PILIHAN
Diduga Palsukan Surat Tanah, Agus Salim Didakwa Pasal Berlapis
BUALBUAL.com, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menggelar sidang kasus pemalsuan surat kepemilikan tanah dengan Terdakwa Agus Salim, Kamis (10/1/2019).
Selain didakwa memalsukan surat kepemilikan tanah, Agus Salim, warga Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru itu juga dinilai menggunakannya untuk mengklaim lahan milik Herman Sani di Jalan Badak sebagai miliknya.
Hal itu terungkap dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum, Pince SH,. Disebutkan, perbuatan terdakwa Agus Salim bin Ibrahim ini dilakukan sekitar tahun 2011 hingga 10 Agustus 2017.
Perbuatan tersebut dilakukan di Hang Tuah, Gang Akhir, No 107 Kota Pekanbaru, Jalan Tenayan Raya RT.002 RW.014, Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Jalan Cimpedak 1 Gang Perwira RT.04 RW.02 Kelurahan Industri Tenayan Raya Kota Pekanbaru, di Simpang Jalan Harapan Raya dengan Jalan Hang Tuah Pekanbaru dan di Jalan Tenayan Jernih Gang Cempedak I RT.05 RW.14 Kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru.
Terdakwa didakwa dua pasal berlapis,. Dakwaan pertama yakni membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian.
Hal ini sesuai dengan Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.
Sementara itu, dakwaan kedua yakni terdakwa Agus Salim dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, menjual, menukarkan atau membebani dengan credietverband sesuatu tanah yang belum bersertifikat, sesuatu gedung, bangunan, penanaman atau pembenihan diatas tanah yang belum bersertifikat, padahal diketahui bahwa yang mempunyai atau turut mempunyai hak di atasnya adalah orang lain.
Hal ini sesuai dengan pasal 385 ayat 1 ke 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.
Dugaan adanya pemalsuan ini diketahui korban Herman Sani, sekitar tahun 2014 lalu. Ketika itu ia mendapati lahannya seluas 4 hektare dengan bukti kepemilikan SKGR, nomor 183 /590/TR/2010, dan nomor 184/590/TR/2010 di Jalan Badak Ujung telah dirusak seseorang.
Hal ini kemudian dilaporkan ke kepolisian dan belakangan diketahui hal tersebut dilakukan Terdakwa Agus Salim. Terdakwa mengklaim lahan tersebut atas nama Ibrahim, orang tua Agus Salim.
Tanah itu, diakui keduanya sah milik mereka sesuai dengan nomor surat 515/SH/1987, yang dari penyidikan Polda Riau surat itu diduga palsu.***

Berita Lainnya
Masalah Lahan Parkir, Pekerja Proyek Jalan Abdul Manaf Tembilahan Dikeroyok
Secara Resmi Ketua DPC GMNI Pekanbaru Buka PPAB GMNI Kab Inhil
Pernah Skors RA BPJS TK Mengaku, Karyawati yang Dilecehkan Atasannya
Gubernur: Tak Malu Kita dengan Rakyat? Banyak ASN Tak Disiplin
Mahasiswa UIN Suska Riau Dilaporkan ke Polisi, Diduga karena Aksi Demo di Kampus
Apel Hari Bhakti Imigrasi Ke-69 'Sekda Meranti Ikut Hadiri di Kantor Imigrasi Selatpanjang'
Wow.. Milad ke-71, SPS Riau Bagi 1 Ton Kurma-1 Ton Beras
Diduga Cabuli Bocah, Tukang Duplikat Kunci di Ujung Batu Ditangkap Polisi
Warga Keluhkan Pengurusan Paspor di Kantor Imigrasi Pekanbaru 'Gangguan Jaringan'
Menhub Bersama Menkes dan Menpar Pimpin Rakor Bahas Upaya Pencegahan Virus Korona di Indonesia
Hakim Tipikor Sebut Indra Gunawan alias Eed Pembengak