PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Hingga Kini 'Petani Kelapa Inhil Masih Mengeluh, Diprediksi Kenaikan Harga Kelapa Tidak Bertahan Lama
BUALBUAL.com, INHIL - Petani kelapa di Inhil hingga kini masih mengeluhkan rendahnya harga kelapa di daerah itu. Apalagi saat harga kelapa jatuh di bawah harga Rp1.000 per butir. Jangankan untuk membiayai sekolah anak, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sulit.
Hal inilah yang dialami Darmawan (42), seorang petani kelapa di Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil,Provinsi Riau, Rabu, (1/5). "Sampai kapan harga kelapa ini mencekik kami. Sudah lelah rasanya berharap ke pemerintah," katanya.
Dia mengatakan, sepekan terakhir harga kelapa di Inhil memang naik pada kisaran Rp1.300 hingga Rp1.400 per butir. Namun Darmawan meyakini bahwa kenaikan harga kelapa di daerahnya tidak akan berlangsung lama.
Sarkawi (35), seorang petani kelapa di daerah itu menuturkan, turunnya harga kelapa lebih lama dirasakan masyarakat ketimbang bisa menikmati kelapa dengan harga tinggi. Saat ini memang harga kelapa naik, dan dia juga meyakini kenaikan harga kelapa itu tidak berlangsung lama.
Diungkapkannya, sejak akhir 2018 lalu, mayoritas kelapa bulat di daerah ini hanya laku dengan harga di bawah Rp1.000 per butir. Bahkan, ketika itu, harganya pernah menyentuh Rp700 hingga Rp800 saja perbutir. Kondisi semakin diperparah ketika menjelang Pemilu 2019 lalu.
"Sekarang harganya sudah lumayan, namun tak lama. Lihat lah, nanti," ungkapnya.
Bupati Inhil, HM. Wardan yang dihubungi salah satu media online, melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban atas masalah itu. Dalam rilis yang sebelumnya pernah diterima para awak media, Sekda Kabupaten Inhil, Said Syarifuddin mengatakan masalah tata niaga kelapa sudah disampaikan ke pemerintah pusat.
"Rapat yang dilakukan bersama pihak Dirjen Perdagangan Luar Negeri tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mencari solusi perbaikan harga kelapa yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir," ujarnya.
"Intinya, hingga kini masyarakat di Inhil masih menanti realisasi kerja pemerintah setempat yang pernah berjanji akan memperbaiki masalah harga kelapa di Inhil. Bupati Inhil, HM. Wardan sendiri juga pernah melontarkan itu dalam janji kampanyenya tatkala kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Inhil," kata Sarkawi. (***)
Sumber : Bertuahpos.com

Berita Lainnya
Merasa Kecewa dan Timbang Pilih, Ramai-ramai Kepala Desa Soraki Gubernur Riau
Inalilahiwainailaihirojiun, Jatuh dari Lantai 33 TKI Asal Meranti Riau Meninggal Di Malaysia
PSI Berikan Piagam Penghargaan, Gerindra: Kami Hargai Kreativitas Kalian
Tim Para Juara Football Wardan-Su Cup 2020, Juara 1 Tiga Roda FC 2 Amarta Seinau dan 3 Fariq FC
Satres Narkoba Bengkalis Amankan Tersangka Bandar Shabu di Duri
Di Penghujung Tahun 2018, Akibat Laka Lantas 702 Orang di Riau Tewas
Pemko Pekanbaru Diminta Respon Keluhan Masyarakat, Pembangunan IPAL Ganggu Lalu Lintas
Warga Pulau Terap Terimakasih Kepada Anggota DPRD Kampar H. Kasruh Syam, Aspirasi Terkabul
Negara Darurat Corona, Sri Mulyani: Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas 50 Persen
Polda Provinsi Riau Adakan Rakerwas Itwasda Tahun 2020
Begini Kata Disdik Riau: Siswa SMA Rohul Gelar Aksi Tak Senonoh-Coret Seragam
RSUD Arifin Achmad Visitasi ke RSUD Bengkalis, Ini Tujuannya