PILIHAN
Ape Pasal.!!! Warga Tembilahan Tinggal di Rumah Yang Hampir Roboh, Begini Ceritanya
Bualbual.com, Mendengar kabar tentang kondisi rumah salah satu warga di kota Tembilahan tinggal yang di bilang tidak layak untuk di tempati, Secara tersentak di benak pikiran kita pastilah merasa kaget dan terharu dan sebagainya.
Tembilahan Negeri Seribu Parit, Hamparan Kelapa Dunia namun masih ada warga dengan kondisi rumah yang sangat memprihatinkan.
Dengan nada suara yang lembut dan mata berkaca-kaca Imarni (49) menjelaskan kondisi rumah yang ditempatinya sekarang, sangat menyedihkan karena hampir roboh.
Saat dikunjungi di Jl Haji Hasan, Kelurahan Tembilahan, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, untuk dimintai keterangan, Sabtu (18/8/2018). Imarni menyebutkan rumah yang ditinggali tersebut juga dipinjamkan oleh warga setempat.
“Sebenarnya rumah ini milik tetangga yang dipinjamkan ke kami untuk ditinggali. Sudah 13 tahun kami di sini bersama sang suami Husin (60),” ujarnya sambil bersedih.
“Ya beginilah yang ada sekarang hanya bisa pasrah tak tau lagi mau kemana, sementara bapak sudah tua tak bisa lagi kerja apa-apa, cuma bisa mencari barang bekas untuk dijual,” sebutnya.
Imarni juga menceritakan bagaimana kondisi yang harus dilewati saat hujan dan angin kencang datang sementara rumah yang ditinggali sudah hampir roboh.
Dalam penjelasannya, Marni katakan ia harus pergi mengungsi ke teras rumah tetangga untuk bernaung jika hujan lebat atau angin kencang datang, karena takut tertimpa bangunan apabila berada di dalam.
“Tak peduli jam berapa saja jika hujan lebat atau angin kencang datang kami berdua harus turun dari rumah mencari tempat untuk bernaung. Yang repotnya kalau hujan tengah malam, kami terpaksa ke depan rumah orang untuk menunggu hujan reda,” katanya.
Sementara itu, menurut penjelasan Husni, dirinya kemarin hampir saja mendapatkan bantuan dari masyarakat untuk dibuatkan rumah yang layak namun terkendala karena tidak memiliki tanah.
“Kemarin ada yang mau bantu bangunkan rumah tapi harus dibangun di tanah sendiri, sementara saya tidak punya tanah, jadi batal,” ucap Husni dengan nada pelan.
Husni menambahkan, sejauh ini ia masih berharap ada pihak yang mau membantunya terlebih sekarang sudah ada tetangga yang bersedia meminjamkan tanahnya untuk dibangun.
“Sekarang sudah ada tetangga yang mau meminjamkan tanahnya, tepatnya di ujung lorong ini. Saya juga berharap jika ada yang mau membantu ya di lorong ini aja dibangunkan karena saya sudah kenal dengan warga sekitar,” imbuhnya.***
Dalam penjelasannya, Marni katakan ia harus pergi mengungsi ke teras rumah tetangga untuk bernaung jika hujan lebat atau angin kencang datang, karena takut tertimpa bangunan apabila berada di dalam.
“Tak peduli jam berapa saja jika hujan lebat atau angin kencang datang kami berdua harus turun dari rumah mencari tempat untuk bernaung. Yang repotnya kalau hujan tengah malam, kami terpaksa ke depan rumah orang untuk menunggu hujan reda,” katanya.
Sementara itu, menurut penjelasan Husni, dirinya kemarin hampir saja mendapatkan bantuan dari masyarakat untuk dibuatkan rumah yang layak namun terkendala karena tidak memiliki tanah.
“Kemarin ada yang mau bantu bangunkan rumah tapi harus dibangun di tanah sendiri, sementara saya tidak punya tanah, jadi batal,” ucap Husni dengan nada pelan.
Husni menambahkan, sejauh ini ia masih berharap ada pihak yang mau membantunya terlebih sekarang sudah ada tetangga yang bersedia meminjamkan tanahnya untuk dibangun.
“Sekarang sudah ada tetangga yang mau meminjamkan tanahnya, tepatnya di ujung lorong ini. Saya juga berharap jika ada yang mau membantu ya di lorong ini aja dibangunkan karena saya sudah kenal dengan warga sekitar,” imbuhnya.***

Berita Lainnya
Laporan Haji: Kondisi Jemaah Calon Haji Inhil dalam Keadaan Sehat
Polres Inhil Selama Enam Hari 255 Pelangar dalam Razia Operasi Zebra Siak 2017
Hari Ini Mulai Cek Kesehatan Pengendara 'Posko Covid-19 Batas Kampar-Sumbar Sudah Terbentuk'
Tak Mengkhawatirkan, KPU Riau Siap Terima Kedatangan Ribuan Pengunjukrasa
Sebanyak 841,71 Lahan Terbakar, Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla 'Berlaku Hingga Oktober 2019'
Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Provinsi Riau Tumbuh 2,91%
Warga Jalan M. Boya Tembilahan Dihebohkan dengan Penemuan Mayat
Rumah Novanto Mau Dilelang, Segini Harga Pasarannya
Rumbai di Landa Kabakaran Lagi, 8 unit Rumah Warga Hangus Terbakar
Pjs.Bupati Rudyanto Pimpin Apel hari pertama Pasca lebaran Idul Fitri 1439 H
BRK Syariah tak Bisa Diwujudkan Tahun Ini 'Tak Cukup Modal'
Mirip Puisi "Kasihan Bangsa" Karya Kahlil Gibran, Mengambarkan Keadaan Indonesia Saat Ini