PILIHAN
DPRD Riau Minta Awasi Pelabuhan 'Tikus' Antisipasi Pendatang dari Luar Negeri Secara Sembunyi
BUALBUAL.com, PEKANBARU - Pihak DPRD Riau minta pada instansi terkait untuk melakukan pengawasan terhadap pintu-pintu masuk terutama pelabuhan-pelabuhan tikus yang ada di Riau. Ini dalam mengantisipasi masuknya pendatang dari luar negeri dengan cara sembunyi-sembunyi.
"Kita harus bersama-sama dalam memerangi perkembangan virus corona atau covid-19 ini mulai di pusat hingga ke daerah. Untuk itu kita pinta aparat terkait untuk melakukan pemantauan terhadap pintu masuk yang ada, terutama pelabuhan tikus yang ada," sebut Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan Eet saat dikonfirmasi, Kamis (02/04/2020.
Lebih jauh dijelaskannya, perlunya pengawasan saat ini lantaran banyaknya orang dari luar negeri seperti dari Malaysia yang masuk ke daerah Riau terutama yang ada diperbatasan seperti Kabupaten Bengkalis dan lainnya. Ini dengan menggunakan perahu nelayan yang ada dengan memanfaatkan ramaya kepulangan TKI yang ada di pelabuhan resmi.
"Kita juga sudah membicarakan masalah ini dengan bapak Gubernur Riau bagaimana kepulangan para TKI ini tidak menumpuk. Minta pada pihak negara Malaysia mau membuka akses kepulangan dari pelabuhan di Malaysia ke Bengkalis, Dumai dan Meranti," sebutnya.
Dikatakan juga, dengan ramainya TKI menumpuk yang mencapai tujuh ribu orang tentu ada kemungkinan oknum TKI yang mencari jalan sendiri-sendiri dengan memanfaatkan pelabuhan tikus yang ada.
"Kalau sudah ramai tentu akan berusaha mencari inisiaptif sendiri para TKI,' sebutnya juga.
Sementara menurut Dapil Kabupaten Bengkalis-Meranti-Kota Dumai ini juga, setiap TKI yang akan pulang, sesampai di daerah harus dikarantina dulu selama 14 hari untuk memastikan tidak terjangkit virus corona dan menyebarkan pada keluarga masing-masing.
"Kalau yang pulang melalui pelabuhan tikus, tentu keberadaan mereka tidak terpantau. Ini akan membahayakan terhadap penyebaran virus corona yang akan terjadi," katanya juga memberikan pengertian. (MCR)

Berita Lainnya
H Dani: Pemeliharaan Bertujuan Fungsional, Pekerjaan Ruas Jalan Selensen - Kota Baru - Bagan Jaya di Desa Kuala Keritang Dimulai
Sebut Komisi C DPRD Riau, Replanting Kelapa Sawit PT Indosawit Subur Disebut Melanggar Undang-undang
Massa Ngotot Minta DPRD Tolak UU Cipta Kerja, Politisi Gerindra Riau Hardianto: Ombus Law Bukan Perda Tapi Domainnya DPR RI
Komisi E DPRD Riau Sebut: Kurangnya Perhatian Pemerintah, Maka Timbul Pungli di Sekolah-Sekolah
Kinerja Kepala Dinas Pertanian Kuansing Disorot DPR RI, Darori:Laporan Ini Segera Dibahas
Tarmizi Minta Pemkab Bintan Segera Tangani Masalah Banjir di Kampung Pisang
Ada Dugaan Limbah dari Chevron, Komisi IV DPRD Riau Sidak Tahura
Anggota DPRD Propinsi Riau Khairul Umam, Gelar Reses di Jalan Rangau dan Jalan Pipa Air Bersih
Anggota DPRD Muamar : Pinta Bupati Inhil Jangan Ragu Ganti Kepala OPD yang Kinerja Buruk
Syafroni Untung ,Sorot Perusahaan Nakal Lakukan PKWT Diduga Abaikan Disnaker Kabupaten
Gubri Andi Rahman Kurang Bergairah Menanggapi Septina Sebagai Ketua DPRD Riau
Benarkah Noviwaldy Jusman Sedang Sakit? Tak Terlihat Hadir di DPRD Riau