Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Asal-usul Istilah: Sebelas Dua Belas
BUALBUAL.com - Dalam percakapan sehari-hari, istilah "sebelas dua belas" sering dipakai untuk menyatakan kemiripan antara dua hal. Ungkapan ini biasa digunakan saat ingin menggambarkan dua orang atau benda yang hampir sama, walaupun sebenarnya tak benar-benar identik.
Contohnya:
"Ya sebelas dua belas lah gue sama Nicholas Saputra."
"Adek kamu cantik amat, sebelas dua belas sama Raisa."
Tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa harus angka 11 dan 12 yang dipilih? Kenapa bukan 10 dan 11, atau 20 dan 21? Ternyata, ada beberapa kemungkinan menarik di balik asal-usul ungkapan ini.
Tiga Kemungkinan Asal-Usul
Pertama, kata "sebelas" terdengar mirip dengan kata "sebelah". Saat dua orang atau dua hal yang mirip disandingkan berdampingan atau ‘sebelahan’, orang jadi menyadari kemiripannya. Dan karena angka setelah sebelas adalah dua belas, maka istilah "sebelas dua belas" pun lahir sebagai ungkapan untuk menyatakan kemiripan tersebut.
Kedua, antara pukul 11 siang dan 12 siang, posisi matahari dan panasnya hampir sama. Saking miripnya, dulu orang-orang sulit membedakan kondisi di waktu tersebut. Maka istilah "sebelas dua belas" dipakai untuk menggambarkan dua hal yang mirip, layaknya jam 11 dan 12 siang.
Ketiga, secara matematika angka 12 dianggap istimewa. Ia termasuk sublime number dan superior highly composite number karena memiliki banyak pembagi, yakni 1, 2, 3, 4, 6, dan 12. Angka 12 sering dianggap melambangkan kesempurnaan. Sedangkan 11 adalah angka yang paling dekat dengan 12. Maka ketika dua hal mirip, tapi yang satu sedikit di bawah yang lain, orang menyebutnya "sebelas dua belas".
Fakta Menarik Tentang 11 dan 12
Angka 11 juga punya keunikan dalam matematika. Misalnya, jika angka 142.312 dikalikan 11, hasilnya 1.565.432. Lalu, jika hasil tersebut dibalik dan dibagi 11, hasilnya kembali ke angka awal dalam urutan terbalik.
Sedangkan angka 12 kerap ditemukan di kehidupan sehari-hari. Mulai dari 12 bulan dalam setahun, 12 jam di jam dinding, 12 zodiak, hingga 1 lusin yang berjumlah 12 buah.
Kesimpulan
Hingga kini, belum ada catatan resmi siapa yang pertama kali menggunakan istilah "sebelas dua belas" dalam percakapan. Namun, yang pasti, ungkapan ini telah menjadi bagian dari budaya lisan masyarakat Indonesia, untuk menggambarkan dua hal yang beda-beda tipis.*

Berita Lainnya
Pekanbaru Masih Diselimuti Kabut Asap, Karhutla Riau Belum Padam
Tingkat Partisipasi Sensus Penduduk Online Tahun 2020 Ditargetkan Capai 30 Persen
Pedagang Sate Menangis Saat Terima Paket Sembako
Waduh! Ada Rumah Sakit di Pekanbaru Buang Limbah B3 Medis Sembarangan
Sebanyak 234 Tahanan Rutan Pekanbaru Masih Kabur
Selama 216 Jam Wardan Menghilang Dari Inhil, Kenapa.?
Pengelola Warung Remang Remang Pukuli Satpol PP Pekanbaru saat Razia
Ini Isi Pidato Megawati yang Dipersoalkan Habib Rizieq
Telah Berlakukan Physical Distancing, Bright PLN Batam Tiadakan Proses Baca Meteran Listrik
Tangapan Disdukpencapil, Inhil dan Sekjen Dukcapil Kemendagri I Berbeda Bikin e-KTP Tidak Adalagi Alasan Stok Blanko Kosong
Cabuli Gadis di Bawah Umur,Seorang Buruh di Kampar Ditangkap Polisi
Tim Gabungan Masih Cari Staf BPTD V Riau Kepri, Hilang Saat Dermaga Tanjung Buton Ambruk