Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Klarifikasi Ketua KTS Bente: Tidak Benar Tak Ada Solusi, Kesepakatan dengan PT BNS Sudah Jalan
BUALBUAL.com - Warga Desa Bente yang terdampak akibat aktivitas replanting PT. Bumi Nusa Sejahtera (PT. BNS) diminta untuk menahan diri. Hal ini karena sesuai kesepakatan dengan pihak perusahaan, proses penyelesaian akan segera dilaksanakan.
Demikian disampaikan Ketua Kelompok Tani Sejahtera (KTS) Desa Bente, Mulyadi, kepada awak media, Jumat (24/04).
“Kami berharap agar warga sedikit bersabar. Berdasarkan konfirmasi kami sebagai Ketua Kelompok Tani ke pihak perusahaan, kami mendapatkan respons yang sesuai dengan harapan warga yang terdampak,” tegasnya.
Selain itu, Mulyadi juga menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai kurang tepat dalam menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan. Menurutnya, antara masyarakat dan pihak perusahaan sejauh ini telah menjalin komunikasi yang baik dan mencapai kesepakatan bersama.
“Kami menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai kurang tepat. Perlu kami sampaikan bahwa antara masyarakat dengan pihak perusahaan sudah ada kesepakatan dan telah dilakukan beberapa kali pertemuan, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Terkait pelaksanaannya tentu membutuhkan proses. Insya Allah, kesepakatan antara kelompok masyarakat dengan perusahaan akan segera berjalan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mulyadi menambahkan bahwa saat ini juga telah terjalin kemitraan antara masyarakat dengan perusahaan melalui pola Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS).
“Saat ini sudah terjalin kemitraan dengan perusahaan melalui pola FPKMS. Perusahaan juga sudah melakukan sosialisasi yang didampingi oleh dinas terkait. Dan saat ini kami sedang dalam proses identifikasi calon lahan serta calon petani yang akan ikut dalam pola FPKMS PT BNS,” ungkapnya.
Menurut Mulyadi, pihak perusahaan akan memulai pekerjaan memperbaiki kebun masyarakat yang rusak tersebut pada tahun ini ya mudah mudahan paling lambat akhir tahun ini sudah mulai terlihat progresnya, karena proses pelaksanaan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari desa, kecamatan sampai kedinasan terkait.
“Komitmen pihak PT. BNS, semua kebun warga yang terdampak akan diperbaiki. Selain itu, warga juga akan mendapat bantuan benih kelapa, penanaman, pupuk, hingga pengendalian hama sampai kebun kembali produktif,” terangnya.
Secara terpisah, mantan Camat Mandah, Yuliargo, membenarkan adanya kesepakatan antara pihak PT. BNS dengan warga.
“Sebagai Camat Mandah waktu itu (sekitar Juni 2025), kami telah melakukan mediasi antara warga dan perusahaan. Dalam pertemuan tersebut, di mana pihak perusahaan bersedia memperbaiki kebun masyarakat yang terdampak,” ujar Yuliargo.
Yuliargo yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) berharap kesepakatan yang telah dibuat dapat segera direalisasikan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kerusakan kebun kelapa dilaporkan terjadi sejak tahun 2023 dan meluas hingga ratusan hektare. Lahan terdampak berada di enam Rukun Tetangga (RT), yakni Parit Ganda Jaya, Parit Bente Berkat, Parit Jarau, Parit Berayun I, Parit Berayun II, dan Parit Kebelang di Desa Bente.

Berita Lainnya
Fedrik Adhar, Jaksa Penuntut Kasus Novel Baswedan Meninggal Dunia
Gudang Milik Warga Terbakar, Minggu Malam Tembilahan Dikejutkan Kobaran Api
Modus Akui jadi Famili, Usaha Penculikan Anak di SDN 1 Mekarjadi Ciamis Digagalkan
Berbondong-bondong Pedagang Selamatkan Barang Pasca Kebakaran Pasar Cik Puan Pekanbaru
Petugas Bandara SSK II Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Sabu, Tiga Pelaku Diamankan
Live TikTok Viral! Warga Rohil Mengamuk, Gudang dan Mobil Diduga Milik Bandar Narkoba Dibakar Massa di Rantau Kopar
Merasa Korban Laporan & Pemberitaan Hoaks, Bupati Rohil Akan Tempuh Jalur Hukum
Rumah yang Dijadikan THM di Menggala Ditertibkan Petugas Gabungan
Amankan 343 Knalpot Brong, Dirlantas Polda Riau: Mengganggu Kenyamanan Masyarakat
Pembangunan Penahan Tebing di Inhu TA 2022 Terancam Roboh
Krisis BBM Meluas! Pekanbaru hingga Kampar Dikepung Antrean Panjang
Kehadiran Arsadianto Rachman di Sidang Abdul Wahid Jadi Sorotan, Dinilai Wujud Dukungan Publik