Dinkes Inhil Sampaikan Penjelasan Terkait Bayi Kurang Gizi di Pelangiran Meninggal Dunia
BUALBUAL.com - Beredar video terkait adanya bayi penderita gizi buruk meninggal dunia di desa Simpang Kateman, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (31/5/2023).
Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rahmi Indrasari, S. Kl, M. Kl, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp selulernya langsung merespon hal tersebut.
Rahmi menyebutkan pihaknya yakni Petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Simpang Kateman, Bidan Suarni, S. Tr. Keb sudah memberikan penanganan dan mengedukasi orang tua dari bayi tersebut.
"Bayinya berusia 1 tahun 3 bulan 17 hari, Bayi tersebut 3 hari yang lalu diare telah diberikan oralit, zink, dan sirup cotri. Sehari setelah diberikan obat kondisi mulai membaik, kemudian pada malam hari ibunya memberi minum susu kental manis yang di buat sore (kemungkinan sudah basi) padahal sudah diingatkan jangan memberikan susu kental manis pada bayi," ucap Rahmi yang baru saja berkomunikasi dengan petugas Pustu di lapangan.
Rahmi juga menjelaskan, mengenai bayi gizi buruk ini diketahui oleh petugas saat dilakukan penjaringan pada bulan Januari - Maret kemarin. Setelah ditemukan tersebut, pihak Pustu menganjurkan orang tua bayi untuk rutin melakukan posyandu, dan dari rutinitas tersebut berdampak baik terhadap bayi hingga mengalami kenaikan Berat Badan (BB).
"Balita tersebut diketahui saat penjaringan di bulan januari-maret dan sudah dianjurkan untuk ikut posyandu. Bulan kedua posyandu Alhamdulillah ada kenaikan BB. Orang tuanya juga rutin melakukan kunjungan posyandu untuk dipantaukan kondisi BB bayi dan keadaan umum bayi nya, selain itu dibantu juga dengan pemberian susu formula SGM disebabkan ASI ibu kering," jelasnya.
Rahmi menambahkan, penanganan kesehatan terhadap bayi sudah dilakukan dan edukasi ke orang tuanya juga sudah diberikan, artinya petugas sudah mengupayakan penanganan terbaik buat pasien.
"Penanganan kesehatan sudah dilakukan dan edukasi sudah diberikan kepada pihak ibu dan keluarga pasien, secara kewajiban petugas sudah melakukan tugasnya dengan baik di lapangan.
Untuk diketahui, menurut Rahmi Keluarga Balita ini tidak memiliki data kependudukan dan ditinggalkan oleh bapaknya sejak bayi lahir, dan si bayi serta ibu tinggal dengan kakeknya.
"Ibunya berusia 14 tahun, mereka dari keluarga buta aksara, buta angka, dan tidak ada yang bersekolah. Balita ini tidak memiliki data kependudukan dan ia ditinggalkan oleh bapaknya sejak bayi baru lahir dan si bayi serta ibunya tinggal dengan kakeknya," imbuhnya.

Berita Lainnya
LAZnas Chevron Indonesia Terus Dilakukan Disinfektan di 106 Titik Fasilitas Umum di Pekanbaru
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 : Riau Layak Menjadi Acuan Penanganan Corona
Sebanyak 9.516 ODP di Riau Selesai Pemantauan Masa Inkubasi
Pemberlakuan Status UHC, Bela Purwakarta Desak BPJS Kesehatan Sosialisasi Secara Masif
Dinkes Inhil Buka Secara Resmi Sosialisasi dan Informasi pelaksanaan Studi Environmental Health Risk Assessment
Pj Ketua TP PKK Inhil dan Kadiskes Menghadiri Pencanangan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting
Pasien M, Warga Sungai Rawa Dinyatakan Sembuh Covid-19
Dinkes Inhil Ajak Masyarakat Waspadai 8 Faktor Pemicu Kanker
Dinas Kesehatan Paparkan Hasil Analisis Data Stunting di Kabuputen Indragiri Hilir
Dinkes Inhil Minta Warga Tetap Kenali Ciri-ciri Takjil Mengandung Bahan Berbahaya
Publikasi Hasil pengukuran Untuk ata Pengukuran Stunting Tingkat Kecamatan Mandah Tahun 2024
Rumah Sakit Apung Nusa Waluya II Sudah Sampai di Riau, Yuk Kita Lihat!