Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Kebakaran Pasar Kuok, Warga Sebut Damkar Telat Datang, Edi Bahrein: Kami Sudah Cepat
Bualbual.com- KUOK- Salah seorang warga yang menjadi korban kebakaran mengatakan, armada pemadam agak telat tiba di lokasi. Kebakaran ini menghanguskan 23 kios dan rumah tinggal di Pasar Kuok, Jumat (22/1/2021) subuh.
Menurut warga, api mulai nampak pada pukul 04.55 WIB. Armada kebakaran milik Pemda Kampar baru tiba di lokasi sekitar 30 menit kemudian.
"Kalau pemadam lebih cepat tiba di lokasi, mungkin kios yang terbakar tidak akan sebanyak ini," ujar Pian pada saat kami temui sedang mengais sisa kebakaran.
Apa yang dikatakan warga tersebut dibantah oleh Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Kampar, Edi Bahrein. Menurutnya personil Damkar telah sigap dan cepat tiba di lokasi.
Dijelaskan Bahrein, informasi yang diterima oleh pihaknya tentang kebakaran ini adalah pada Pukul 05.13 WIB. Pada pukul 05.15 WIB personilnya sudah berangkat dari markaz menuju lokasi kejadian.
"Artinya, personil kami cuma butuh dua menit persiapan langsung berangkat menuju lokasi. Pada pukul 05.21 WIB, personil dengan 4 unit mobil Damkar tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman sesuai SOP (standard operating procedure). Berarti kita hanya butuh 6 menit dari Bangkinang ke Kuok," terang Bahrein.
Bahrein menjelaskan, dari 8 unit Damkar yang dimiliki, pihaknya hanya bisa menurunkan 4 unit saja. Sebab separoh unit mengalami kerusakan. "Yang siap tempur hanya 4. 4 unit lagi rusak," terang Bahrein.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kampar, Repol yang beberapa saat kebakaran terjadi sudah berada di lokasi juga menyorot performa Damkar. Ia menilai, Damkar seharusnya bisa lebih maksimal lagi dalam menangani kebakaran di Kuok. Baik dari segi waktu kedatangan, maupun menyangkut dengan kesiapan unit dan personil yang diturunkan.
Sejak awal, Repol adalah yang paling getol menyorot kesiapan Damkar sejak beberapa tahun ke belakang. Menurut dia, jumlah armada harus mampu meng-cover seluruh wilayah Kabupaten Kampar dalam menghadapi berbagai macam ancaman kebakaran yang tentu saja tidak terduga.
Selain itu, menurut dia sumber daya manusia personil Damkar juga harus terus ditingkatkan agar semakin cekatan dalam melindungi masyarakat beserta harta bendanya dari amukan si jago merah yang bisa terjadi kapan dan di mana saja.
Menurut Repol, penyempurnaan sumber daya personil dan armada Damkar adalah hal yang sangat urgen sebab ini pada akhirnya menyangkut keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat Kampar.
Pemda Kampar sendiri pada 2020 lalu membeli 3 unit mobil Damkar yang dilelang melalui anggaran di Bagian Umum Setda Kampar. Beberapa waktu lalu kami sempat mendatangi tempat parkir ketiga unit Damkar yang baru ini. Kami lalu menanyakan perihal unit yang baru tersebut kepada personil yang ada di sana.
"Yang itu bang, unit yang baru. Itu satu, itu satu dan yang itu satu. Yang kecil-kecil itu," ujar personil yang kami temui sambil menunjuk ke arah 3 unit mobil Damkar yang baru.
Menurut penjelasan petugas yang kami temui itu, 4 unit armada Damkar lainnya sedang dalam kondisi rusak. Sehingga tidak bisa diturunkan guna melakukan pemadaman. Masih menurut dia biaya perbaikan unit yang rusak sangatlah mahal.
"Biaya perbaikan mahal. Daripada memperbaiki lebih baik beli baru," beber dia.
(Dani)

Berita Lainnya
Pendatang Baru!!! Telah di Tembilahan Kedai Kopi Dengan Masakan Khas Bengkalis
Rekomendasi Resto Enak di Tembilahan: Tujuh Momen
Coconut Jelly Nailah, Solusi Dagangan Praktis Di Tengah Merosotnya Harga Jual Kelapa Di Inhil
Keindahan Pasir Sersah 'Fosil Laut' Terhampar Disepanjang Bibir Pantai, Hanya Dimiliki Pantai Solop
Lezatnya Rasa Nasi Samin Khas Tembilahan
Pasar subuh Tembilahan, penggerak ekonomi Inhil sejak 1963
Kapal Ferry Rahmat Jaya 09 Mendadak Dipepet Kapal Patroli Bea Cukai di Pelabuhan Batam
Pemdes Pelanduk Kembangkan Semah Kampoeng Sebagai Wisata Budaya Religi Desa
Nikmati Sensasi Segar Smoothies Buah dan Kelezatan Jamur Crispy di Stand STBH!
Seorang ASN Menggugat Kepala Puskesmas Tapung Hilir l Di Pengadilan Negeri Bangkinang
Resep Cara membuat nasi pundut khas Banjar Tembilahan
Cara dan Bahan Membuat Sagu Lemak Khas Indragiri Hilir