PILIHAN
Komplik Eksekusi Sengketa Lahan Dua Alat Berat Hangus Terbakar di Gondai Pelalawan, Ada Massa Bayaran?
BUALBUAL.com - Eksekusi lahan hutan milik negara oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau di Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam, Pelalawan, memanas.
Sebelumnya sempat terjadi kericuhan antara aparat penegak hukum dengan beberapa orang warga. Kini, sebanyak dua alat berat yang bekerja di lokasi menjadi sasaran pembakaran oknum tak dikenal pada Rabu (5/2/2020) siang.
Menanggapi hal itu, Mantan Ketua Pansus Monitoring DPRD Riau Suhardiman Ambi menyebut tindakan pembakaran alat berat yang bekerja atas perintah undang-undang merupakan pelanggaran hukum berat.
Hal tersebut bisa berimplikasi terhadap lemahnya penegakan hukum yang telah berkekuatan tetap. Padahal, pemerintah sendiri telah menunjukan itikad untuk memberangus persoalan izin lahan ilegal maupun perambahan hutan.
“Ada banyak kasus serupa. Bahkan hasil temuan kami di pansus monitoring DPRD Riau dulu, terdapat 1,4 juta hektar lahan ilegal yang dikelola perusahaan. Ini yang mau ditertibkan,” sebut Suhardiman menanggapi eksekusi lahan tersebut.
Pria yang saat ini aktif dalam salah satu LSM lingkungan tersebut menekankan negara jangan sampai kalah dengan segelintir oknum yang berkeinginan melawan.
Apalagi dalam kasus ini ia melihat ada banyak kepentingan yang membenturkan masyarakat. Bahkan informasi yang ia terima, pembakar alat berat tersebut bukan masyarakat setempat.
“Informasi yang saya terima ini dilakukan oknum bayaran. Walau hanya sebatas dugaan, kami minta penegak hukum segera tangkap dan usut sampai tuntas siapa dalam dibalik ini semua,” pungkasnya.
Dilanjutkan Suhardiman, eksekusi lahan PT PSJ yang telah diputuskan Mahkamah Agung (MA) bisa menjadi barometer penegakan hukum atas pelanggaran izin atau perambahan hutan di Riau. Sehingga, seluruh aparat negara yang terlibat pada eksekusi harus bekerja secara serius dan tuntas.
“Sejak dulu persoalan izin dan perambahan hutan ini telah banyak kami laporkan. Bahkan sejak saya masih di DPRD Riau, termasuk setelah adanya laporan pansus monitoring. Sekarang sudah ada tindak lanjut dari pemerintah, maka kita harus mendukung,” tambahnya.
Sumber: riaupos.co

Berita Lainnya
Taufik Hidayat Dicerai Istri, Ketahuan Jadi Polisi Gadungan
Bosan Ribut-Ribut Politik, dan Politik di Mata Milenial
Terkait OTT, Penyidik KPK Segel Kamar Tidur Romi
Kapolda Riau Minta Maaf Terkait Pemberitaan ini "Negara Boleh Tak Ada Tentara, Tapi Polisi Harus Ada"
RUU KUHP: Aborsi, Kumpul Kebo, Ayam Ke Tetangga Kena Pidana, Ternyata Semua Itu Tidak Benar
Saat Ini, Rupiah Paling Perkasa Di Asia, Tapi Sementara
Berikut 17 Poin Pakta Integritas dari GNPF Ulama yang di Tanda Tangani Prabowo
Panglima TNI Dan Kapolri Resmikan Aplikasi Lancang Kuning Nusantara
Bernilai Rp13 Miliar, Kapolda Riau Resmikan Gedung Mako Polres Rohul
Ketika Kekuatan Umar bin Khathab Mampu Menaklukkan Yerusalem
Bupati Rohil Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Kepala Keluarga Korban Terkait Kasus Anaknya
Apa sih Yang Dicemaskan dari RUU Permusikan?