PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Penerimaan CPNS 2018 Akan Dibuka, Kuota Guru 100.000 Lebih
bualbual.com, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur telah mengumumkan penerimaan CPNS 2018 akan dibuka pada akhir Juli.
Jadwal penerimaan CPNS 2018 diungkapkan Asman usai Rakornas Kepegawaian 2018, Rabu (11/7/ 2018) di gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang.
“Ada 220 ribu ASN yang pensiun, oleh sebab itu dalam waktu dekat ini akan diumumkan formasinya untuk menempati posisi di pemerintah daerah dan kementerian atau lembaga. Seleksi akan dilakukan oleh BKN,” jelas Asman.
Khusus untuk guru, kuotanya mencapai 100 ribuan. Kementerian Agama (Kemenag) dikabarkan mendapatkan alokasi 20 ribu CPNS untuk guru madrasah.
“Kita sekarang sedang berupaya mengangkat guru PNS,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam peluncuran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru Pendidikan Agama Islam (PPKB-GPAI) di Tangerang Jumat malam (13/7).
Persiapan penerimaan guru CPNS itu masih terus dibahas bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian PAN-RB, serta Bappenas.
Dia menerangkan, guru PNS di madrasah maupun sekolah umum secara nasional masih kurang. Untuk itu, pemerintah berencana membuka lowongan guru dalam jumlah besar. Untuk kuota CPNS guru di madrasah diperkirakan mencapai 20 ribu orang.
Lukman juga memberikan perhatian terkait keberadaan guru pendidikan agama Islam (PAI) di sekolah umum. Menurutnya saat ini jumlah guru PAI di sekolah umum, masih kurang.
Selain itu, juga banyak guru PAI yang latar belakang kuliahnya bukan dari jurusan PAI, sehingga dikhawatirkan kurang maksimalkan dalam mengajarkan materi agama Islam kepada anak didik.
Menurut mantan Wakil Ketua MPR itu, guru PAI memiliki peran penting mulai jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA serta perguruan tinggi. Makanya Kemenag terus menggalakkan moderasi dalam beragama. Khususnya di lingkungan sekolah.
“Moderasi beragama. Bukan moderasi agama. Karena agama itu sudah moderat,” katanya.
Dalam menjalankan atau memaknai agama, imbuhnya, ada dua kutub yang saling berjauhan. Yakni kutub paling ekstrem dan kutub paling radikal. Nah, moderasi beragama ingin membuat orang berada di tengah-tengah dalam beragama.
Dalam PPKB-GPAI yang dihadirkan adalah guru-guru instruktur nasional. Diharapkan nanti mereka bisa menularkan hasil pengembangan keprofesian kepada guru-guru lainnya di daerah. Lukman menegaskan seorang guru harus terus belajar. *(pojoksatu.com)

Berita Lainnya
Bupati Inhil HM. Wardan Kenang Masa 1 Tahun Silam, Haul Akbar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani
Gerindra Inhil: Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1440 H. "Kita Bukan Lagi 01 ataupun 02 Kita adalah Indonesia Raya"
Gubri Tak Berani Teken Takut Kena Pidana, Nasib Honorer K2 Riau Kian Tak Jelas
Ketum HMI Riau-Kepri Harapkan Hasil Diskusi "Meneropong Kepemimpinan Riau 2018 Bisa Berdampak Baik Bagi Masyarakat
Ambulance Di Anggap Mempunyai Kekuatan Misteri di Duri Akhirnya Ambulance Ini Berhasil Dievakuasi
Menkumham Yasonna Laoly, Minta Polisi Penjarakan Kepala Rutan Pekanbaru dan Jajarannya
Dewan Inhil Minta Pemkab Tetap Lanjutkan Pembangunan Jembatan Enok
Sukmawati Kecewa Hakim Tolak Praperadilan SP3 Habib Rizieq
Infrastruktur Jalan Tembilahan Memprihatinkan, Bupati Inhil: Itu Tetap Jadi Prioritas
Ini Lima Fakta Menarik Soal Pemain Anyar Persib Bandung, Michael Essien
Tidak Terimanya PPP Ucapan ''BANGSAT' Oleh Politisi PDIP Arteria Ke Kementerian Agama
Seribuan Mahasiswa Unjuk Rasa Tuntut Kapolri Copot Oknum Polisi Pelaku Kekerasan