PILIHAN
Ribuan Driver Datangi Kantor Gojek Pekanbaru "Kamk Merasa Dirugikan Manajemen"
BUALBUAL.com - Ribuan driver gojek di Pekanbaru beramai-ramai mendatangi kantor Gojek Pekanbaru di jalan Jenderal Sudirman, depan Rumah Sakit Awal Bross guna menyampaikan keluhan terhadap sistem orderan saat ini.
Salah seorang driver yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, aksi ini merupakan puncak dari kekesalan mereka kepada manajemen gojek yang semena-mena terhadap mereka.
Kekesalan tersebut dipicu karena kebijakan manajemen gojek yang merugikan para driver.
Adapun sistem yang dikeluhkan adalah sistem yang membuat orderan bagi para driver merata. Dimana, setiap driver hanya bisa menerima satu orderan satu jamnya.
"Logikanya begini, kalau saya mau Tutup Point (Tupo) berarti saya harus menghabiskan waktu 20 jam untuk on bid, karena kan kalau jam ini sudah dapat orderan, nanti dapat lagi orderannya satu jam ke depan," katanya, Selasa, 11 Februari 2020.
Padahal, selama ini para driver bangun subuh-subuh terutama saat jam berangkat sekolah dan kerja supaya dapat orderan banyak, sehingga sorenya sudah bisa Tupo dan istirahat.
Tak hanya itu, jika driver sudah Tupo maka ia tidak bisa lagi mendapat orderan karena orderan akan dialihkan kepada driver yang belum dapat.
"Tidak sedikit yang menggantungkan hidup dari sini, apalagi para driver juga dibebani oleh kredit motor, rumah dan kebutuhan dapur lainnya," tuturnya.
Tuntutan lainnya adalah driver meminta supaya manajemen bisa menghapus opsi 'driver membatalkan orderan' karena ini sering merugikan gojek apalagi jika ada orderan fiktif.
Selain itu, driver juga menuntut manajemen untuk menutup penerimaan driver baru karena semakin banyak driver maka orderan akan menipis.
Dalam aksi ini, lima orang perwakilan driver diberikan kesempatan menggelar audiensi dengan manajemen, namun pihak manajemen tidak bisa memberikan kepastian terhadap tuntutan ini.
Alasannya, manajemen tidak bisa membuat keputusan sehingga tuntutan harus diproses dulu oleh manajemen di pusat.
"Kita sudah sampaikan, kita harus puas, kita lihat perkembangan, mereka tidak bisa membuat keputusan," ujar salah seorang perwakilan Gojek yang langsung ditolak mentah-mentah oleh massa.
Dari semua tuntutan tersebut, hanya tuntutan untuk menutup pendaftaran saja yang bisa direalisasikan oleh Gojek.
Massa yang tidak terima akhirnya membubarkan diri dan mempersiapkan aksi selanjutnya, dalam aksi selanjutnya tersebut driver mengancam akan menyegel kantor Gojek Pekanbaru.
"Sampai kapan ada kepastian? Setiap aksi selalu begini, tutup saja kantor Gojek," tegas salah driver yang tidak terima.
Saat diwawancarai untuk mempertanyakan kelanjutan aksi, perwakilan Gojek tersebut enggan diwawancarai dan meminta driver gojek untuk kembali berkumpul ke tugu keris.
Namun, berdasarkan pantauan Riau Online, para driver tidak lagi satu komando dan banyak yang memilih pergi karena kecewa dengan aksi hari ini.
Sumber: riauonline.co.id

Berita Lainnya
Ini Kata 'UAS' Tidak Boleh Doakan Keluarga yang Non Muslim?
Syamsuar Sumbang Satu Unit 3D Printing Untuk Produksi APD
Wow... Dana "Tax Amnesty" yang Sudah Dilaporkan Dekati Rp 1.000 Triliun
KPU Resmi Tetapkan 3 Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil
Begini Pengakuan Warga yang Bedah Perut Ular Pemakan Manusia
Satnarkoba Polres Rohil Ciduk Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu-Sabu
Bupati Inhil: Kemerdekaan, Sebuah Anugerah Bagi Bangsa Indonesia
Terkait Izin Galian C Supkon,Pihak HKi 4B, Beri Penjelasan
Pejabat PPK dan Keuangan Serta Operator Mengikuti Sosialisasi Tata Cara Revisi Dipa 2020
Khairul: Pemuda Harus Jadi "Agent Of Change dan Agen Controlling" Demi Kemajuan Desa
Membualbual, Kelemahan Jalan Politik Andi Rachman Jelang Menuju Pilgubri Tahun 2018
Hanura: Padahal Kami Sudah Korbankan Kursi Parlemen "Marah Tak Masuk Kabinet"