Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
MBG Dinilai Belum Libatkan Petani Lokal, Masyarakat Reteh Desak Evaluasi SPPG
BUALBUAL.com -;Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat diharapkan menjadi fondasi penguatan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan daerah. Namun, pelaksanaan program tersebut di Kecamatan Reteh diduga belum sepenuhnya melibatkan potensi lokal, khususnya petani, peternak, dan pelaku UMKM.
Sejumlah masyarakat menilai, program yang seharusnya memberi dampak luas justru berpotensi tidak optimal jika rantai pasok bahan baku tidak melibatkan masyarakat setempat. Dugaan ini mengarah pada peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut-sebut belum maksimal dalam memberdayakan sumber daya lokal.
Haskar Junaidi, salah satu tokoh masyarakat Reteh, menyampaikan bahwa MBG semestinya tidak dijadikan ladang bisnis oleh oknum tertentu. Menurutnya, program ini harus memberikan manfaat menyeluruh, baik bagi penerima manfaat maupun bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“MBG itu bukan sekadar program bantuan, tetapi harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. SPPG seharusnya menjadi filter agar pelaksanaan program ini tepat sasaran. Namun kami menduga ada oknum yang terlibat dalam suplai bahan baku tanpa melibatkan petani dan UMKM lokal,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, terdapat indikasi bahan baku yang digunakan dalam program tersebut justru berasal dari luar daerah. Hal ini dinilai dapat menghambat perputaran ekonomi di tingkat lokal dan mengurangi dampak positif yang seharusnya dirasakan masyarakat Reteh.
Lebih lanjut, Haskar menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menyukseskan program MBG, khususnya para petani, peternak, dan pelaku UMKM sebagai pemasok utama kebutuhan dapur.
“Jika masyarakat tidak dilibatkan, lalu di mana dampak ekonominya bagi daerah? Program ini harus menjadi peluang bagi warga, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Masyarakat pun meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Kecamatan Reteh. Mereka berharap pemerintah dapat memastikan transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan terhadap potensi lokal agar program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Berita Lainnya
Kelola Uang dengan Baik Mulai Sekarang, Jangan Tunggu Pandemi Berakhir
Kadis PMPTSP Menghadiri Rapat Paripurna Pengunduran diri HM Wardan Sebagai Bupati Indragiri Hilir
Tahun 2023, OJK Optimistis Trend Positif Kinerja Sektor Keuangan Akan Berlanjut
Susuri Jalanan Kota Bertuah Pekanbaru, Komunitas GeRak Bagikan Sembako
Turun Tipis, Harga Sawit Riau Rontok Jadi Rp 2.787 per Kg
Tertekan Harga CPO dan Kernel, TBS Sawit Swadaya Riau Alami Penurunan Signifikan
Mantap, PTPN V Budidayakan 1,5 Juta Bibit Sawit Unggul Percepat PSR
Kabijakan Arab Saudi Bikin Harga Sawit di Riau Naik
Pemulihan Ekonomi Akibat Virus Corona Diperkirakan Tiga Tahun
Desa Cikopo Realisasikan Perdes TJSLP kepada Perusahaan
Nelayan Pulau Duyung Ramai-ramai ke Kelong, Tangkap Ikan Dingkis
Hadirkan Rumah Bersubsidi di Tembilahan, BRI dan Gralge Teken MoU