PILIHAN
DPR: Arah Penyelesaian Masalah Honorer K2 Memang Tidak Jelas
Bualbual.com, Anggota Komisi II DPR Yandri Susanto mengatakan pihaknya sudah dari dulu meminta pemerintah menyelesaikan persoalan honorer K2 secara serius dan terukur.
Namun, kata Yandri, penyelesaian itu sama sekali tidak jelas sehingga wajar saja para honorer menuntut kejelasan nasib mereka.
“Kalau sekarang tidak jelas bagaimana arah penyelesaiannya. Jadi, wajar kalau para tenaga honorer menuntut kejelasan nasib mereka,” kata Yandri menjawab JPNN.com, Selasa (23/10), terkait rencana aksi demonstrasi honorer K2 di Istana Negara, Jakarta, 30 Oktober 2018 mendatang.
Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR itu menuturkan, jangankan honorer K2, persoalan honorer K1 saja sampai saat ini masih ada yang belum tuntas.
“Jangankan K2, yang K1 saja masih ada yang belum beres terutama di Banten. Padahal, mereka sudah sejak lama dinyatakan lulus CPNS (calon pegawai negeri sipil),” ungkap Yandri.
Menurut Yandri, pemerintah sebenarnya bisa menempuh banyak cara untuk menyelesaikan persoalan honorer ini. Misalnya dengan merevisi Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia mengatakan, semua cara bisa ditempuh asal pemerintah benar-benar serius menyelesaikan persoalan honorer tersebut.
“Ya bisa semua ditempuh. Melalui revisi ASN juga bisa dan sudah kami usulkan di Baleg (Badan Legislasi) tapi pemerintah tidak setuju. Mengangkat langsung juga bisa dengan validasi data honorer yang sudah ada, atau PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) juga bisa asal pemerintah benar-benar serius dan mau menyelesaikan persoalan ini,” ujar Yandri.
Sebelumnya diberitakan, para honorer K2 akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada 30 Oktober mendatang. Rencananya, aksi melibatkan 50 ribu orang yang akan dipusatkan di Istana Negara.
Ketua Umum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih mengungkapkan, sesuai hasil keputusan rakornas di Subang, Jawa Barat (Jabar) pada 5 Oktober, akan ada aksi besar-besaran. Mestinya, massa yang akan turun sekitar 100 ribu orang. Namun, rencana ini terhambat masalah perizinan.
Massa dalam jumlah besar memang dikonsentrasikan di Istana Negara. Namun, honorer K2 yang tidak bisa ke Jakarta, juga menggelar aksi di masing-masing daerah.
“Kami akan menurunkan 50 ribu massa untuk mengepung Istana Negara. Mudah-mudahan presiden mau bertemu honorer K2," kata Titi kepada JPNN, Selasa (9/10).
Editor : BBC
Sumber : jpnn.com

Berita Lainnya
Ayat Cahyadi: Ingatkan Sekolah Tak Terima Siswa Baru Lebih dari Daya Tampung
Fahri Hamzah: Kini Sudah Waktunya Prabowo Bicara, Setelah 21 Tahun Bungkam
Wow...Di TPS Rizieq Shihab, Ahok-Djarot Menang
Yang Lagi Liburan Ke Sumbar, Ada Desa Kuno Terindah Sedunia Lo ...
Uang Rp500 Juta Masih Ditahan, Caleg Gerindra Riau yang Ditangkap Sudah Dipulangkan
Irwan Nasir: Biar Nanti Mereka Naik Becak Saja, Bupati Meranti Ancam Tarik Mobdin OPD yang Nunggak Pajak
Polsek Bangko Ringkus DPO Kasus Narkoba
Terbongkar Sudah ! 5 Trik Matematika yang Tidak Pernah Diajarkan Di Sekolah,berikut penjelasannya
Presiden Turki Larang Produk Apple Masuk ke Negaranya
Kembali Menelan Korban, Seorang Karyawan Perusahaan di Inhil Meninggal Dunia Karena Diterkam Harimau Sumatera
Menkum HAM RI Yasonna L Laoly, Kunjungi Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru
Rupat dan Rupat Utara Jadi Tuan Rumah BID Cluster III