PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
PKS soal Celana Cingkrang: Gaya Gaul Anak Sekarang, Menag Enggak Paham
BUALBUAL.com - Pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi soal penggunaan celana cingkrang bagi ASN menuai kontroversi. Juru Bicara PKS, Ahmad Fathul Bari, menyinggung celana cingkrang itu justru kini menjadi tren fesyen anak muda.
"Mungkin celana cingkrang sekarang bukan diidentikkan dengan orang-orang yang punya pilihan agama sendiri, pilihan-pilihan perbedaan itu. Bahkan jadi gaya gaul anak sekarang juga dan menteri agama enggak tahu karena mungkin beliau orang tua bisa jadi enggak paham bahwa gaya anak sekarang pakai celana ada yang cingkrang," kata Fathul di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11).
Dia menyarankan Menag Fachrul Razi menyentuh hal substantif untuk mengatasi radikalisme, ketimbang menyoroti celana cingkrang dan cadar.
"Mengatasi radikalisme menurut saya sebaiknya lebih menyentuh hal substantif dibanding hal simbolik yang menurut saya nanti, mungkin akan berbenturan dengan kondisi masyarakat yang ada. Celana cingkrang atau jenggot dan sebagainya mungkin dalam Islam banyak khilafiyahnya, banyak perbedaannya," tambahnya.
Untuk itu, Fathul menuturkan, sebaiknya rencana untuk mengkaji celana cingkrang dan cadar lebih didasari dengan hal substantif. Jika itu terjadi, kata dia, PKS akan mendukung pemerintah mengatasi radikalisme.
"Kalau itu dilakukan kita pasti akan mendukung, tapi kan kemarin first impressionnya menurut kami cukup buruk, dengan akhirnya melihat hal itu sebagai suatu hal yang diidentikkan dengan ciri-ciri orang yang radikal. Itu harus jadi catatan juga bagi menag di awal masa kepemimpinannya," ucap dia.
Fathul meminta pemerintah tak terjebak simbol tertentu untuk mengatasi radikalisme. Sebaiknya, kata dia, pemerintah juga melibatkan masyarkat untuk mengatasi radikalisme.
"Semua pihak tentu harus dilibatkan, baik dari kalangan agamawan atau pun juga kalangan akademisi, dan juga kalangan yang lain yang menjadi stakeholder dari masyarakat itu sendiri," tutupnya.
Sumber: kumparan

Berita Lainnya
Kasih Tahu Teman Mu! Susi Pudjiastuti Buka Lowongan Kerja Lulusan SMA/SMK dan S1 Semua Jurusan, Ini Syaratnya
Jelang Akhir Tahun, 3 Hari Berturut-Turut "KEJATI" Tembilahan Tahan Kasus koropsi, Mau Tahu Baca Disini.!!
Sempat Disegal Pemilik Tanah, Alhamdulillah SDN 006 Tagaraja Kateman Inhil Telah di Buka
Sudah Tiga Harimau Dievakuasi BBKSDA Riau Pada Tahun 2019
Nah Nah Kamu Harus Tahu, 5 Manfaat Lapisan Pelindung Buah
Di Temani DPRD Inhil Bupati HM. Wardan Kerahkan Instansi Terkait Gencarkan Promosi Potensi Kerajinan Khas Daerah
Bagai Mana Bisa..... Mantan Mentri ESDM Hikmahanto: Arcandra Tahar Tak Punya Negara, Harus Dicari Solusinya
Bawaslu Se-Riau Koreksi 4.178 C1 pada Pleno PPK
DPRD Kabupaten Bengkalis Telah Bentuk Alat Kelengkapan, Berikut Susunan Nya
May Day, Jurnalis Juga Buruh Tuntutan Kerja Kami Tak Kenal Waktu
Badiklat Pakai Aplikasi Online Pantau Pegawai Bekerja Dirumah, Terkait Covid-19
Wilayah Pesisir Bengkulu Diguncang Gempa 5,4 SR, Warga Berlarian