KPU Pastikan Pencalonan Gibran sebagai Cawapres Sah
BUALBUAL.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI angkat bicara ihwal pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres usai Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) menyimpulkan banyak pelanggaran etik dalam pembuatan putusan MK nomor 90/PUU-XXI/2023 terkait batas usia minimum capres dan cawapres.
Komisioner KPU RI Idham Holik mengatakan, pihaknya telah merevisi Peraturan KPU (PKPU) tentang Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden sesuai amar putusan MK Nomor 90, yakni kepala daerah boleh menjadi capres atau cawapres meski belum berusia 40 tahun. Dengan begitu, Gibran sudah memenuhi syarat.
Idham menyebut, putusan MK Nomor 90 itu hingga kini masih sah berlaku karena tidak dibatalkan oleh putusan MKMK. "Pasca putusan MKMK sampai saat ini tidak ada pembatalan putusan MK nomor 90/PUU-XXI/2023," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/11/2023).
Karena itu, ujar Idham, PKPU tentang Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden sah pula berlaku. KPU menjadikan regulasi tersebut sebagai landasan untuk memverifikasi syarat-syarat pencalonan tiga pasangan bakal capres-cawapres, termasuk terhadap pencalonan Wali Kota Solo Gibran yang berusia 36 tahun.
Berdasarkan hasil verifikasi, kata Idham, Gibran berstatus memenuhi syarat (MS) sebagai cawapres. Prabowo juga MS sebagai capres. Pun dengan pasangan Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar dan Ganjar Prabowo-Mahfud MD juga berstatus MS.
"Hari ini semua dokumen administrasi pencalonan bakal capres dan bakal cawapres berdasarkan hasil verifikasi administrasi telah dinyatakan memenuhi syarat," kata Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU RI itu.
Ketika diminta penegasannya bahwa pencalonan Gibran tetap sah meski putusan MK nomor 90 berlumur pelanggaran kode etik, Idham membenarkan. "(Gibran) sudah memenuhi syarat dan tinggal menunggu ditetapkan," ujarnya.
Idham mengatakan, pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran, Anies-Muhaimin, dan Ganjar-Mahfud akan ditetapkan sebagai pasangan capres-cawapres Pilpres 2024 pada Senin (13/11/2023). Keesokan harinya, KPU akan menggelar pengundian nomor urut pasangan capres-cawapres.
MKMK membacakan putusan atas perkara pelanggaran kode etik Ketua MK Anwar Usman di Gedung MK, Jakarta, Selasa (7/11/2023) sore. MKMK menyatakan Anwar terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap Kode Etik dan Perilaku Hakim Konstitusi.
Ketua MKMK Jimly Asshiddiqie mengatakan, Anwar terbukti melanggar Sapta Karsa Hutama Prinsip Ketidakberpihakan Penerapan angka 5 huruf b dan Prinsip Integritas Penerapan angka 2 karena terlibat dalam pembuatan putusan MK perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023.
Prinsip Ketidakberpihakan Penerapan angka 5 huruf b berbunyi pada intinya melarang hakim konstitusi terlibat dalam pemeriksaaan perkara yang anggota keluarganya mempunyai kepentingan langsung terhadap putusan. Adapun Gibran adalah keponakannya Anwar.
Jimly menambahkan, Anwar juga terbukti melanggar Sapta Karsa Hutama Prinsip Independensi Penerapan angka 1,2, dan 3 karena sengaja membuka ruang intervensi pihak luar dalam proses pengambilan keputusan perkara nomor 90.
Karena itu, sejumlah sanksi dijatuhkan kepada Anwar. Salah satunya sanksi pemberhentian dari jabatan Ketua MK. Artinya, Anwar hanya kehilangan jabatan ketua, tapi tetap menjabat sebagai hakim konstitusi yang mulia lagi terhormat.

Berita Lainnya
BBPOM Pekanbaru Temukan Boraks dalam Kerupuk Tempe di Pasar Takjil
Kejari Inhu Peringati Hakordia Tahun 2022
Kabar Baik untuk ASN Inhil, TPP Dua Bulan Sudah Bisa Dibayarkan, THR Segera Menyusul
Resmi Dilantik! Femmy Loliya Nahkodai Perwatusi Kuansing hingga 2029
Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Gubernur Ansar Tinjau Vaksinasi di SMAN 4 Tanjungpinang
Kelurahan Gajah Sakti Masih ada Semarak Sekampung, HUT Kemerdekaan RI Ke 77
Korban Kebakaran Simpang Gaung Terima Bantuan Rp375 Juta, Setiap KK Dapat Hingga Rp20 Juta
Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 4, Total 99 Kasus
Syamsuar dan Edi Natar Nasution Ucapkan Dirgahayu TNI AU Ke-74
Pemkab Inhil Prioritaskan Pembangunan Sekolah di Wilayah Pesisir, SD 002 Sungai Teritip Dapat Rp3,7 Miliar
LSP Jasaboga Indonesia bersama PPJI Riau Gelar Uji Kompetensi di Tiga Bidang
Riau Susun SOP Sektor Pariwisata Tatanan Era Baru