Kenapa Orang Indonesia Terlihat Malas Membaca? Ini Deretan 6 Penyebabnya
BUALBUAL.com - Pertanyaan "Kenapa orang Indonesia malas membaca?" sering muncul dalam diskusi tentang budaya literasi. Jawabannya tidak sesederhana satu faktor, tapi berikut ini beberapa alasan umum yang sering dikemukakan:
1. Minimnya Budaya Membaca Sejak Dini
Banyak anak-anak di Indonesia tumbuh tanpa kebiasaan membaca di rumah. Buku sering kali tidak menjadi bagian dari keseharian, berbeda dengan gadget atau televisi.
2. Akses ke Buku yang Terbatas
Di banyak daerah, perpustakaan minim, buku mahal, dan toko buku sulit dijangkau. Ini menghambat kebiasaan membaca, terutama di luar kota besar.
3. Pendidikan yang Fokus pada Hafalan
Sistem pendidikan sering menekankan hafalan dan nilai ujian, bukan pemahaman atau eksplorasi melalui membaca. Akibatnya, membaca dianggap tugas, bukan kebutuhan atau kesenangan.
4. Gempuran Konten Digital Instan
Media sosial, video pendek, dan konten visual cepat lebih menarik bagi banyak orang karena instan dan mudah dicerna, membuat teks panjang terasa membosankan.
5. Minimnya Keteladanan
Banyak orang tua, guru, atau tokoh masyarakat tidak menunjukkan kebiasaan membaca. Anak-anak pun tidak punya panutan yang membuat membaca tampak keren atau bermanfaat.
6. Literasi Fungsional Masih Rendah
Berdasarkan beberapa survei (seperti PISA), banyak pelajar Indonesia bisa membaca teks tapi kesulitan memahami isinya. Ini artinya, kemampuan membaca ada, tapi belum optimal.
Namun, perlu dicatat juga: tidak semua orang Indonesia malas membaca. Komunitas literasi, minat baca digital (artikel, forum, web novel, dll), dan peningkatan perpustakaan digital menunjukkan perubahan positif.
Sumber:
Disusun berdasarkan analisis berbagai studi literasi dan survei pendidikan, termasuk:
Survei Program for International Student Assessment (PISA) oleh OECD
Data UNESCO soal minat baca
Observasi tren budaya literasi di Indonesia

Berita Lainnya
Indeks Kebebasan Pers Tahun 2023 Menurun, JMSI Minta Ada Treatmen Khusus
Selamat Hut bhayangkara, begini kata Ketua umum Badko HmI Riau Kepri
Kepri Semakin Kecil! Provinsi Kepulauan Riau Dirumorkan Akan Pecah Jadi Provinsi Baru?
BPD HIPMI Riau Tunjuk Tim Caretaker di BPC HIPMI Kepulauan Meranti, Open Recruitment Anggota Baru dan Pendaftaran Calon Ketua Umum Dibuka
Maulid Nabi Muhammad SAW, Ketua KKIH - Pekanbaru, Hj Nurlia Mari Tegakkan Syiar Islam Sekaligus Mempererat Silaturahmi Antar Sesama
PJS Kampar Menilai Kadis Kominfo Kampar Tidak Profesional, Pilih Kasih Dengan Organisasi Pers dan Jurnalis
Sebelum Berpergian, Cek Prakiraan Cuaca di Wilayah Provinsi Riau Hari Ini
Bawa Semangat Perubahan, Arbain Siap Berkompetisi Pada Pemilihan Ketua FKWI Periode 2022-2025
Tahun Ini, PWI Riau Kembali Gelar UKW Gratis Untuk 100 Peserta
Rapat Perdana BPP Daerah Istimewa Riau, Ini Pembahasannya
Dukung Zero ODOL dan Zero Accident, 76 Kendaraan Ditindak di Jalan SM Amin
Yuk Baca Disini! Tips Meminimalkan Biaya Tagihan Listrik di Rumah