Drama Panas di Inhu, Sawit Petani di Tumbang, Warga Bersiap Lakukan Aksi Balasan
BUALBUAL.COM INHU- Konflik lahan antara masyarakat dan pihak perusahaan kembali memicu ketegangan di Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.
Ribuan batang kelapa sawit milik petani dilaporkan dicabut paksa menggunakan alat berat pada Sabtu (9/5/2025), memicu kemarahan warga dan meningkatkan potensi bentrok terbuka di lapangan.
Aksi pembongkaran kebun tersebut disebut dilakukan oleh sejumlah alat berat yang diduga berkaitan dengan Supri Handayani alias Ando, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indragiri.
Ando dituding bertindak atas kepentingan PT Sinar Belilas Perkasa (PT SBP) dalam aktivitas pembukaan lahan di wilayah yang diklaim sebagai kebun masyarakat.
Dari total tujuh unit alat berat yang masuk ke lokasi, Ando mengakui tiga unit berada di bawah kendalinya. Namun, Ando menyatakan alat tersebut sebelumnya diperuntukkan bekerja di lahan plasma masyarakat Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida.
Situasi di lapangan disebut sangat mencekam. Selain alat berat, puluhan orang yang diduga sebagai tenaga keamanan bayaran perusahaan turut melakukan pengawalan. Mereka disebut membawa senjata tajam saat aktivitas pembongkaran berlangsung.
Sejumlah nama bahkan disebut warga berada di lokasi pengamanan, di antaranya Suprianto alias Wanto yang diketahui berasal dari Sekip Payung serta Edi Anto, warga Sungai Raya.
Kehadiran alat berat dan kelompok pengawal tersebut memicu kemarahan petani. Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan ribuan petani berencana melakukan aksi besar pada Minggu (10/5/2025) guna mempertahankan kebun dan lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
Samsir alias Kucil, petani asal Sungai Raya, mengecam keras tindakan perusakan kebun masyarakat yang dinilai dilakukan secara sepihak.
"Kami akan melaporkan pengrusakan ini ke Polres Inhu. Selain itu, kami tetap mempertahankan lahan kami dan menuntut ganti rugi atas tanaman yang dirusak," tegasnya.
Di sisi lain, Supri Handayani yang disebut-sebut terlibat memasukkan alat berat ke lokasi kebun petani ketika dikonfirmasi wartawan membantah tudingan tersebut. Ando menegaskan tidak pernah mengerahkan tujuh unit alat berat ke Sungai Raya.
"Saya hanya masukan tiga unit alat berat dan itu bekerja di lahan plasma PT SBP di wilayah Desa Paya Rumbai," ujar Ando saat dikonfirmasi.
Pria yang juga merupakan warga Sekip Hilir itu mengaku tidak mengetahui adanya konflik di Sungai Raya yang dikaitkan dengan aktivitas alat berat miliknya.
"Alat berat saya baru dimasukkan ke lahan plasma, dan tidak ada kabar keributan," katanya singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, kondisi pada lahan masyarakat petani di Sungai Raya masih diliputi ketegangan. Masyarakat berharap aparat kepolisian dan pemerintah daerah segera turun tangan untuk meredam situasi sebelum konflik lahan tersebut berubah menjadi tragedi berdarah di Kabupaten Inhu. **

Berita Lainnya
Enam Ruko di Jalan Hangtuah Pekanbaru Ludes Terbakar
Seorang Pria di Meranti Teriak-teriak Tak Jelas, Nekat Siram Kantor Desa dengan Bensin
Rakyat Bertanya: Ke Mana Perginya Dana Rp1,7 Triliun di Riau?
Bayi Perempuan Baru Lahir, Dibuang Ibunya Begitu Saja Di Pasar Sartika Duri
Warga Panik, Gempa Bumi Guncang Beberapa Wilayah di Jawa Barat
Pemuda Enok Curhat Dampak Buruk Penjualan Togel di Kampungnya
Diduga ada Masalah, Polres Inhil Akan Selidiki Peristiwa Keracunan MBG di SDN 032 Tembilahan
Polisi bersama Instansi Terkait Bersihkan Tumpahan Minyak Hitam di Sepanjang 2 Desa di Bintan
Diduga Teroris, Polisi Gunakan Senjata Laras Panjang dan Rompi Anti Peluru kepung Rumah di Air Tiris Kampar
7 Rumah Alami Rusak Berat Akibat Musibah Longsor di Kuala Enok Inhil
Seorang Wanita Ditemukan Tidak Bernyawa di Hotel Wisata Bengkalis
Pas Malam Tahun Baru, Bu Guru Selingkuh dengan Pak Kades di Hotel Digrebek Suami