PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Ternyata Dalam Pencapaian APBN 2018, Pemerintah Masih Gali Lubang Tutup Lubang
BUALBUAL.com, Trrnyata Pencapaian APBN 2018 yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperlihatkan bahwa pemerintah masih mengandalkan utang untuk menutupi bunga.
Praktis, hal itu membuat negara terjerembab kembali ibarat pepatah gali lubang tutup lubang.
"Nilai keseimbangan primer masih negatif sebesar 1,8 persen. Hal ini menunjukkan pemerintah masih gali lubang tutup lubang untuk menutup anggaran yang ada. Dengan kata lain, pemerintah masih berutang untuk membayar bunga utang dalam APBN 2018," jelas Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Handi Risza kepada wartawan, Kamis (3/1).
Di sisi lain, pemerintah merasa berhasil dengan pencapaian di mana tergambar dalam realisasi penerimaan negara dalam APBN 2018 per akhir Desember 2018 yang tembus 102,5 persen atau setara Rp 1.942,3 triliun atau 102,5 persen dari target sebesar Rp 1.894,7 triliun.
Kemudian realisasi belanja negara sampai Desember 2018 sebesar Rp 2.202,2 triliun atau 99,2 persen dari target Rp 2.220,7 triliun. Defisit APBN sebesar Rp 259,9 triliun atau sebesar 1,76 persen dari produk domestik bruto dari target Rp 325,9 atau 2,19 persen dalam APBN 2019.
Sambung Handi, penerimaan APBN yang besar itu karena faktor kenaikan harga minyak dunia yang berimbas pada harga acuan minyak Indonesia (ICP). Sepanjang 2018, ICP bergerak pada rentang harga USD 59-77 per barel. Akhir November lalu, ICP mencapai USD 62,98 per barel.
"Padahal asumsi harga minyak dalam APBN 2018 hanya sebesar 48 dolar AS per barel. Adanya selisih antara asumsi APBN dengan pergerakan harga minyak dunia membuat penerimaan negara dari sektor migas otomatis meningkat tajam, baik dari pajak maupun penerimaan lain non pajak," paparnya.
Handi mengatakan, kontribusi harga minyak dunia terlihat pada penerimaan PPh Migas sebesar Rp 64,7 triliun atau 156 persen dari target APBN 2018 sebesar Rp 38,13 triliun.
Akibat karena masih mengandalkan utang, pemerintah juga belum berhasil menurunkan angka kemiskinan. Per Desember 2018, angka kemiskinan masih 9,8 persen.
"Rata-rata penurunan angka kemiskinan justru semakin lambat. Dari tahun 2015 hingga 2018, penurunan angka kemiskinan rata-rata hanya mencapai 0,88 persen jauh dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mencapai angka 3,4 persen," jelas Handi.
Sumber: RMOL.co

Berita Lainnya
Ketua DPD Golkar Sumut Dicopot, Ahmad Doli Kurnia Jadi Plt
KPU akan Tetapkan Anggota DPRD Rohul Terpilih 4 Juli 'Tak ada Gugatan ke MK'
Dua Lembaga Survey Polmark dan Voc Populi Keluarkan Rilis Berbeda Jelang Pilgubri 27 Juni Mendatang
Kades di Riau Korupsi Duit Simpan Pinjam Divonis 5 Tahun Penjara
Kondres HMI Di Ambon Lion Air Bebaskan Biaya Tiket Setiap Kader
Berbagi Info Inilah 8 Bahaya Kurang Tidur Bagi Kesehatan Anda
Simpan 430 Pil Ekstasi, Warga Rohul Diringkus Polisi
Disdik Pekanbaru Tunggu Juknis, Terkait Skema Penyaluran BOS Dirombak
Minta Kader Fokus ke Pilkada 2020, Ahmad Muzani Puji Perolehan Suara Gerindra di Riau
Galau! Ustad Abdul Somad Menghela atau Dihela
Bupati HM. Wardan Paparkan Program Pembangunan Inhil Saat Buka Puasa Bersama KKIH Jakarta
Penyanyi Minang Ipank Turut Meriahkan "Semangat Pahlawan Bersama Yamaha FreeGo"