Harapan Warga Terluar Kepri Program Mubaligh Hinterland Berlanjut
BUALBUAL.com - Warga kawasan pesisir, yang bermukim di daerah terluar Kepri, sangat mengharapkan program Mubaligh Hinterland yang digagas Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad berlanjut. Program yang dirasa sangat mumpuni mencegah degradasi akhlak.
Adalah Odirman Hareva, salah satu mubaligh yang ditempatkan di kawasan hinterland Provinsi Kepulauan Riau. Sudah dua bulan Pemuda 25 tahun asal Pulau Nias, Sumatera Utara ini menjalankan tugas sebagai mubaligh di Desa Pengikik, desa yang berjarak tempuh sekitar sembilan jam perjalanan laut dari pusat Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan.
Kecamatan Tambelan sendiri adalah sebuah kecamatan terjauh dari sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Secara geografis Kecamatan ini berdekatan dengan Pontianak Kalimantan Barat. Tambelan berjarak tempuh minimal 8-10 jam perjalanan laut dari Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang.
Odirman Hareva menyatakan, jauhnya jarak tempat ia ditugaskan tidak menghalangi niat menjalankan tugasnya sebagai da'i.
"Ini tidak lain karena warga di sana (Desa Pengikik) sangat membutuhkan keberadaan ustadz," kata Odirman ditemui di Tambelan, 7 Mei 2022.
Sudah tiga tahun Desa Pengikik tidak memiliki orang yang mengajarkan pendidikan agama.
"Mereka khawatir anak-anak mereka tidak tersentuh dengan pendidikan agama," kata Odirman.
Warga berharap program Mubaligh Hinterland tidak hanya berlangsung hanya satu tahun, namun berkesinambungan. Mayoritas penduduk Desa Pengikik Tambelan yang bermata pencarian sebagai nelayan mengakibatkan anak-anak yang ada di desa itu cenderung turut mengenyampingkan pendidikan, khususnya pendidikan agama.
Anak-anak di desa di pulau terpencil itu cenderung mengikuti kebiasaan orang tuanya: disibukkan dengan mencari ikan di laut, sehingga memunculkan kekhawatiran baru.
"Mereka (para orang tua) makin khawatir. Waktu mereka untuk keluarga sangat terbatas. Mereka khawatir karena tidak cukup waktu memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya," papar Odirman.
Seibarat hujan, kehadiran mubaligh di Desa Pengikik adalah apa yang diharapkan oleh warga setempat. Salah seorang warga Pengikik, Suhardi (36 tahun) menyatakan kebahagiaannya. Ia berharap program Gubernur Ansar Ahmad ini dapat terus berlanjut.
Ia mengharap anak-anak di Desa Pengikik mendapat pendidikan agama, sama halnya dengan anak-anak di daerah lain yang mudah dijangkau.
"Kami menginginkan anak-anak kami setara dengan anak-anak di tempat lain," ujarnya.
Selama dua bulan bertugas, Odirman Hareva menyebut telah cukup banyak aktivitas yang telah dilakukan. Di desa itu, dia bersosialisasi dengan masyarakat setempat: memberikan pemahaman pentingnya pendidikan agama bagi setiap keluarga. Di sana ia juga mengajarkan anak-anak mengaji, serta ilmu fiqih, salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang menjadi pedoman menjalankan aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Allah.
Hal serupa juga disampaikan Frengky. Dai yang disapa Ustadz Zaki ini juga melaksanakan aktivitas pendidikan agama Islam sebagaimana dilakukan Odirman Hareva.
Sama seperti Odirman, sudah dua bulan Ustadz Zaki berupaya meningkatkan akhlak warga di Desa Kukup Kecamatan Tambelan. Di desa ini dia mengajarkan anak-anak mengaji, ilmu fiqih dan juga mengajak warga di sana untuk meningkatkan ibadah.
Sama halnya Odirman, di desa ini Ustadz Zaki disambut dan diterima warga dengan baik. Pemuda asal Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat ini juga menyatakan jika warga menginginkan agar Program Mubaligh Hinterland berlanjut.
"Ini juga dikarenakan permasalahan yang ada di Desa Pengukup cukup banyak untuk dipecahkan sehingga membutuhkan waktu yang tidak cukup hanya satu tahun," pungkasnya.
Dalam sambutannya saat berkunjung ke Kecamatan Tambelan, Sabtu (7/5), Gubernur Kepulauan Riau, H Ansar Ahmad kembali menekankan pentingnya menempatkan dai di kawasan pelosok (hinterland).
Upaya ini ditegaskan Gubernur Ansar untuk menjaga akidah masyarakat di antaranya diakibatkan minimnya pengetahuan agama serta permasalahan ekonomi yang tidak jarang mengakibatkan warga depresi dan putus asa.
"Cukup banyak kita mendapati berita mengenai peristiwa yang sangat miris belakangan ini diakibatkan minimnya dasar agama dan terpuruknya ekonomi," pungkas Ansar.
Hal inilah yang kemudian disebut mantan Bupati Bintan dua periode ini mendasari dirinya membuat Program Mubaligh Hinterland.
Untuk tahun ini, sebanyak 50 mubaligh ditempatkan di daerah perbatasan dan pulau-pulau terpencil di Provinsi Kepri. Para mubaligh ini diikat dengan kontrak untuk menjaga akidah masyarakat di wilayah terpencil.
"Kita mendorong iman masyarakat di kawasan terpencil agar tidak goyah dalam situasi seperti ini," papar Gubernur Ansar.
Selain bertugas memperkuat keimanan dan mental masyarakat, da'i yang ditempatkan di kawasan terpencil ini juga ditugaskan mendata masjid atau mushala yang kondisinya dianggap kurang layak.
"Kita juga fokus pada pembenahan masjid di pulau-pulau terpencil supaya masyarakat bisa beribadah dengan baik dan nyaman," pungkas Gubernur.
Menurut Ansar, program Mubaligh Hinterland ini bukanlah "barang baru". Program serupa telah dijalankan ketika dirinya masih menjabat sebagai Bupati Bintan.
"Kita perlu menjaga akidah masyarakat kita," tutup Ansar.

Berita Lainnya
Selama Ramadan 1441 H, Masjid Istiqomah Tak Gelar Tarawih
Dr Hasan Nul Hakim, Sebut Penuhi Ketentuan, Perkawinan Siri Disahkan Dengan Sidang Isbat Nikah Terpadau
Hari Pertama Puasa Ramadan 1441 H, Tak Ada Masyarakat Balik Kampung Lewat BSL
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Arafah Duri Riki Rihardi, Salurkan Bantuan 303 pada Anak Yatim
Satreskrim Polres Kampar Rutin Gelar Jumat Barokah, Sediakan Makan Siang Bagi Dhuafa
Kadis Kominfotik Ajak Masyarakat Rohil Ramaikan Tablig Akbar UAS di Bagansiapiapi
Kantor Kementerian Agama Inhu: Perbolehkan Pelaksanaan Salat Tarawih
Megah Dan Fantastis! Pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Mandau Tahun 2022, Serasa MTQ Tingkat Kabupaten
Sempat Ditunda, MTQ ke-XXII Tingkat Kecamatan Rengat Barat Resmi Dibuka Secara Virtual
Warga Tetap Lakukan Protokol Kesehatan Covid-19 'Masjid di Siak Mulai Ramai'
Bupati Bengkalis, Persatuan Masyarakat Aceh (PERMASA) Bershalawat di Kecamatan Mandau
Lepas 363 JCH Kloter I Embarkasi Batam, Gubernur Ansar Doakan Jadi Haji Mabrur