MBG Dinilai Belum Libatkan Petani Lokal, Masyarakat Reteh Desak Evaluasi SPPG
BUALBUAL.com -;Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat diharapkan menjadi fondasi penguatan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan daerah. Namun, pelaksanaan program tersebut di Kecamatan Reteh diduga belum sepenuhnya melibatkan potensi lokal, khususnya petani, peternak, dan pelaku UMKM.
Sejumlah masyarakat menilai, program yang seharusnya memberi dampak luas justru berpotensi tidak optimal jika rantai pasok bahan baku tidak melibatkan masyarakat setempat. Dugaan ini mengarah pada peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut-sebut belum maksimal dalam memberdayakan sumber daya lokal.
Haskar Junaidi, salah satu tokoh masyarakat Reteh, menyampaikan bahwa MBG semestinya tidak dijadikan ladang bisnis oleh oknum tertentu. Menurutnya, program ini harus memberikan manfaat menyeluruh, baik bagi penerima manfaat maupun bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“MBG itu bukan sekadar program bantuan, tetapi harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. SPPG seharusnya menjadi filter agar pelaksanaan program ini tepat sasaran. Namun kami menduga ada oknum yang terlibat dalam suplai bahan baku tanpa melibatkan petani dan UMKM lokal,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, terdapat indikasi bahan baku yang digunakan dalam program tersebut justru berasal dari luar daerah. Hal ini dinilai dapat menghambat perputaran ekonomi di tingkat lokal dan mengurangi dampak positif yang seharusnya dirasakan masyarakat Reteh.
Lebih lanjut, Haskar menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menyukseskan program MBG, khususnya para petani, peternak, dan pelaku UMKM sebagai pemasok utama kebutuhan dapur.
“Jika masyarakat tidak dilibatkan, lalu di mana dampak ekonominya bagi daerah? Program ini harus menjadi peluang bagi warga, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Masyarakat pun meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Kecamatan Reteh. Mereka berharap pemerintah dapat memastikan transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan terhadap potensi lokal agar program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Berita Lainnya
OJK Riau Imbau Masyarakat Tahan Diri Belanja Berlebihan dan Waspadai Pinjol Ilegal
Arsjad Rasjid Buka Muprov VII, Mashuri Terpilih Aklamasi Pimpin Kadin Riau
Sambu Group Tetap Beroperasi dan Cari Solusi, Di Tengah Ketidakpastian Pasokan Kelapa
Tumbuh 6,03 Persen di TW III 2022, Ekonomi Kepri Tertinggi di Wilayah Sumatera
Kabijakan Arab Saudi Bikin Harga Sawit di Riau Naik
Priode 7-14 April, Harga TBS Sawit di Riau Naik Rp97,00 per Kg
Cara Mendapatkan Harga Terbaik di EPSON Flagship Store Blibli
Dukungan Penuh untuk UMKM: Dinas Penanaman Modal dan PTSP Indragiri Hilir Gelar Kegiatan Strategis di Pekanbaru
Begini Penjelasan DPMPTSP Inhil Soal Izin Industri Pabrik Sagu
Emak-emak Wajib Baca! Jelang Nataru Harga Bahan Pokok Mulai Alami Kenaikan
Haris Kampai Pimpin Rapat Perdana, Tegaskan SPR Harus Kompak dan Profesional
Ayo Buruan! Bulog Tembilahan Sediakan Paket Sembako Murah selama Ramadhan