Stigma Jadi Penghalang!
Tak Mau Penyintas Narkoba Terpuruk! BNNK Pelalawan Siapkan Jalur Kerja dan Usaha
BUALBUAL.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pelalawan menyiapkan strategi pemberdayaan ekonomi bagi para penyintas penyalahgunaan narkotika melalui kemitraan dengan dunia usaha dan sektor ekonomi kreatif.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pemulihan tidak hanya berfokus pada upaya melepaskan seseorang dari ketergantungan narkotika, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja, berusaha, dan menjalani kehidupan secara mandiri.
Kepala BNNK Pelalawan, Sasli Rais, menilai para penyintas membutuhkan lebih dari sekadar pendampingan pemulihan. Mereka juga memerlukan akses pelatihan keterampilan, kesempatan kerja, jaringan usaha, hingga dukungan pengembangan ekonomi agar dapat kembali berperan di tengah masyarakat.
Selama ini, stigma sosial serta terbatasnya akses terhadap lapangan pekerjaan dan permodalan masih menjadi tantangan bagi penyintas yang ingin membangun kembali kehidupannya.
Karena itu, BNNK Pelalawan berupaya menghadirkan pola pemberdayaan yang menghubungkan kemampuan para penyintas dengan kebutuhan dunia usaha dan peluang di sektor ekonomi kreatif.
### Bangun Ekosistem Pemberdayaan Berbasis Kemitraan
Upaya tersebut diwujudkan melalui proyek perubahan bertajuk Transformasi Tata Kelola Pemberdayaan Penyintas Penyalahgunaan Narkotika melalui Kemitraan Ekonomi Kreatif.
Program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, komunitas antinarkoba, hingga perwakilan penyintas.
Sebagai langkah awal, BNNK Pelalawan membentuk Forum Kemitraan Pemberdayaan Penyintas pada 21 September 2026. Forum tersebut menjadi wadah koordinasi untuk menyatukan peran dan dukungan berbagai pihak agar program pemberdayaan berjalan terarah dan berkelanjutan.
Penguatan tata kelola kemudian dilakukan melalui penetapan Pedoman Tata Kelola Pemberdayaan Penyintas pada 12 Oktober 2026.
Pedoman tersebut mengatur prinsip pemberdayaan, pembagian peran para pemangku kepentingan, tahapan pelaksanaan, hingga mekanisme pemantauan dan evaluasi.
Dalam pelaksanaannya, pemberdayaan diawali dengan pemetaan kompetensi dan potensi masing-masing penyintas. Hasil pemetaan menjadi dasar untuk menghubungkan mereka dengan peluang pelatihan, program magang, kesempatan kerja, maupun pengembangan kewirausahaan.
Melalui pendekatan ini, BNNK Pelalawan ingin memastikan program pemberdayaan tidak sekadar menjadi kegiatan pelatihan atau seremoni, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para penyintas.
### Gandeng Perusahaan, Buka Peluang Kerja bagi Penyintas
Keterlibatan dunia usaha menjadi salah satu faktor penting untuk menjamin keberlanjutan program pemberdayaan.
Untuk itu, BNNK Pelalawan telah melakukan pendekatan awal kepada sejumlah perusahaan, di antaranya PT Ciptadaya Sejatiluhur dan PT Petroflexx, guna menjajaki peluang kerja sama.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk dukungan, seperti pelatihan keterampilan, kesempatan magang, akses pekerjaan, hingga bantuan pengembangan usaha bagi para penyintas.
Selain memperluas kemitraan, BNNK Pelalawan juga menyiapkan penguatan kapasitas personel serta sistem pemantauan dan evaluasi program.
Bahkan, skema penghargaan bagi mitra usaha yang berkontribusi dalam pemberdayaan penyintas turut disiapkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan untuk meningkatkan partisipasi dunia usaha.
Berbagai langkah tersebut menjadi fondasi dalam membangun model pemberdayaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Namun, keberhasilan program ini tetap bergantung pada konsistensi kolaborasi, ketersediaan peluang ekonomi yang sesuai, serta keberlanjutan dukungan setelah program berjalan.
Pada akhirnya, keberhasilan pemulihan tidak hanya diukur dari kemampuan seseorang untuk lepas dari penyalahgunaan narkotika, tetapi juga dari terbukanya kesempatan untuk kembali produktif dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Melalui kemitraan ekonomi kreatif, BNNK Pelalawan berupaya memastikan para penyintas mendapatkan kesempatan untuk berkarya, memperoleh penghidupan, serta menata masa depan yang lebih baik dan mandiri.
Rilis

Berita Lainnya
Usai Lakukan Aksi Protes saat Presiden Iran Berpidato, PBB Tahan Dubes Israel
Pelanggaran Administrasi oleh PB PMII, Konkoorcab XX PKC PMII Jawa Barat Ricuh
Sungai Anak Serka Makin Dangkal, Warga Kesulitan Angkut Hasil Pertanian
Hama Kupu-kupu Putih Resahkan Warga Sungai Bela Inhil, Ratusan orang Menderita Gatal-gatal
Jarak Pandang Hanya 500 Meter, Tiga Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Sempat Delay Akibat Kabut Asap
Tak Ada Izin Keramaian, Warga Muara Tenang Timur Mesuji Nekat Gelar Pesta Hingga Malam
Masyarakat Diminta Waspada Modus Penipuan Mengatasnamakan Kapolres Tanjungpinang
Seorang Penjaga Malam Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Bengkel Alat Berat di Kijang Kota
Warga Rantau Kopar Rohil Bergerak! Aksi Spontan Warnai Pengungkapan Kasus Narkoba
Hingga Kini, Belum Ada Keluarga Menjemput Jasad Wanita yang Ditemukan di Sungai Rokan
Aktivis Larshen Yunus Temui Tokoh Masyarakat Riau, Fajar MS: Beliau ini Murni Berjuang Melawan Korupsi
Ditakuti Aparat, Petani Sawit Sungai Raya dan Skip Hilir Rengat Unjuk Rasa di Inhu