PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Di Pekanbaru Warga Keluhkan Kelangkaan Gas 3 Kg
bualbual.com, Masyarakat Kota Pekanbaru, Provinsi Riau terutama kalangan ibu-ibu dibuat pusing tujuh keliling, lantaran sudah beberapa hari ini ketersediaan gas elpiji ukuran tiga kilogram lenyap dipasaran, mulai dari warung hingga agennya.
Lenyapnya keberadaan gas elpiji ukuran tiga kilogram dipasaran dalam beberapa hari ini kian meresahkan warga Pekanbaru, di mana tidak ada lagi warung hingga agen yang memiliki stok. Yang ada hanya tabung kosong yang dipajang.
Bahkan agar tidak capek-capek menjelaskan kepada setiap pembeli, pemilik usaha akhirnya menempel kertas karton yang bertuliskan Gas Elpiji 3 Kilogram kosong. Menurut salah seorang pedagang, kelangkaan itu sudah berlangsung sejak beberapa hari ini.
Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Puspita mengungkapkan, dirinya bahkan setiap pagi, siang, sore hingga malam selalu berkeliling mencari gas disekitar tempat tinggalnya, daerah Sukajadi. Namun sayang, tak satu pun didapati gas tiga kilo itu.
"Datang pagi masih kosong. Siang balik lagi juga sama. Dicek lagi sore siapa tahu sudah ada stok masuk, tahu-tahunya nggak berubah. Malam giliran suami yang keliling, hasilnya sama," sesal Puspita
Akibat tidak adanya gas, Puspita terpaksa tidak bisa memasak makanan buat keluarganya. Walhasil, sudah tiga hari ini ia terpaksa jajan di luar.
"Ya beli lauk di rumah makan jadinya. Biaya pun bertambah, padahal kalau masak nggak semahal itu," lanjutnya.
Dirinya tak habis fikir, di kota semaju Pekanbaru, bisa-bisanya Gas Elpiji tiga kilogram kosong berhari-hari, seakan-akan pemerintah tidak tahu menahu dengan kondisi ini. "Pemerintah kota mungkin kurang kekinian ya, warga sudah susah begini belum kelihatan upayanya," ketus Puspita.
Memastikannya, GoRiau.com pun sempat berkeliling kesejumlah agen gas dan warung-warung yang menjual Elpiji tiga kilogram. Memang rata-rata yang ada hanya tabung kosong saja yang dipajang penjual. Kata pedagang, hal serupa juga terjadi awal bulan lalu (September, red).
Tidak hanya langka saja, harga Elpiji tiga kilogram juga melambung hampir 100 persen di warung. Jika agen menjualnya berkisar Rp18 ribu, maka di warung bisa mencapai Rp25 ribu. "Kadang-kadang hampir Rp30 ribu," pungkas Puspita.
Entah itu masalahnya karena terbatasnya ketersediaan atau ulah spekulan, yang jelas ini menimbulkan masalah baru bagi warga Kota Pekanbaru saat ini. ***

Berita Lainnya
Polres Inhil Amankan 4 Remaja di Jl.Pendidikan Tembilahan
Peringati HGN, Sekretaris Kesbangpol dan Dandim 0314/Inhil Kunjungi SDN 10 Sungai Beringin
Salah dan Origi Antar Liverpool Juara Liga Champions 2019
Bawaslu Riau: Jika tak ingin ada Masalah, Kampanye Akbar Jangan Melibatkan Anak-anak
KPU Pekanbaru Tunggu Instruksi KPU RI, Penetapan Hasil Pemilu 2019
Pemuda Dusun Tua Desa Keritang Laksanakan Gotong Royong
Bupati Inhil lounching Penyerahan Bansos Rasta DPRD Inhil Harapkan Bantuan Tersebut Bisa di Rasakan Masyarakat Miskin
Bapenda Pekanbaru Turunkan Tim Copot Reklame tak Berizin, Untuk Antisipasi Pengusaha Nakal
Gubri Syamsuar Tetapkan Status Siaga Darurat Corona Hingga 15 April Mendatang
Nama PT Geofani Dicatut untuk Makan dan Minum 'Dugaan Korupsi Dana Penelitian UIR'
Menkumham RI Yasonna Laoly Mengundurkan Diri!
Pertama Kali di Dunia, Rusa Berkepala Dua Lahir