Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Hama Kupu-kupu Putih Resahkan Warga Sungai Bela Inhil, Ratusan orang Menderita Gatal-gatal
BUALBUAL.com - Warga desa Sungai Bela Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di duga diserang hama kupu-kupu putih beracun mengakibatkan ratusan warga menderita kulit gatal-gatal dan bengkak.
Mendengar kejadian tersebut awak media mendatangi Dinas kesehatan (Dinkes) kabupaten Indragiri Hilir untuk mencari informasi, saat ditemui awak media PLT Kadis Dinkes Inhil Budi Pemungkas melalui Gusliati SKM Surveilans dan Imunisasi dinas kesehatan Inhil, mengatakan akibat kupu-kupu yang beracun banyak warga yang mengalami gatal-gatal dan bengkak dibagian lengan kaki hingga wajahnya terutama anak-anak.
"Kita pas melihat langsung ke lokasi, banyak anak-anak yang mengalami gatal-gatal hingga mengalami bintik-bintik sampai bengkak," kata Gusliati, kepada awak media, Kamis (7/7/2022) siang.
Gusliati menjelaskan, kupu-kupu putih yang beracun tersebut menyerang warga desa Sungai Bela selama sepekan, pada malam hari mendekati cahaya lampu.
"Dari keterangan warga, kupu-kupu nya aktif pada malam hari, dia mendekati cahaya lampu, kalau siang kupu-kupu nya malah tidak banyak berterbangan," ungkapnya.
Namun sejauh ini dikatakan Gusliati, dampak yang ditimbulkan dari hewan kupu-kupu yang beracun hanya sekedar gatal-gatal pada kulit hingga bengkak, ia juga mengatakan untuk mengantisipasi hal tersebut Dinkes Inhil turun langsung ke desa Sungai Bela, untuk memberikan pengobatan kepada masyarakat yang terdampak.
"Kita (Dinkes Inhil) sudah turun langsung ke desa Sungai Bela, untuk memberikan obat kepada warga-warga yang mengalami gatal-gatal," jelasnya.
Kasi Surveilans dan Imunisasi dinas kesehatan Inhil Gusliati mengatakan bahwa, terkait adanya hama kupu-kupu putih beracun yang menyerang warga di desa Sungai Bela, belum bisa dikatakan Wabah.
"Belum bisa kita sebut itu Wabah, karena hal itu harus dilakukan penelitiannya terlebih dahulu oleh dokter hewan atau pihak yang berkompeten, sedangkan kita Dinkes Inhil hanya sebatas melakukan pengobatan saja," imbuhnya.
Terakhir dikatakan Gusliati, menghimbau kepada warga desa Sungai Bela, untuk terus berhati-hati, dan mengurangi aktivitas di malam hari, dan juga berusaha menutupi rumah-rumah sehingga kupu-kupu tersebut tidak masuk ke rumah.
"Saya mengajak warga desa Sungai Bela, untuk menutupi celah-celah rumah sehingga tidak bisa kupu-kupu tersebut masuk mendaki lampu yang ada di dalam ruangan, mudah-mudahan dengan itu bisa menjadikan alternatif kita terlindung dari serangan kupu-kupu yang sudah menyerang satu pekan terakhir di desa Sungai Bela," tutupnya.

Berita Lainnya
IPSS Riau Sukses Tampilkan Warisan Budaya Bugis-Makassar di Pacu Jalur Internasional
Heboh! Suami Sedang Bekerja, IRT di Koto Kari Diduga Jadi Korban Percobaan Pemerkosaan
Innalillahi wa inna ilaihi Raji'un, Mantan Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid Meninggal Dunia
Dikira Patung, Ternyata Mayat: Penemuan Mengejutkan di Sungai Guntung
Dihantam Gelombang, Kapal Barang KM Firman Tenggelam di Perairan Sungai Batang Inhil
Tiga Unit Rumah Petak di Jalan Durian Pekanbaru Terbakar
Puluhan Tengkorak Manusia Ditemukan Masyarakat di Kepenghuluan Teluk Pulai Rohil
Gudang Kelapa di Desa Teluk Jira, Inhil Hangus Terbakar
Dua Kapal Motor Diamankan, 6.800 Batang Kayu Teki dan 13 PMI Ilegal Gagal Diselundupkan
Camat Rimbo Melintang Terancam Dilaporkan Terkait 3 Bulan Gaji RT dan RW Belum Dibayar
KPKN Gelar Aksi di DPRD Riau, Bakar Ban dan Sampaikan Enam Tuntutan
Masyarakat Diminta Tidak Melayani, WhatsApp Anggota DPR RI Abdul Wahid di Retas