IPDR (Ikatan Persaudaraan Dayak Riau) Menyala, Peringati Hari Jadi 1 di Duri
DURI, BUALBUAL COM - Berbagai komunitas suku dan adat bertumbuh dan berkembang di daerah kota minyak - Duri. Hal ini tidak terlepas dengan rasa persaudaraan antar suku di perantauan. Masing- masing komunitas menancapkan tujuan dari persatuan komunitas itu sendiri demi tetap terjalin nya silaturahmi meski di daerah perantauan.
Tanpa terkecuali, Ikatan Persaudaraan Dayak Riau (IPDR) kini turut serta bertumbuh dan berkembang yang diketuai Endhi Zhuang karena tidak sedikit juga suku Dayak menjadi populasi suku di darah Riau khususnya Duri, dan kini telah bertumbuh selama 1 tahun.
IPDR adalah komunitas resmi yang mewadahi masyarakat Dayak yang tinggal di wilayah Riau dan sekitarnya.
Komunitas ini berfungsi sebagai tempat silaturahmi, pelestarian budaya, dan mempererat tali persaudaraan antar warga Dayak di perantauan Riau.

Anniversary ke-1 Komunitas IPDR merayakan momen penting ini sebagai bentuk komitmen komunitas untuk tetap melestarikan budaya serta mempererat silaturrahmi sesama warga Dayak di Riau, Jumat (01/05/2026) di Kantor Sekretariat IPDR Jl. Hangtuah - Duri.
Dalam kesempatan ini, IPDR turut mengundang Ketua DPC Grib Jaya Bengkalis Tarigan, Hudi Andres Ketua PPKD Duri, Santun Sihombing Ketua PMBDS, Eserta tamu undangan lainnya.
Berikut adalah beberapa aspek terkait pembentukan komunitas Dayak:
Tujuan Persaudaraan (Hampahari): Dalam tradisi Dayak, pengangkatan saudara (Hampahari) berfungsi sebagai alat aliansi sosial, memperkuat ikatan, dan memberikan rasa tanggung jawab moral antar-individu/kelompok.
Spirit Persatuan Tumbang Anoi: Semangat persatuan Dayak seringkali berakar dari Perjanjian Tumbang Anoi (1894), yang bertujuan menyatukan berbagai sub-suku Dayak, mengakhiri konflik internal, dan meningkatkan solidaritas.

Fokus Pemberdayaan: Komunitas seperti ini seringkali difokuskan pada peningkatan harkat dan martabat masyarakat Dayak melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan politik.
Pelestarian Budaya dan Hukum Adat: Pembentukan lembaga adat/komunitas juga berfungsi untuk mengatur dan menyelesaikan masalah adat istiadat di wilayah hukum masing-masing.
Dengan adanya komunitas IPDR, diharapkan dapat menjadi wadah persatuan suku-suku Dayak di daerah Riau serta tetap menjaga nilai - nilai kebudayaannya tanpa membelakangkan toleransi terhadap suku lainnya.

Berita Lainnya
Warga Tionghoa Bengkalis Peduli Bagikan 5300 Paket Sembako
Ananda Rizki Asal Gaung Butuh Bantuan Para Dermawan
Sambut Tahun Baru 2022, PT PCR Salurkan Bantuan Paket Sembako Bagi Masyarakat
Wan Abu Bakar: Aneh LSM Lingkungan Menilai Orang yang Belum Bekerja
Polsek Rengat Barat Curi Hati Masyarakat Himbau, Berantas Narkoba
PT THIP dan Polres Inhil Kembali Salurkan Paket Sembako Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19
Jumat Berkah Polsek Bintan Utara Polres Bintan Berikan Sembako kepada Masyarakat
Momentum HPN, Polres Inhu Luncurkan Bank Pohon Program Kapolda Riau
Puluhan Wartawan Inhu Tes Urine Dukung Progam Polres Brantas Narkoba
Banyak Pengalaman Organisasi, Nama M Reza Pahlevi Didorong Alumni IPPMABTA Maju Calon Ketua KNPI Inhil
Bentuk Rasa Kepedulian, Irfan Panjaitan Kunjungi Keluarga Budi Damanik Penderita Kanker Payudara
Jika Inhil Ingin Perubahan, Jangan Pilih Pemimpin Miskin Prestasi