Presiden Cabut PPKM, Bantuan Sosial Masih tetap Diteruskan
BUALBUAL.com - Pemerintahan dengan cara resmi umumkan pencabutan peraturan pemerlakukan limitasi aktivitas warga (PPKM). Walau PPKM ditarik, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memperjelas jika pemerintahan tetap salurkan bansos (bantuan sosial) ke warga.
"Perlu saya berikan, janganlah sampai ada kekuatiran, meskipun PPKM ditarik bantuan sosial tetap diteruskan. Bantuan sosial sepanjang PPKM akan diteruskan pada tahun 2023," tutur Presiden dalam info jurnalis, diambil Minggu (1/12/2023).
Selainnya bantuan sosial, lanjut Presiden, pemerintahan tetap salurkan kontribusi vitamin dan beberapa obat lewat sarana servis kesehatan (faskes) yang dipilih. Disamping itu, beberapa intens seperti intens pajak masih tetap diteruskan.
"Kontribusi vitamin dan beberapa obat tetap ada di faskes yang dipilih, dan beberapa stimulan-insentif pajak dan sebagainya akan terus diteruskan," katanya.
Awalnya, Kepala Negara sudah umumkan pencabutan PPKM dan tidak ada limitasi keramaian dan gerakan warga. Pencabutan ini didasari di hasil pengkajian yang sudah dilakukan lebih dari 10 bulan dan dengan memerhatikan keadaan wabah COVID-19 di tanah air yang teratasi.
"Kita ini membahas telah lebih dari 10 bulan, dan melalui pemikiran-pertimbangan yang berdasar beberapa angka yang ada, karena itu di hari ini pemerintahan memilih untuk mengambil PPKM yang tercantum pada Perintah Mendagri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022 . Maka, tidak ada limitasi keramaian dan gerakan warga," kata Presiden.
Presiden menambah, saat sebelum pencabutan, semua kabupaten/kota di Indonesia dengan status PPKM Tingkat 1, di mana limitasi keramaian dan gerakan orang pada tingkat rendah. Disamping itu, tanda pengaturan COVID-19 di tanah air terbangun di bawah standard dari Tubuh Kesehatan Dunia (WHO).
"Dalam beberapa bulan akhir, wabah COVID-19 makin teratasi. Per 27 Desember 2022, kasus harian 1,7 kasus per 1 juta warga, positivity rate mingguan itu 3,35 %, tingkat perawatan rumah sakit atau BOR ada di angka 4,79 %, dan angka kematian di angka 2,39 %. Ini semua ada di bawah standard dari WHO," katanya.
Presiden sampaikan, kesuksesan Indonesia dalam mengontrol wabah sekalian jaga ekonomi ialah karena peraturan gas dan rem yang diaplikasikan oleh pemerintahan.
"Alhamdulillah, Indonesia terhitung negara yang sukses mengontrol wabah COVID-19 secara baik dan sekalian dapat jaga kestabilan ekonominya. Peraturan gas dan rem yang menyamakan pengatasan kesehatan dan ekonomi jadi kunci sukses kita," pungkasnya.

Berita Lainnya
Henny Sasmita: Tenun Bengkalis Harus Jadi Aset Budaya dan Sumber Ekonomi
DPRD Gelar Sidang Paripurna Istimewa Dalam Rangka HUT Kabupaten Rohul ke-23
Kabar Gembira, RSJ Bakal Ada di Kepri
Gubernur Ansar Lepas 1.000 Peserta Jelajah Wisata Karimun
Pemprov Riau Terapkan Hanya 25 Persen Pegawai Kerja di Kantor
Peringati HAORNAS Libatkan DLH, Bupati Purwakarta Resmikan Stadion Purnawarman Bersama
Tahun Ini, Kabupaten Lampura Korban 2067 Kambing dan 569 Ekor Sapi
Miliki Bobot 950 Kg dan 820 Kg, Sapi Milik Peternak Rohul Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo
Hadiri Pelantikan Wakil Ketua PN Bengkalis, Bupati Kasmarni Ucapkan Selamat
Bupati Lampura Hadiri Lepas Sambut Kalapas Kelas IIA Kotabumi
Selamatkan TNTN, Menteri LH dan Gubernur Riau Cari Solusi Damai untuk Warga dan Satwa
Meja Tak Bertuan