yosi menegaskan bahwa keterlibatan aktif Polri bersama TNI dan pemangku kepentingan lainnya memberikan harapan baru bagi kelangsungan hidup gajah Sumatera yang kian terancam.
"Semoga hal ini menjadi semangat untuk upaya yang konsisten bagi kita semua dalam menjaga satwa Indonesia yang kita cintai. Hutan Riau dan satwa di dalamnya adalah warisan yang harus kita bela tanpa kompromi," pungkasnya.
Seperti diketahui, Polda Riau menangkap 15 tersangka kasus perburuan gading gajah di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Tiga tersangka lainnya masih dalam pengejaran.

Berita Lainnya
HUT TNI Ke-76, Anggota Satgas TMMD Kodim 1002/HST Dapat Kejutan dari Warga Rantau Keminting
Kapolres Kampar Lepas 100 Anggotanya untuk Tugas Pengamanan Pilkada di Rohul
TMMD 129 Bojonegoro Gaspol! Jalan Beton, RTLH hingga Sumur Bor Dibangun Sekaligus di Desa Kesongo
Kapolda Kepri Pimpin Sertijab Kapolresta Tanjungpinang
Kapolda Riau dan Pangdam I BB Bagikan 2 Ton Beras dan 15.000 Masker
Jaga Kebugaran Tubuh, Fasharkan dan Satrol Lantamal IV Gelar Olahraga Bersama
Mendadak! Polsek Reteh 'Digedor' Tes Urine narkoba, Semua Personel Diperiksa Tanpa Terkecuali
Kapolri Pastikan Awasi Alur Distribusi dan Harga Minyak Goreng di Pasar
Komandan Wing Udara I Hadiri Pembukaan Diseminasi Hukum di Lantamal IV
70 Pelajar Dilantik Jadi Patroli Keamanan Sekolah untuk Cegah Tawuran
Kapolres Kampar Resmikan Panen Perdana Ternak Ikan Program Jaga Kampung dengan wartawan
Pagi yang Cerah, Satgas TMMD ke 111 Kodim 0314/lnhil dan Masyarakat Siap Laksanakan Goro ke lokasi Sasaran Fisik