Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Angka Kemiskinan di Inhil Naik, Pengeluaran Harian Warga Dinilai Tak Cukup
BUALBUAL.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa tingkat kemiskinan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengalami kenaikan pada tahun 2024. Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk miskin di Inhil mencapai 41.049 jiwa atau 5,66 persen dari total populasi per Maret 2024. Angka ini naik dibanding tahun sebelumnya yang berada pada level 5,31 persen.
Kepala BPS Inhil menjelaskan, salah satu penyebab kenaikan angka kemiskinan tersebut adalah peningkatan garis kemiskinan, yang kini ditetapkan sebesar Rp629.570 per kapita per bulan, naik dari Rp597.122 pada 2023.
“Garis kemiskinan dihitung berdasarkan nilai pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan makanan sebesar 2.100 kilokalori per kapita per hari, serta kebutuhan non-makanan seperti perumahan, pendidikan, dan kesehatan,” jelasnya.
Peningkatan garis kemiskinan ini turut mempengaruhi jumlah penduduk yang masuk kategori miskin, terutama di daerah-daerah pedesaan seperti Inhil. Meski pengeluaran uang mungkin rendah, sebagian besar masyarakat Inhil masih mampu mencukupi kebutuhan pangan dari hasil pertanian dan perkebunan lokal.
“Jika penduduk masih bisa memenuhi kebutuhan kalorinya dari hasil kebun dan ladang sendiri, mereka belum tentu disebut miskin secara fungsional, meski menurut data pengeluaran mereka di bawah garis kemiskinan,” imbuh BPS.
Saat ini, BPS Inhil juga telah memulai proses pendataan terbaru untuk tahun 2025 sejak Maret lalu. Hasil resmi statistik kemiskinan tersebut dijadwalkan akan diumumkan pada akhir Juli atau awal Agustus 2025 mendatang.

Berita Lainnya
Pemprov Riau Bakal Buat Kebijakan untuk Pemulihan Ekonomi
MBG Dinilai Belum Libatkan Petani Lokal, Masyarakat Reteh Desak Evaluasi SPPG
Kreatif di Tengah Krisis! Saat Petani Lain Mengeluh, Anak Muda Inhil Ini Sulap Kebun Kelapa Jadi Ladang Cuan
Sambu Group Bantah Beli Kelapa Petani Harga Rp.1.500, dan Jelaskan soal Pembatasan Kuota Pembelian
Petani di Inhil Keluhkan Harga Pinang Turun Drastis, Hanya 600 Perak Perkilogram
Ekspor 10 Golongan Non Migas Berikan Kontribusi 98,67 Persen Untuk Provinsi Riau
PT Buana Inhil Pratama Akan Bangun Pabrik Particle Board Berbahan Baku Limbah Kelapa
Harga pinang Kering di Riau Minggu Ini Rp4.425 per Kg
DPMPTSP Inhil Dampingi Bupati HM Wardan ekspos Potensi Perkelapaan di Program Nusaraya Kompas TV
Tiga Calon Pimpinan Bank Riau Kepri Tunggu Panggilan Fit and Proper Test di OJK
Begini Penjelasan DPMPTSP Inhil Soal Izin Industri Pabrik Sagu
PLN ULP Tembilahan Buka Posko Informasi Aduan Tagihan Listrik