BBM Langka di Sungai Guntung, Aktivitas Warga Kateman Lumpuh
BUALBUAL.com - Masyarakat Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, tengah menghadapi krisis energi yang kian kompleks. Setelah sebelumnya dihadapkan pada gangguan listrik dan jaringan telekomunikasi yang tidak stabil, kini kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan bensin turut memperparah kondisi sejak Sabtu (18/4/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan roda dua di sejumlah titik penjualan BBM eceran. Sejumlah kios hingga “Pertamini” terpaksa menghentikan aktivitas karena kehabisan stok. Tulisan “Bensin Habis” pun terlihat di berbagai sudut wilayah, menjadi gambaran nyata krisis yang sedang terjadi.
Situasi ini memicu kepanikan warga. Kekhawatiran akan kelangkaan berkepanjangan membuat sebagian masyarakat membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya, yang justru mempercepat habisnya stok di lapangan.
Salah seorang warga Sungai Guntung yang ikut mengantre, Rian mengaku harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar.
“Dari pagi saya sudah antre, tapi belum tentu kebagian. Kalau pun dapat, biasanya dibatasi. Kami jadi susah mau kerja, mau antar anak sekolah juga terkendala,” ujarnya.
Dampak kelangkaan BBM tidak hanya dirasakan pada mobilitas darat, tetapi juga merembet ke berbagai sektor penting lainnya. Di bidang pendidikan, orang tua kesulitan mengantar anak ke sekolah akibat keterbatasan bahan bakar.
Sementara itu, sektor transportasi air juga terdampak. Nelayan dan pemilik pompong mulai kesulitan melaut karena minimnya pasokan solar, bahkan harga eceran dilaporkan mengalami kenaikan. Di sisi lain, aktivitas ekonomi masyarakat ikut melambat. Distribusi barang terganggu, usaha mikro terhambat, dan biaya operasional meningkat akibat sulitnya mendapatkan BBM.
Pihak agen BBM setempat menyebutkan bahwa kelangkaan terjadi akibat keterlambatan distribusi dari pemasok, bukan karena stok habis secara keseluruhan. Meski demikian, dampak di lapangan sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk menormalkan distribusi BBM. Selain itu, masyarakat juga meminta kejelasan terkait gangguan yang terjadi secara bersamaan, mulai dari listrik, jaringan komunikasi, hingga bahan bakar.
Kondisi di Sungai Guntung menjadi cerminan rapuhnya ketahanan energi di wilayah pesisir seperti Indragiri Hilir. Ketergantungan terhadap distribusi logistik membuat gangguan kecil dapat memicu efek domino yang besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Jika tidak segera ditangani dengan sistem distribusi yang lebih kuat dan pengawasan optimal, kelangkaan BBM dikhawatirkan akan terus berulang dan memperlebar kesenjangan layanan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil.

Berita Lainnya
Sat Reskrim Polres Bintan Proses Tersangka Dugaan Mafia Tanah
Si Jago Merah Lalap Permukiman Warga Tembilahan Hulu
Sijago Merah Lahap Tiga Rumah dan Satu Warga Tewas Terbakar
Tragedi Tol Permai! Ibu Tewas, Tiga Sekeluarga Luka Berat Diduga Akibat Microsleep
Digerebek Tim Gabungan! 48 Rakit Tambang Emas Ilegal di Sungai Kuantan Dibakar Habis
Merasa Terancam, Kawanan Gajah di Pelalawan Mulai Membuat Warga Resah
Terungkap! Tukang Bangunan yang Tinggal Serumah Diduga Habisi Gadis 19 Tahun di Siak
Terseret Arus Sungai Saat Ingin Pulang dari Ladang, Warga Desa Gunung Malelo Masih Belum Diketukan
2 Rumah Warga di Desa Pebenaan Hangus Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp250 Juta
Masayarakat Teriak-teriak Tagihan Membengkak, PLN Riau Sebut Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik
Sedih! Ibu 3 Anak di Riau Diperkarakan, Hanya Karena Curi Sawit Senilai Rp 76 Ribu Buat Beli Beras
Efek Beritakan Kadis, Pihak Dinas PMD Lampura Diduga Tebang Pilih Bayar Dana Publikasi Pilkades