Sempat 11 hari Melarikan Diri, Pelaku KDRT di Kunto Darussalam Berhasil Dibekuk Polisi
BUALBUAL.com - Pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) inisial DPH (41), Warga Perumahan Karyawan Afd-I PT. SAMS, Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Kamis (11/6/2020) akhirnya di Ringkus Polisi. Pelaku ditangkap jajaran Polsek Kunto Darusalam setelah 11 hari melarikan diri.
Kapolres Rohul AKBP Dasmin Ginting, melalui Paur Humas IPDA Feri Fadli membenarkan penangkapan terhadap pelaku. Pelaku ditangkap di rumahnya, Perumahan Karyawan Afd-I PT. SAMS Desa Muara Dilam, setelah menyerahkan diri.
Polisi menangkap DPH atas Laporan Korban yang juga istri Pelaku Meniwati Laoly (37). Ia melaporkan suaminya karena dianiaya suaminya pada Tanggal 30 Mei 2020.
Laporan Korban Nomor : LP / 44 / VI /2020/Riau/Res Rohul/Sek. Kunto Darussalam tanggal 02 Juni 2020, ditindak lanjuti Kapolsek Kunto Darussalam AKP Sihol Sitinjak, S.H. dengan membentuk team yang terdiri dari anggota Unit Reskrim dan Anggota Unit Intelkam Polsek Kunto Darusalam untuk melakukan pencarian dan penangkapan terhadap pelaku yang melarikan diri pasca kejadian.
"Polisi telah melakukan Penyelidikan dan penggalangan terhadap keluarga Pelaku agar membujuk pelaku segera menyerahkan diri. Dan akhirnya, hari ini kamis sekira pkl 08.00 wib, team ditelpon oleh salah seorang keluarga pelaku yang mengatakan bahwa pelaku ingin menyerahkan diri" terang feri.
Mendapat informasi tersebut, team kemudian datang ke Rumah Pelaku di Barak Nias Afdeling-I PT.SAMS Desa Muara Dilam dan langsung membawa Pelaku ke Polsek Kunto Darussalam untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.
Kejadian KDRT terhadap Korban Meniwati Laoly (37) terjadi pada Tanggal 30 Mei 2020. Korban dipukul dan dibanting Suaminya dipicu karena kekesalan Pelaku kepada korban yang meminta uang untuk membeli sembako.
Aksi pemukulan oleh Pelaku sempat di rekam oleh anaknya dan Viral di media sosial. Anak Korban mengaku tak tahan melihat ibunya yang sering dipukuli ayahnya sendiri.
"Atas tindakan kekerasan itu, pelaku dijerat dengan Pasal 44 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara," tutup Feri.

Berita Lainnya
Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polisi di Kuindra Tingkatkan Keamanan
Ciptakan Sitkamtibmas yang Kondusif, Polsek Kuindra Berikan Pengamanan Jalannya Kampanye
Polisi Gerebek Rumah di Ukui, 7 Paket Diduga Sabu Diamankan
Komitmen Bantu Masyarakat, LBHI Batas Indragiri Turun Langsung ke Lokasi Lahan Sengketa dengan Perusahaan di Desa Sungai Raya
Dua Pelaku Curat Rumah Perawat di Menggala Berhasil Ditangkap Polisi
Maling Ikan di Perairan Riau, Tiga WN Malaysia Dimankan Satpol Air Polres Bengkalis
Tilap Dana BLUD RSUD Bangkinang Nyaris Rp7 M, Eks Bendahara Dimungkinkan Dijerat TPPU
Jelang Ramadhan, Polres Lampura Ringkus 13 Tersangka Kejahatan, 4 Diantaranya di Dor
Pengedar Sabu di Panipahan Darat Digerebek, Sempat Kabur Lewat Pintu Belakang
Dua Mantan Pejabat Riau Pos Buka Suara, Hak Finansial Rida K Liamsi Disebut Belum Dihitung
Ditresnarkoba Polda Lampung Sukses Ungkap Kebun Ganja di Bakauheni Lampung Selatan
Seorang Bandar Judi Sijie Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Karimun