PILIHAN
Warga Bonai Rohul, Tolak Kehadian PT. RAR dan TNI di Lahan Sengketa
BUALBUAL.com, Ratusan Warga Desa Sontang dan Pauh Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Senin (21/1/2019), berunjuk Rasa di lahan yang disengketakan masyarakat dengan PT. Rokan Adi Raya Plantantions.
Dalam Aksi unjuk rasa tersebut, warga Sontang dan Pauh ini berorasi serta membentangkan spanduk berisikan penolakan mereka terhadap kehadiran PT. RAR. Aksi unjuk rasa inipun mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian.
Ada 2 tuntutan yang substansial yang disampaikan masyarakat dalam aksi unjuk rasa ini. Pertama, masyarakat menolak kehadiran PT Rokan Adi Raya Plantation di Desa Sontang dan Desa Pauh karena PT Rokan Adiraya Planttation telah kalah dalam persaingan dan tidak memiliki hak untuk mengambil kembali lahan masyarakat.
Kedua, masyarakat Sontang dan Pauh meminta kepada Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, gubernur, bupati dan instansi terkait untuk menarik kembali anggota TNI yang berada di dalam areal perkebunan masyarakat Desa Sontang dan Desa Pauh karena telah membuat masyarakat resah dan ketakutan.
Menurut Kepala Desa Sontang, Zulfahrianto SE, konflik lahan antara PT.RAR dengan masyarakat berlangsung sejak tahun 1990-an. Masyarakat memiliki pengalaman buruk bekerjasama dengan PT.RAR yang mereka anggap ingkar janji memberikan lahan yang dikerjasamakan.
Menurut kades, luas lahan yang diklaim perusahaan seluas 12 Ribu hektare namun saat ini sebagian lahan tersebut sudah ditanami sawit oleh masyarakat dan sudah produktif.
"PT RAR sudah banyak membohongi masyarakat, jadi kami tegaskan, mulai hari ini kami tidak memberi ruang kepada PT RAR," cakap Kades Sontang Zulfahrianto.
"PT.RAR telah berbuat arogan dengan memasang pamflet bertuliskan klaim lahan 12 Ribu haktater di lahan masyarakat. Yang lebih parahnya, PT. RAR bahkan memasang ampang-ampang di jalan masuk perkebunan warga," ujarnya.
Terkait adanya pasukan TNI yang berada di lahan sengketa tersebut, Zulfahrianto mengaku, tidak tahu apa tujuannya. Tapi memang, beberapa waktu lalu, ia mendapatkan informasi ada latihan TNI di kawasan lahan tetsebut, namun setelah latihan tersebut selesai, Personel TNI tidak kunjung ditarik dan seolah menjadi penjaga lahan.
"Kami berharap TNI dapat bersikap arif dan netral dalam persoalan ini, TNI itu kan berasal dari masyarakat jadi jangan TNI seolah-olah membonceng perusahaan yang tak jelas," ujarnya.
Sementara itu, Camat Bonai Darussalam Basri membenarkan adanya kegiatan latihan TNI di kawasan tersebut. Namun ia tidak mengetahui adanya persoalan sengketa lahan.
"Kalau tak salah memang ada surat dari Korem untuk melakukan latihan dari tanggal 1 sampai 31 Desember 2018 lalu. Tapi kalau persoalan lahan saya tidak tahu," katanya.
Sumber: Cakaplah

Berita Lainnya
Hanya Dua Daerah yang Connect, Gubernur dan Wagub Riau Ujicoba Video Conference
Maju Pilkada Mendagri Tegaskan Pejabat Tidak Gunakan APBD
Tim Paspampres Mulai Menyisir Hotel Prime Park Pekanbaru, Jelang Kedatangan Jokowi ke Riau
Kunjungi Program Bedah Rumah FKWI Kemuning, Hj Zulaikhah Wardan: Mereka Adalah Utusan Allah
Begini Serunya Pembukaan Ospek STISIP Bunda Tanah Melayu Lingga
Dandim 0314 Inhil Menghadiri Cofee Morning yang Diselenggarakan Wabup Inhil
Bupati Kampar Dampingi Kalemdiklat Polri dalam Peninjauan, Pembangunan dan Penanaman 1000 Pohon di SPN Polda Riau
Tim Dosen dan Mahasiswa Unilak Produksi Hand Sanitazer Berstandar WHO
Bahaya, Gugup Saat Bertemu Pacar
51 KK Kehilangan Tempat Tinggal 58 Rumah Terbakar Inilah Nama Musibah Kebakaran Pasar Bekawan Kec Mandah
Pemda Rokan Hilir Serahkan bantuan 163 Rumah Layak Huni ke Masyarakat Kurang Mampu
Bupati HM. Wardan Resmikan PLTD CTSM Cahaya, Tempuling