PILIHAN
Kontrak PPPK dari Honorer K2 Seumur Hidup 'Pemda Tidak Mungkin'
BUALBUAL.com, Pemerintah daerah diprediksi tidak akan mengikat kontrak PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) dari honorer K2 (kategori dua) seumur hidup.
Dalam PP Manajemen PPPK tidak ada ketentuan, masa kontrak sampai masa pensiun, yang ada hanyalah batasan minimal masa kontrak satu tahun. Hal ini tu tentunya akan membahayakan status para honorer K2.
"Saya yakin, tidak ada kepala daerah yang mau buat kontrak kerja sampai pensiun. Sudah untung dikontrak selama periode dia menjadi kepala daerah (5-10 tahun)," kata Bambang Riyanto, anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR kepada JPNN.com, Sabtu (2/2).
Status PPPK, lanjutnya, sama saja dengan pegawai kontrak. Ketika masih dibutuhkan tenaganya akan dipertahankan. Namun, bila berseberangan dengan kepala daerah sewaktu-waktu bisa diberhentikan.
Alasannya dibuat seolah-olah memang kesalahan fatal.
"PPPK itu tidak sekuat PNS statusnya. Namanya pegawai kontrak. Jadi kalau tidak dibutuhkan ya diputuskan," ucap politikus Partai Gerindra ini.
Sementara Wakil Bupati Tulang Bawang Hendriwansah saat dijumpai JPNN di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, 1 Februari, juga menyatakan tidak bisa membuat kontrak sampai pensiun. Karena ketentuannya mengikuti kebijakan bupati.
"Ya kemungkinan masa kontraknya 3 tahun. Kalau dibuat sampai pensiun, takutnya bupati yang berikutnya tidak sepakat dengan kebijakan pendahulunya," tuturnya.
Walaupun PPPK juga memiliki NIP (nomor induk pegawai), Hendriwansah mengatakan, masa kontraknya tergantung bupati. Apalagi, setiap kepala daerah berbeda-beda visi misinya.
"Jangankan PPPK dari honorer K2, PNS saja bisa dipolitisasi kok. Misalnya yang enggak dukung kepala daerah dimutasi jabatannya. Nah kalau PPPK diputus kontrak dan dimasukkan orang-orang baru yang notabene pengikut kepala daerahnya," tandasnya.
Sumber: jpnn

Berita Lainnya
Kata Antasari: SBY Jangan buat gaduh
Peduli Pendidikan, Polres Inhil Beri Bantuan Pada Pelajar yang Hendak Menyebrang menuju Kesekolah di Tembilahan
Disdik Riau: Sebanyak 91.441 Siswa SMA Sederajat Bersiap Hadapi UN
Syamsuar Imbau ASN Berkurban untuk Daerah Pelosok Riau
BPS Riau: Sensus Penduduk 2020 Secra Online Dimulai Besok
Geledah Rumah Guru Ngaji Bomber di Medan, Polisi Sita 9 Bom Pipa
Untuk Tangani Kebakaran Hutan, Pemerintah Kucurkan Dana Rp 3 Triliun
PP Inhil akan Gelar Aksi Damai Terkait Gelper dan Hiburan Malam
Rincian Formasi Guru CPNS Pemprov Riau 2019
KM Lestari Maju Karam, Uang Rp 30 Miliar Pun Hanyut di Perairan Selayar
Ilmu Komunikasi UIN Suska gelar Seminar Public Speaking dan Debat antar Universitas
Kasih Tahu Saudara Mu! Gubri Tahun Depan Sekolah Gratis Direalisasikan