PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Puluhan Nelayan penuhi Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Senayang
Bualbual - Senayang, puluhan nelayan tradisional bubu ketam memenuhi ruangan Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Senayang, Jum'at(28/07), meminta kejelasan dan perlindungan terhadap pukat-pukat jaring yang beredar bebas diperairan 8 mil dari pulau kentar senayang.
Mereka mengeluhkan bahwasanya tempat untuk mencari makan sehari-hari sudah tidak aman lagi, banyaknya pukat-pukat di laut kentar menyapu bubu-bubu milik nelayan tradisional senayang.
[caption id="attachment_12624" align="alignnone" width="169"]
Ketua Koperasi Nelayan PBK senayang[/caption]
Muhdi selaku ketua Koperasi Nelayan Persatuan Bubu Ketam ( PBK ) mengatakan bahwa kami sangat mengeluh dengan keadaan sekarang, kami sudah beberapa kali mengadu ke Dinas DKP, bahkan sewaktu dinas berada di Kabupaten kami juga pernah mengadu masalah pukat tersebut, namun belum ada respon positif yang kami dapat", tutur dia.
"Bagaimana tidak mengeluh harga 1 buah bubu lengkap dengan rotan itu 70 ribu rupiah, sedangkan bubu yang hilang di hantam pukat jaring itu sekitar 50 buah sekali hilang, dan dalam sekelam ( 1 bulan ) hanya dapat 1 minggu turun untuk mencari ketam sedangkan pukat tiap hari beroperasi, maka dari ini kami berharap kepada Dinas terkait ataupun aparat penegak hukum untuk turut membantu kami dalam masalah ini, lokasi penempatan bubu 6 mil - 8 mil dari pulau kentar, itu pun nasib-nasib tidak hilang, ungkap dia kepada bualbual.com
Dan hari ini kami datang lagi ke Dinas ingin menanyakan apakah pukat itu diberikan izinkan di perairan senayang ? Dan pukat itu bukan pukat dari wilayah lingga melainkan daerah luar lingga, sambungnya.
"Kami sangat berharap adanya tindakan dari pemerintah setempat ataupun aparat, sebab disitulah tempat kami mencari makan untuk keluarga.
Editor : bdn
Ketua Koperasi Nelayan PBK senayang[/caption]
Muhdi selaku ketua Koperasi Nelayan Persatuan Bubu Ketam ( PBK ) mengatakan bahwa kami sangat mengeluh dengan keadaan sekarang, kami sudah beberapa kali mengadu ke Dinas DKP, bahkan sewaktu dinas berada di Kabupaten kami juga pernah mengadu masalah pukat tersebut, namun belum ada respon positif yang kami dapat", tutur dia.
"Bagaimana tidak mengeluh harga 1 buah bubu lengkap dengan rotan itu 70 ribu rupiah, sedangkan bubu yang hilang di hantam pukat jaring itu sekitar 50 buah sekali hilang, dan dalam sekelam ( 1 bulan ) hanya dapat 1 minggu turun untuk mencari ketam sedangkan pukat tiap hari beroperasi, maka dari ini kami berharap kepada Dinas terkait ataupun aparat penegak hukum untuk turut membantu kami dalam masalah ini, lokasi penempatan bubu 6 mil - 8 mil dari pulau kentar, itu pun nasib-nasib tidak hilang, ungkap dia kepada bualbual.com
Dan hari ini kami datang lagi ke Dinas ingin menanyakan apakah pukat itu diberikan izinkan di perairan senayang ? Dan pukat itu bukan pukat dari wilayah lingga melainkan daerah luar lingga, sambungnya.
"Kami sangat berharap adanya tindakan dari pemerintah setempat ataupun aparat, sebab disitulah tempat kami mencari makan untuk keluarga.
Editor : bdn

Berita Lainnya
Berkunjung ke Sekolah,Marlis Syarif : Kelak Mereka yang Akan Menjadi Penerus Bangsa
Ribuan Warga Meranti Riau, Ikuti Aksi Bela Kalimah Tauhid
Kodim 0314 Inhil Sambangi Keluarga Winanda, Korban yang Jatuh di Sungai Batang Gansal
Meskipun Sule Akui Kesalahannya, Lina Tetap Ingin Cerai
Golkar Diminta Legowo Berikan Kursi Wakil Bupati Kampar Untuk PPP 'Sepeninggal Aziz Zaenal'
Demi Melihat Sandiaga Uno, Emak-Emak Rela Panjat Pohon
Dihari 17517 Wardan damping Ketua TP PKK Inhil Buka Lomba Cipta Rasa Menu (B2SA) Se Kab Inhil
Curi Celana Dalam,Wanita Cantik Ini Ditangkap Polisi
Pacu Sampan Leper 2019 di Inhil Telah Resmi Dibuka, Ayo Meriahkan!
Pekanbaru, Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Direncanakan Akan Dilantik 19 Mei Kalu Tidak Ada Halangan
Ilmu Komunikasi dan FDK UIN Suska Riau Gelar Workshop Social Media Marketing
Tampilkan Bakat Anak Anda di Indovizka Academy, Besok Akan Kembali Gelar Turnamen Futsal Khusus U-10 Tahun