Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Mahasiswa Inhil-Jogja Bersatu, Siap Gugat Perda Ketertiban Umum
BUALBUAL.com - Aliansi Mahasiswa Inhil Jogjakarta (AMIJ) bersatu dalam diskusi terkait Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2016, diskusi tersebut menyikapi penindasan yang dilakukan oleh penguasa terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL), Selasa (2/2/2021).
Saat diskusi berlangsung, Mahasiswa Inhil-Jogjakarta menunjukkan sikap akan membela hak-hak PKL, dan menganggap bahwa PKL sedang kesulitan hadapi pandemi.
Dalam kondisi sulit pemerintah malah menindas atas nama Perda Inhil Nomor 11 Tahun 2016.
Sahabat Syukron mengatakan bahwa Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2016 sangat tidak berpihak kepada PKL, karena hanya fokus pada penertiban.
“Bertahun-tahun, sepertinya hanya segitu solusi dari Pemda untuk PKL, hanya menertibkan, tidak memberdayakan," kata Syukron.
Sedangkan Bung Abay mengungkapkan, bahwa dari beberapa hasil pendataan di lapangan, banyak masyarakat yang ditertibkan tanpa ada solusi dari pemerintah.
Padahal masyarakat baru saja ingin bangkit dari keterpurukan, menurut Abay tindakan yang dilakukan oleh Pemda itu tidak solutif.
“PKL baru ingin bangkit, tapi malah tidak diberikan solusi," ucap Abay.
“Belum lagi ada oknum-oknum tertentu yang sepertinya memang cari untung dalam penindakan PKL”, tambahnya.
Bung Iqbal selaku Ketua Inhil Connect yang juga Mahasiswa S2 Fakultas Hukum Universitas Janabadra mengatakan, masyarakat mempunyai hak dalam berusaha, dan itu dijamin dalam konstitusi kita UUD 1945.
“Penertiban dalam kondisi sekarang ini, benar-benar sikap yang tidak memikirkan rakyat kecil," ungkapnya.
Perda Ketertiban Umum Inhil Akan Digugat
Diskusi AMIJ akhirnya sepakat untuk menggugat Perda Nomor 11 Tahun 2016 ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan ke Mahkamah Agung untuk diajukan Judicial Review.
Forum diskusi mengatakan, Pemda menindas rakyat atas nama Perda, kita lawan penindasan itu atas nama rakyat.
“Perda ini memang jadi alat kayaknya, cuman dijadikan alasan untuk geser sana geser sini, menindas PKL, harus digugat," ujar Peserta.
Pemerintah Daerah Inhil harus sadar, bahwa ada yang salah dalam kebijakan yang dibuat untuk PKL dan rakyat kecil punya hak untuk hidup, harus adil dalam menyikapinya.
Salah seorang peserta dengan tegas mengatakan, bahwa tidak cukup penertiban PKL, tapi juga harus pemberdayaannya.
“Pemberdayaan sangat penting bagi PKL, kasihan rakyat cuma cari makan, mereka mempertahankan hidupnya," ungkap salah seorang peserta.
Muhammad Iqbal Samsudin, SH yang juga merupakan Ketua Divisi Litbang LKBH (Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum) Fakultas Hukum Janabadra mengatakan, teman-teman di daerah terus lanjutkan perjuangan di lapangan, kita dari sini akan menggugat Perda Nomor 11 Tahun 2016 itu, dan kita dari LKBH Fakultas Hukum Janabadra siap untuk mengawalnya.
"Kita akan gugat Perda Nomor 11 Tahun 2016 itu dan kita siap untuk mengawalnya," tegas Iqbal.***

Berita Lainnya
Cekcok Sesama Pengamen di Kota Tanjungpinang, Satu Korban Tertusuk Senjata Tajam
Kasus Pemalsuan Surat Terus Berlanjut, Polda Kepri Lakukan Konferensi Pers
Dari Desa ke Tepian Narosa, Singa Kuantan Dibekali Doa dan Dukungan Warga
Gara - gara Jaringan Telkom Belum Pulih, ATM di Pekanbaru 'Offline'
Kawanan 12 Gajah Raksasa Melintas di Kebun Warga Pekanbaru, Warga Sempat Cemas
SF Hariyanto Bantah Perintah Cari Dana Rp300 Juta untuk Renovasi Rumah Dinas Polda Riau
FPII Sebut Tindakan Kekerasan Jurnalis di Batam Sebagai Catatan Kelam Kebebasan Pers di Kepri
KPK Turun Ke Meranti, Rumah Dinas Bupati Dijaga Ketat Aparat, Ruang Sekda dan BPKAD Disegel
Belasan Rumah di Concong Inhil Alami Rusak Akibat Terjangan Ombak Tinggi
Tabrakan Maut di Lintas Timur, 4 Penumpang Bus PMH Meninggal Dunia
Ditemukan Ulat pada Makanan Pasien Covid-19 di Islamic Center Tembilahan
Demi Kepentingan Pribadi, Diduga Ketua Kelompok Peternak Jual Sapi yang Dibiayai Dana Desa Tanjung Waras