Minta Donasi Biaya Perawatan Rp100 Juta, Ini Klarifikasi Orang Tua Gumaisha
BUALBUAL.com - Gumaisha, seorang bayi perempuan sempat bikin geger setelah dipublish di website kitabisa.com karena meminta donasi untuk biaya operasi pembuatan anus senilai Rp100 juta.
Benar adanya, bayi asal Jalan Lingkar 1 Lorong Lingkar Jadi Tembilahan ini dilahirkan tanpa anus. Ketidaksempurnaan si buah hati membuat pasangan Guslaini dan Rini Gustiani gundah. Bagaimana tidak, dengan keterbatasan ekonomi, tindakan medis yang mesti disegerakan tersebut memaksa diri untuk mencari donasi.
"Sebelumnya, ini langkah terakhir kami untuk meminta bantuan secara suka rela," kata Guslaini kepada awak media, Selasa (24/11/2020).
Tak berlangsung lama, pria berstatus pegawai swasta di PLTU Tembilahan ini akhirnya menghentikan donasi. Sebab utamanya adalah biaya perawatan anaknya sudah ditanggung oleh BPJS.
"Terima kasih atas bantuan dan doa semua pihak. Hari ini, kita memutuskan untuk menghentikan donasi karena BPJS untuk anak kami sudah aktif dari perusahaan," tuturnya.
Perlu diketahui, Gumaisha ini dilahirkan pada hari Senin malam, 16 November 2020 di Puskesmas Gadjah Mada Tembilahan. Pada hari berikutnya, tanggal 17 November, bayi dibawa ke kediamannya.
Pihak keluarga sempat heran, hingga usia 4 hari si bayi tak kunjung BAB. Kondisi bayi tanpa anus diketahui setelah dibawa kembali ke Puskesmas Gadjah Mada pada hari Jumat, tanggal 20 November.
Tanpa berfikir lama, sore harinya Gumaisha dibawa ke Rumah Sakit 3M untuk dioperasi pembuatan anus sementara. Dia masuk ke ruang operasi sekira pukul 21.30 WIB.
Padahal Waktu itu BPJS Gumaisha belum aktif. Dengan demikian, suami istri ini berinisiatif mengisi formulir di website kitabisa.com demi mendapat bantuan secara suka rela.
"Tak lama setelah masuk ruang operasi, barulah kami dapat informasi bahwa BPJS anak kami sudah aktif. Ya sudah, operasi tak mungkin lagi kami batalkan," terangnya. Biasa yang dihabiskan kala itu mendekati Rp10 juta. Pengakuan Guslaini, uang ini adalah pinjaman dari kerabat dekatnya.
Dihari berikutnya, dia langsung menggunakan BPJS tersebut dengan membawa Gumaisha ke RSUD Puri Husada Tembilahan. Sempat tak terbayang lagi dengan rencana mencari donasi. Namun ternyata, pada hari Senin, tanggal 23 November, website kitabisa.com mengkonfirmasi dan menayangkan kepada publik dengan judul 'Bantu Gumaisha untuk BAB melalui Anus'.
Tak sampai 24 jam, permohonan donasi itu viral bikin keluarga Gumaisha tercengang. "Bingung harus gimana, karena perawatan anak kami sudah ditanggung BPJS," sahut sang Istri, Rini Gustiani saat mendampingi suaminya.
Mereka berdua berembuk dan memutuskan. Pada tanggal 24 November sekira pukul 15.00 WIB, dia menghubungi pihak kitabisa.com untuk segera menghentikan penggalangan dana. Tak lama berselang waktu, penggalangan pun terhenti dijumlah Rp 3.518.140.
Nilai rupiah itu kata Rini, dikembalikan lagi oleh pihak kitabisa.com kepada rekening masing-masing donatur. Namun untuk donasi yang sudah diterima secara langsung, baik ke rekening pribadi maupun bertatap muka, Rini dan suami dengan senang hati menggunakan sebagaimana mestinya.
"Uang yang sudah didonasikan sangat berguna untuk kami. Apalagi, biaya operasi sebelumnya didapat dari pinjaman yang seharusnya kami kembalikan lagi. Sekali lagi terima kasih atas bantuan dan doa semua pihak. Terutama kepada keluarga, kerabat, pihak rumah sakit, dan kitabisa.com," imbuhnya.
"Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak jika permohonan donasi tersebut mengganggu dan bikin keliru," tutup Rini.
Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan saat dikonfirmasi membenarkan, pasien atas nama Gumaisha sedang dirawat sebagai peserta BPJS.
"Segala perawatan pasien ditanggung oleh BPJS. Apapun tindakan medis nantinya, keluarga pasien tidak perlu lagi mengeluarkan biaya," ucapnya.***

Berita Lainnya
Kebakaran Hebat di Belakang Ramayana Pekanbaru, 12 Rumah Ludes Dilalap Api
Masyarakat Riau Minta Komisi IV DPR RI Fokus Terhadap Lahan Sawit Ilegal Skala Besar
Harga Cabai Merah di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu, Pasokan Terbagi ke Jakarta dan Banten
Hasil Audit BPK di Dinas Pertanian Kuansing Dilirik Kejati Riau
Sempat Viral, Kepala Bappeda Lampura Bantah Ada Katakan Bahasa tidak Senonoh
Mobil Sekretaris JMSI Inhu Dilempar Batu, Korban Luka Jaitan 8 Cm
BMKG Pekanbaru Predeksi Turunnya Hujan Sedang, Lebat Disertai Petir
Polda Lampung Bentuk Tim Khusus, Buru Pelaku Penusukan di Brabasan Mesuji
Mantan Dirut PT GCM Zainul Ikhwan Tutup Usia saat Jalani Masa Hukuman di Rutan Kelas I Pekanbaru
Dampak Kebijakan Menunda Kontrak Terhadap Tenaga non PNS, Bupati Meranti Adil Kembali Didemo
Podcast Polda Riau Angkat Tema ''Jagung untuk Negeri'', Kades Belaras Barat Paparkan Sinergi Green Policing dan Ketahanan Pangan Nasional
Bea Cukai Tembilahan Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Rokok Ilegal ke Kejaksaan