PILIHAN
Lahir dan Mati di Dunia Maya, Penembakan Masjid Selandia Baru
BUALBUAL.com, Akun media sosial yang terkait insiden penembakan masjid yang menewaskan 49 orang di kota Christchurch, Selandia Baru, dalam beberapa hari terakhir menyebarkan gambar yang menunjukkan pesan supremasi kulit putih dan merayakan kekerasan pada muslim dan kelompok minoritas.
Seorang tersangka lewat akun Facebook menyiarkan secara langsung aksi penembakan pada salah satu masjid. Pihak polisi menyatakan empat orang telah ditangkap atas aksi teror itu dan salah satu di antaranya dituduh dengan pembunuhan massal.
Pada Rabu, akun Twitter @brentontarrant mencuitkan foto salah satu senjata yang kemudian digunakan dalam aksi penembakan masjid di Christchurch. Foto tersebut dibubuhi tulisan berhuruf putih berupa nama-nama orang yang pernah melakukan aksi teror atas nama agama.
Nomor 14 juga tertulis di samping senjata itu, merujuk pada "empat belas huruf" yang merupakan mantra supremasi kulit putih.
Cuitan lain dari akun tersebut juga merujuk pada semakin menurunnya tingkat kesuburan kaum kulit putih, artikel-artikel tentang kelompok ekstrem kanan di berbagai negara dan juga cerita-cerita tentang kejahatan yang dilakukan oleh imigran ilegal.
Akun Twitter itu memiliki 63 cuitan, 218 pengikut, dan baru dibuat pada bulan lalu.
Seorang tersangka penembakan lainnya juga secara rutin terlibat dalam forum "/pol/ - Politically Incorrect" di 8chan, situs diskusi daring yang terkenal karena mengizinkan unggahan jenis apapun, termasuk ujaran kebencian.
Pada Jumat, 01.30 waktu Selandia Baru, seorang pengguna tanpa nama mengatakan pada grup itu: "saya akan melancarkan serangan pada para penyusup dan bahkan menyiarkan serangan itu lewat Facebook". Beberapa pengguna merespons positif ucapan itu dengan menggunakan gambar Nazi dan meme.
Unggahan di forum itu juga mencantumkan tautan pada sebuah manifesto setebal 74 halaman yang menyatakan bahwa ia termotivasi oleh "genosida kulit putih", sebuah ucapan kelompok penegak supremasi kulit putih yang biasa digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan kelompok minoritas dan imigran.
Unggahan itu juga membagikan tautan sebuah laman Facebook pengguna bernama brenton.tarrant.9 yang menyiarkan secara langsung penembakan.
"Media sosial telah menggeser risiko keamanan global," ujar Anwita Basu, seorang ahli di Unit Intelejen Economist.
"Lebih dari apapun, sosial media telah menyediakan wadah untuk membagikan pandangan-pandangan ekstrem."
Akun Twitter @brentontarrant kini telah dibekukan, tak lama setelah penembakan terjadi, demikian pula laman Facebook brenton.tarrant.9.
"Polisi memberi tahu kami soal sebuah video di Facebook setelah livestreamberlangsung dan kami langsung menghapus baik akun Facebook maupun Instagram pelaku, termasuk juga videonya," demikian ujar Facebook.
"Begitu kami menyadari (serangan) itu, kami juga menghapus komentar pujian atau dukungan untuk aksi kejahatan atau untuk pelaku."
Youtube, yang dimiliki Google, juga mencuitkan: "Kami berduka atas tragedi buruk di New Zealand."
Seorang perwakilan Twitter menyatakan bahwa perusahaan media sosial itu "sangat bersedih" atas aksi penembakan.
"Twitter memiliki proses menyeluruh serta tim yang berdedikasi untuk mengatur hal-hal pada situasi darurat seperti ini," demikian ujar Twitter lewat surat elektronik.
"Kami juga bekerja sama dengan penegak hukum untuk memfasilitasi penyelidikan mereka sebagaimana diperlukan."
Tanpa Penyesalan
Ketika serangan di masjid kota Christchurch berlangsung pada Jumat, satu pengguna tanpa nama di 8chan menyatakan: "serangan ini benar-benar terjadi. hapus utas ini atau ini akan menjadi akhir 8pol."
Beberapa menit kemudian, pengguna lainnya mengatakan "ini terdengar menyenangkan". "Tembakan yang bagus, Tex," ujar komentar lainnya.
Tayangan langsung di Facebook, yang diperkirakan diambil menggunakan kamera yang diletakkan di kepala, dimulai pukul 01.40 waktu setempat.
Pelaku memainkan lagu sembari menyetir ke arah masjid, termasuk mars anti-Muslim Serbia yang disebut "Remove Kebab".
Ketika ia tiba di distrik Hagley Park di kota Christchurch, para penyerang memarkir mobil dan kemudian membuka bagasi yang menunjukkan gambar beberapa senjata, amunisi, dan juga wadah bahan bakar.
Mengambil dua senjata, yang dua-duanya telah dibubuhi nama dan slogan, ia berjalan ke pintu masuk masjid dan mulai menembak.
Tayangan livestream itu berakhir 20 menit kemudian. Tersangka kemudian ditangkap pukul 03.00 waktu setempat.
"Apakah kamu menyesal melakukan serangan ini?" pelaku bertanya kepada dirinya sendiri pada manifesto yang ia tulis.
"Tidak. Saya hanya berharap saya bisa membunuh lebih banyak lagi penyusup, dan juga lebih banyak pengkhianat."
Sumber; cnnindonesia

Berita Lainnya
Gara gara Telat Bayar Cicilan, Seorang Gadis Belia di Bawa Debt Collector
Waw.. Setelah 300 Tahun Yang Lalu, Kini Orang Laut Sedunia Akan Bersatu
Gubernur Riau Esok Lantik Pjs Bupati Inhil Di Balai Serindit Gedung Daerah
Tak Berizin! 32 Spanduk dan Baliho di Tembilahan Diturunkan Satpol PP Inhil
Kepala Sekolah yang Bebani Siswa dengan Iuran, Disdik Pekanbaru akan Saya Copot
Lowongan CPNS Pemprov Riau Diumumkan
Bupati Inhil HM Wardan Resmikan Kampung Selfi
Nyabu,Sepasang Kekasih di Medan di Tangkap Polisi
Tiga Ruko di Desa Bukit Sembilan Kampar, Ludes Terbakar saat Berbuka Puasa
Kak Seto Angkat Bicara Soal Siswa Bunuh Guru Bisa Dihukum Mati
Penetapan Trase Tol Pekanbaru-Padang Tunggu Sosialisasi
Pjs Bupati Inhil Hadiri Buka Puasa Bersama KKIH Pekanbaru