Mengenal Balai Adat Melayu, Ikon Budaya dan Pariwisata Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau
BUALBUAL.com - Balai Adat Pelalawan merupakan salah satu ikon budaya dan pariwisata bagi Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Seperti diketahui, pengertian balai adat adalah merupakan salah satu dari komponen perangkat adat istiadat orang Melayu. Makna simbol balai adat adalah perlambang kebesaran adat yang berfungsi untuk digunakan oleh para tokoh, cendikiawan, alim ulama hingga masyarakat untuk berkumpul membahas suatu masalah hingga mencapai mufakat terkait segala sesuatu yang berhubungan dengan adat istiadat. Pada masa kerajaan dahulu, keberadaan balai adat ini sangat penting. Bangunan ini menjadi tiga komponen utama sebuah kerajaan berdiri, yakni masjid, istana dan balai adat.
Balai Adat Pelalawan terletak di kawasan komplek perkantoran Kabupaten Pelalawan. Atau bila Anda melalui jalan lintas timur, lokasinya berada di jalan potong kawasan kantor bupati dan masjid jami’ di Kerinci yang cukup megah. Bentuknya cukup artistis, bila Anda mengetahui bentuk anjungan rumah adat Kabupaten Pelalawan yang ada di komplek MTQ Pekanbaru, maka bentuknya tak jauh beda. Sebuah bangunan megah dengan tiang-tiang tinggi dan tangga yang bentuknya cukup khas. Warna kuning keemasan dan putih juga mendominasi bagian dinding yang ada di depannnya.
Secara fisik bangunan Balai Adat Pelalawan ini terlihat cukup megah. Bagi Anda yang ingin berkunjung ke tempat bernilai budaya tersebut, bisa menjadikan lokasi ini sebagai destinasi tempat berfoto yang unik. Melihat langsung bagaimana bentuk ukiran pada tiang, kanan kiri tangga hingga bagian atas dari bangunan. Ukiran tersebut memiliki makna yang kuat bagi tradisi dan budaya masyarakat Pelalawan. Spot berfoto paling menarik di bangunan ini adalah berdiri di bagian tangga atau berdiri di bagian atas sambil meletakkan tangan di dinding pembatas teras yang berwarna kuning.
Berkunjung di petang hari atau pagi hari akan membantu Anda mendapatkan hasil foto yang lebih bagus. Karena kompleks bangunan ini berada dekat dengan tempat-tempat menarik di Pelalawan lainnya, maka berkunjung ke tempat ini bisa sekalian Anda lanjutkan mengunjungi tempat-tempat menarik lainnya di Pelalawan. Jangan lupa singgah ke area masjid besar yang lokasi tak jauh dari balai adat. Terdapat juga taman yang memiliki banyak gazebo kecil, wahana panjat tebing dan saung-saung untuk bersantai di petang hari. Pada petang hari, kawasan ini akan ramai dikunjungi keluarga, muda-mudi maupun orang-orang yang sedang melakukan perjalanan melintasi jalan Lintas Timur.
Cara Menuju ke Lokasi Balai Adat Pelalawan
Cara menuju ke lokasi Balai Adat Pelalawan bisa ditempuh menggunakan jalur darat, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari pusat Kota Pekanbaru, perjalanan bisa ditempuh sekitar 2 jam perjalanan normal. Perjalanan dimulai dari Pekanbaru menuju ke simpang jalan potong ke arah kompleks kantor bupati Pelalawan, atau di simpang SPBU - RM. Sederhana.
Di sana Anda akan menemukan sebuah gerbang selamat datang di Kabupaten Pelalawan, masuk saja ke gerbang tersebut. Anda berada di Jalan T. Said Ja’far. Dari situ Anda akan masuk ke area perkantoran bupati, kantor DPRD, Masjid Jami’ Pelalawan dan beberapa komplek bangunan lain. Bila sudah di sini, Anda bisa bertanya pada orang-orang yang berlalu lalang tempat Balai Adat Pelalawan. Atau bisa dengan mengikuti google map.
Lokasinya tak jauh dari Kantor Bupati Kabupaten Pelalawan. Nama bangunan ini yang bisa Anda ‘search’ di google map adalah Balai Adat Datuk Bandar Setia Diraja. Di kawasan ini terdapat akomodasi rumah makan yang cukup memadai. Atau jika Anda ingin lebih puas, bisa langsung menuju Kota Pelalawan yang jaraknya hanya sekitar 15 menit dari tempat tersebut. Jika waktunyanya tepat, Anda dapat menyaksikan Upacara Adat Togak Tonggol yang pelaksanaannya tak jauh dari lokasi tersebut sekitar 20 menit ke Desa Langgam.

Berita Lainnya
Menelusuri Sejarah Terusan Emas, Nadi Perdagangan dan Sejarah Kehidupan di Inhil
Jejak 150 Tahun Dilestarikan, Inhil Lakukan Konservasi Meriam Khairiah Mandah
Mengenal Desa Suka Jaya, Permukiman Pesisir yang Bertransformasi Jadi Desa Mandiri di Pulau Burung
Mengenal 4 Sahabat Hang Tuah: Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu
Kamu Orang Melayu? Inilah Sejarah Awal Mula Terpisahnya Orang Melayu Menjadi 4 Negeri!!!
SAGO from MANDA Catatan Kejayaan dan Kegemilangan Perdagangan Sagu dari Mandah Abad ke-19
Sejarah dan Asal Usul Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung
Sejarah Singkat Desa Hibrida Mulya Teluk Belengkong, Sentra Kelapa Hibrida di Bagian Utara Inhil
Sejarah dan Perkembangan Desa Suko Harjo Jaya, Pulau Burung - Indragiri Hilir
Tak Ingin Tradisi Hilang Ditelan Zaman, PTPN IV PalmCo Dukung Budaya Melayu Tandun
Stand Up Comedy Melayu Riau, Celoteh Yong Dolah Pokoknya Mewah-mewah
Generasi Muda Melayu Bersatu: Melayu Nusantara Expo 2026 Siap Pecahkan Rekor MURI