PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
M. Arifin: Tak Moleknya Prestasi Inhil Di MTQ Riau, Karena Stakeolder Bidang Belum Berjalan
Bualbual.com, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Indragiri Hilir (Inhil), ternyata tak mau disalahkan tentang tidak membaiknya prestasi Inhil pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-36 Tingkat Provinsi Riau, di Dumai, 10-16 Desember 2017 lalu. Seperti dikatakan oleh Kabag Kesra Setdakab Inhil, M Arifin, prestasi Inhil pada MTQ itu seharusnya tanggungjawab banyak pihak di Inhil, bukan Bagian Kesra saja.
Dijelaskan Arifin, kafilah-kafilah yang dikirim untuk MTQ Provinsi adalah hasil dari MTQ Tingkat Kabupaten. Jadi, sebutnya, jika ingin Inhil berprestasi di tingkat provinsi maka kualitas pemenang di tingkat kabupaten benar-benar tinggi.
"Kalau hasil MTQ tingkat kabupaten kualitasnya tidak di tingkatkan, begitulah. Hasil MTQ tingkat kabupaten tentu adalah utusan kecamatan-kecamatan yang dibina secara terpadu oleh ummat. Bukan LPTQ atau Kesra saja, tapi semua stakeholder bidang keagamaan yang di pelopori oleh yang terkait di kecamatan dan di dukung semua pihak. Karena hal tersebut belum di lakukan, beginilah hasilnya," ujar Arifin melalui pesan messengernya, Ahad sore (17/12/2017).
Arifin juga menyatakan bahwa hal ini sudah sejak setahun lalu dikatakannya. Saat itu, pada MTQ ke 35 Provinsi Riau di Pekanbaru, Inhil memang telah jatuh merosot ke peringkat 11.
"Kalau mau menyalahkan Bagian Kesra atau LPTQ, bapak saudara mengerti gak tugas dan keterkaitan bagian kesra dan LPTQ, pada prestasi? Saya sudah katakan setahun yang lalu, ketika tu menjelang Musda LPTQ," imbuh Arifin.
Tidak adanya rasa tanggung jawab bersama untuk Inhil lebih baik, disebutkan Arifin pula, bahwa terlihat saat Musda LPTQ yang diselenggarakan tahun lalu yang beragendakan pemilihan pengurus LPTQ Inhil. Dikatakannya, 6 bulan pengurus LPTQ Inhil kosong kepengurusan. Hal ini disebabkan tak ada yang berminat untuk menjadi pengurus LPTQ.
"Mendengar kalo LPTQ itu lembaga tempat pengabdian, hampir 6 bulan pengurus LPTQ kosong, karena gk satu orang pun yg berminat. Akhirnya Pak Bupati menunjuk Asisten 1 sebagai ketua, karena masih dan sejalan dengan Tupoksi, lalu apa tugas LPTQ dan Bagian Kesra," kata Arifin.
Prestasi yang kembali berada di peringkat 11 pada MTQ di Dumai baru ini, dikatakan Arifin memang sudah diprediksinya. Hal ini katanya, nampak pada saat melatih para calon kafilah yang akan dikirim ke Dumai itu. Untuk itulah, dirinya sendiri mengaku tak heran.
"Sebenarnya kalau yang dibina itu sudah mendekati baik, mungkin bisalah. Tapi kenyataan liat sendiri! Silahkan tanya para pelatih, bagaimana mereka pusing, stress, melihat realita calon kafilah Inhil. Padahal mereka itu para juara kabupaten. Pelatih sudah beri masukan dan gambaran betapa kasian Inhil kalau seperti ini. Itu gambaran mereka.
Tapi apa daya pelatih LPTQ atau Kesra. Mau mencoba berbenah bagaimana? Tetap saja disalahkan. Mencoba melakukan seleksi ulang, tambah disalahkan," keluh Arifin. (Ucu1)

Berita Lainnya
5 Kg Sabu-sabu Tangkapan Bea Cukai Dimusnahkan Polres Inhil
Cie, Timnas Indonesia Dapat Dukungan dari Miyabi Nih
Penyebab Narkoba Sulit Dicegah Masuk Daerah Riau
Sandiaga: Janjikan DBH Migas dan Sawit Berkeadilan untuk Riau 'Pulang Ke Tanah Kelahiran'
Komisi III DPRD Inhil Minta Pemkab Ambil Langkah Anitisipasi Terkait Longsor di Parit 6 Tembilahan
Dalam 10 Hari, Polresta Pekanbaru Ungkap 15 Kasus Jenis Narkoba
Pasien Tanpa Identitas dan Hilang Ingatan Terdampar di RSUD Mandau Bengkalis
Seorang Pria Meninggal Mendadak Di Dealer Yamaha Pinggir, Mengindap Penyakit Sesak Nafas
PLN Batam Sebar Wastafel Portable, Dukung Penanganan Covid-19 Batam
Terkait Uzin Galian C Supkon,Pihak HKi 4B, Beri Penjelasan
Kapolres Inhil Berkunjung ke SD 21 Marjinal Panglima Hitam Desa Sebatu, Berharap Masalah Kepemilikan Lahan Cepat Selesai
Massa di Bawaslu Lakukan Provokasi 'Usai Buka Puasa'