Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Wagubri Edi Natar: Jaga Kampung Bagian Dari Ketahanan Negara
BUALBUAL.com - Wakil Gubernur Riau Datuk Seri Timbalan Setia Amanah Edy Natar Nasution mengatakan, Jaga Kampung adalah bagian dari ketahanan negara.
Hal ini diungkapkan Edy Natar Nasution saat Gerakan Pencanangan Jaga Kampung secara virtual bersemprna setengah abad Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Selasa (9/6/2020).
"Memaknai Jaga Kampung bagi saya sama menjaga negara untuk ketahanan negara atau ketahanan nasional," ungkap mantan Danrem 031 Wirabima itu.
Bagaimana mendapatkan ketahanan negara ini, ucap Wagubri, melalui bela negara yang dimulai dari satuan terkecil yakni keluarga. Sehingga tercipta ketahanan rukun tetangga, ketahanan ketahanan kampung dan seterusnya.
"Jadi, menjaga kampung ini adalah bagian terkecil dari menjaga ketahanan negara atau bela negara. Ini merupakan wujud dari sistem pertahanan semesta yang menjadi sistem ketahanan Negara Republik Indonesia ini," ungkapnya.
Jaga Kampung ini juga merupakan ketahanan ideologi bangsa yang berasaskan Pancasila. Karenanya Wagubri berharap, semua orang punya cara pandang yang sama dalam gerakan Jaga Kampung ini.
"Cara pandang kita harus sama terhadap Jaga Kampung, terhadap bangsa dan negara ini. Jika kaki kanan sakit maka kaki kiri juga merasa sakit," ucapnya.
Wagubri kembali menegaskan, bahwa Jaga Kampung ini bagian dari ketahanan negara yang menjaga ideologi bangsa, ekonomi bangsa, politik dan keamanan negara.
Sebelumnya, Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri Syahril Abu Bakar mengatakan, bahwa Jaga Kampung ini adalah upaya LAMR untuk melawan Covid-19 yang melanda dunia, khususnya Riau.
Dalam waktu dekat ini, sambung Datuk Syahril, LAMR akan mengeluarkan petunjuk teknis (Juknis) Jaga Kampung.
"Juknis ini nanti hanya sebagai petunjuk saja namun secara adat tetap otonom sesuai dengan adat daerah masing-masing. Ke depan Jaga Kampung ini bisa berkembang menjaga anak kemanakan kita dari bahaya Narkoba dan bahaya keamanan lainnya," ucap Datuk Syahril Abu Bakar.
Tak kalah pentingnya, ungkap Datuk Syahril, bagaimana kita menjaga anak kemanakan agar tidak menjadi Bongku, Bongku, lagi. Sebab, masalah Bongku ini lebih dasyat dari virus Corona.
"Masalah Bongku ini lebih baik kita menghadapi Belanda. Sebab, jelas apa yang kita lawan tapi masalah Bongku ini anak kemanakan kita menjadi salah di tanah adat sendiri," ungkap Datuk Syahril.
Pada kesempatan itu Datuk Syahril juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Riau agar tidak menyetujui APBD kabupaten/kota apabila tidak mengakomodir kepentingan LAMR kabupaten/kota.

Berita Lainnya
PC Muslimat NU Inhil Jalin Silaturahmi Secara Virtual Hingga ke Luar Negeri
Gubri Safari Subuh di Rohul, Masyarakat Ujung Batu Bak Dapat ''Durian Runtuh''
Bupati Lampura Tinjau Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka SMPN 7 Kotabumi
Camat Mandau Riki Rihadi, beri PenghargaanJuara Lomba Evaluasi Penilaian Terbaik Kelurahan Tahun 2024
Pemkab Inhu Gelar Forum Konsultasi Publik
Bupati Lampura Lantik 160 Pejabat dan 7 Pejabat Tinggi Pratama Eselon ll
Gubernur Kepri: Perencanaan Pembangunan Daerah Harus Matang dan Bebas Korupsi
Kendati Menjalankan Ibadah Puasa, 50 Personil Satpol PP Riau Padamkan Karhutla
Plt Kadis PUPR Riau: Perbaikan Jalan Provinsi di Inhil Dilakukan Tahun Ini
BKD Pemprov Riau Masih Menunggu Kepastian Perubahan Jadwal SKD CPNS 2021
Beredar Surat Palsu Mengatasnamakan Kemenkes Terkait Program SatuSehat, Itu Hoaks
Gubernur Ansar Usulkan Kepri Jadi 'Hub' Ekspor pada Rakorgub se-Sumatera 2022