Klarifikasi Ketua KTS Bente: Tidak Benar Tak Ada Solusi, Kesepakatan dengan PT BNS Sudah Jalan
BUALBUAL.com - Warga Desa Bente yang terdampak akibat aktivitas replanting PT. Bumi Nusa Sejahtera (PT. BNS) diminta untuk menahan diri. Hal ini karena sesuai kesepakatan dengan pihak perusahaan, proses penyelesaian akan segera dilaksanakan.
Demikian disampaikan Ketua Kelompok Tani Sejahtera (KTS) Desa Bente, Mulyadi, kepada awak media, Jumat (24/04).
“Kami berharap agar warga sedikit bersabar. Berdasarkan konfirmasi kami sebagai Ketua Kelompok Tani ke pihak perusahaan, kami mendapatkan respons yang sesuai dengan harapan warga yang terdampak,” tegasnya.
Selain itu, Mulyadi juga menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai kurang tepat dalam menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan. Menurutnya, antara masyarakat dan pihak perusahaan sejauh ini telah menjalin komunikasi yang baik dan mencapai kesepakatan bersama.
“Kami menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai kurang tepat. Perlu kami sampaikan bahwa antara masyarakat dengan pihak perusahaan sudah ada kesepakatan dan telah dilakukan beberapa kali pertemuan, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Terkait pelaksanaannya tentu membutuhkan proses. Insya Allah, kesepakatan antara kelompok masyarakat dengan perusahaan akan segera berjalan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mulyadi menambahkan bahwa saat ini juga telah terjalin kemitraan antara masyarakat dengan perusahaan melalui pola Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS).
“Saat ini sudah terjalin kemitraan dengan perusahaan melalui pola FPKMS. Perusahaan juga sudah melakukan sosialisasi yang didampingi oleh dinas terkait. Dan saat ini kami sedang dalam proses identifikasi calon lahan serta calon petani yang akan ikut dalam pola FPKMS PT BNS,” ungkapnya.
Menurut Mulyadi, pihak perusahaan akan memulai pekerjaan memperbaiki kebun masyarakat yang rusak tersebut pada tahun ini ya mudah mudahan paling lambat akhir tahun ini sudah mulai terlihat progresnya, karena proses pelaksanaan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari desa, kecamatan sampai kedinasan terkait.
“Komitmen pihak PT. BNS, semua kebun warga yang terdampak akan diperbaiki. Selain itu, warga juga akan mendapat bantuan benih kelapa, penanaman, pupuk, hingga pengendalian hama sampai kebun kembali produktif,” terangnya.
Secara terpisah, mantan Camat Mandah, Yuliargo, membenarkan adanya kesepakatan antara pihak PT. BNS dengan warga.
“Sebagai Camat Mandah waktu itu (sekitar Juni 2025), kami telah melakukan mediasi antara warga dan perusahaan. Dalam pertemuan tersebut, di mana pihak perusahaan bersedia memperbaiki kebun masyarakat yang terdampak,” ujar Yuliargo.
Yuliargo yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) berharap kesepakatan yang telah dibuat dapat segera direalisasikan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kerusakan kebun kelapa dilaporkan terjadi sejak tahun 2023 dan meluas hingga ratusan hektare. Lahan terdampak berada di enam Rukun Tetangga (RT), yakni Parit Ganda Jaya, Parit Bente Berkat, Parit Jarau, Parit Berayun I, Parit Berayun II, dan Parit Kebelang di Desa Bente.

Berita Lainnya
22 Ribu Pohon Kelapa Mati Akibat Replanting, PT THIP Berikan Ganti Rugi kepada Warga Tanjung Simpang
Sempat Misterius, Mayat yang Mengapung di Sungai Rokan Ternyata Seorang Pembabat Rumput
Sepuluh Orang Tahanan Polsek Rumbai Melarikan Diri, 2 Sudah Tertangkap
Pemko Tanjungpinang Harus Terbuka Terkait Dana Refocusing
Tragis! Kecelakaan di Rengat-Tembilahan, Pelajar Tewas Ditempat, Sopir Travel Jadi Tersangka
Diduga Teroris, Polisi Gunakan Senjata Laras Panjang dan Rompi Anti Peluru kepung Rumah di Air Tiris Kampar
Polri Paparkan Kronologi Meninggalnya Mantan Bupati Yahukimo Abock Busup
BPKAD dan Disdikbud Lampura Saling Lempar Bola Panas Terkait Aset Tanah SDN 06 Kota Alam
Ketua FIPP Rohil Sesalkan Pembangunan Samping Kantor DPRD yang Tak Kunjung Selesai
Menelan Hingga 700 Juta Lebih, Pembangunan Balai Desa Pekonmon Pesibar Belum Juga Selesai
Heboh di Kuansing, Tiga Pelajar Diduga Terjaring Penggerebekan di Gunung Toar
Tesso Nilo Adalah Marwah Melayu, LAMR Serukan Penyelamatan Hutan Adat