Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Harapan Endang Abdullah Untuk Balita di Tanjungpinang
BUALBUAL.com - Stunting merupakan kondisi saat balita atau anak mengalami gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi atau asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.
Untuk mengetahui dan mengevaluasi stunting di daerah, Wakil Walikota Tanjungpinang, Endang Abdullah, SKp MSi mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) percepatan Penurunan Stunting oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Maruf Amin, yang dilaksanakan secara virtual di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Walikota, Senin (23/08).
KH. Maruf Amin dalam arahannya menyampaikan, dengan adanya komitmen yang kuat dari Kepala Daerah, menjadikan penurunan stunting sebagai prioritas sehingga semua sumber daya yang diperlukan dapat dimobilisasi untuk penurunan stunting. “Kita semua harus bertekad dan bekerja keras agar target ini dapat dicapai”, ungkap Wapres.
Wapres juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para bupati/walikota yang menyatakan komitmennya untuk melakukan percepatan penurunan stunting di wilayahnya. Seperti diketahui pemerintah menargetkan angka stunting turun menjadi 14% pada tahun 2021.
“Komitmen bersama sangatlah diperlukan. Karena dengan komitmen yang kuat dari kepala daerah, menjadikan penurunan stunting sebagai prioritas sehingga semua sumber daya yang diperlukan dapat dimobilisasi untuk penurunan stunting,” pungkasnya.
Ditambahkan oleh Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan bahwa stunting menentukan kualitas manusia di masa depan. Berdasarkan data dari World Bank 2020, permasalahan stunting di Indonesia berada di urutan ke 115 dari 151 Negara di dunia.
“Penyebab tingginya angka stunting diantaranya kurangnya asupan gizi kronis, rendahnya cakupan akses air dan sanitasi penduduk yang memiliki akses air minum berkualitas, rendahnya pendidikan orang tua, pola asuh yang salah serta kurangnya tenaga kesehatan terutama ahli gizi dalam pemantauan perkembangan balita”, jelas Suharso.
Disampaikan pada Rakornas, terdapat tiga daerah yang memiliki angka prevelensi stunting yang rendah yakni Provinsi Bali, Kepulauan Riau, dan DKI Jakarta. Menanggapi hal tersebut Wakil Walikota Tanjungpinang Endang Abdullah menyampaikan bahwa stunting bukan hanya persoalan masalah kesehatan, melainkan juga persoalan bangsa Indonesia.
“Stunting bukan sekedar masalah kesehatan tapi masalah survive-nya bangsa Indonesia karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa,” ucap Endang.

Berita Lainnya
Tokoh Masyarakat Yang Akan Divaksin Pertama di Riau Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Bupati Bengkalis Kasmarni Dan Rombongan Sambangi Baznas RI Di Jakarta
Ada 6 Hal Penting Yang Harus Dilakukan Proyek SMPEI
Pemprov Riau Segera Cairkan Bansos Pendidikan Mahasiswa Kurang Mampu
Dari 19.690 di 12 Kab/Kota Honorer Pemprov Riau, 500 Orang Diduga Fiktif
Gubri Syamsuar Usulkan Riau Sebagai Sentra Perikanan dan Kelautan
Raih Penghargaan Investasi 2021, Indra Hidayat: Ini Menandakan Kepercayaan Investor Tinggi Untuk Bintan
Catat! BKD Riau: Peserta Ujian SKD CPNS Pemprov Riau Wajib Swab Test PCR, Jika tidak Gugur
Hasriawadi Ingin Kelurahan Sungai Lekop Jadi Percontohan Terbaik
Pelantikan DPD IKANAS Riau, Wagubri Ajak Membangun Bangsa
Cegah Penyebaran Virus Corona, Relawan Covid-19 Lubuk Siam Jaga dan Pantau Masyarakat
Ganti Rugi Jalan Tol Trans Sumatera Rengat - Jambi Terus Digesa