Pasokan Terputus, Harga Cabai di Tembilahan Tembus Rp150 Ribu
BUALBUAL.com - Bencana banjir bandang yang melanda di tiga provinsi, Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, telah berdampak pada lonjakan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Dalam tiga hari terakhir, pasokan komoditas utama seperti cabai, bawang, ayam ras, dan telur terganggu sehingga harga di Pasar Tradisional Selodang Kelapa Tembilahan naik hingga 50–80 persen.
Cabai merah mengalami kenaikan paling drastis. Harga yang sebelumnya Rp70 ribu–Rp80 ribu per kilogram kini menembus Rp120 ribu–Rp150 ribu. Bawang merah ikut melambung dari Rp25 ribu–Rp27 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.
Begitu juga dengan harga ayam potong naik dari Rp38 ribu menjadi Rp45 ribu, sementara telur ayam ras yang sudah lebih dulu mengalami kenaikan kini berada pada kisaran Rp58 ribu per kilogram.
Menurut keterangan salah seorang cabai dan bawang di pasar Tembilahan, Oky mengatakan bahwa terganggunya pasokan dari Aceh menjadi faktor utama, karena pasokan terbesar dari Aceh.
“Memang dalam tiga hari ini harga naik tinggi, Panen cabai merah di Aceh berkurang, lantaran musibah membuat distribusi dan hasil cabai putus dan berkurang. Semua daerah tidak kebagian, makanya harga melonjak,” jelasnya.
Maka dari itu, ditambahkannya untuk saat ini mereka mencari alternatif mengambil pasokan cabai dari Manado lewat rekan di Jakarta.
“Insyallah, cabai dari Manado dikirim via pesawat ke Pekanbaru lalu dibawa ke Tembilahan. Baru kali ini kami jual cabai Manado. Harganya sekitar Rp80 ribu, masih di bawah harga yang berlaku sekarang,” ujarnya.
Diakuinya juga bahwa cabai darI Manado baru kali ini dicoba untuk masuk ke Tembilahan, dan ini menjadi salah satu antisipasi atau alternatif untuk menangani tingginya harga dan kurangnya pasokan.
Ungkapan hal yang sama juga diungkapkan Candra pedagang ayam di pasar Tembilahan. Dijelaskannya kendala serupa. Sebelumnya harga Rp35 ribu, sekarang Rp45 ribu–Rp47 ribu.
"Kenaikannya sekitar 50 persen. Barang masuk lambat karena jalan terkendala, stok kurang, jadi kami ambil alternatif dari Jambi. Harga naik, permintaan menurun,” ujarnya.
Sedangkan terkait dengan harga telur, menurut keterangan pedagang bahwa musibah dari beberapa daerah di Sumatra tidak berdampak langsung terhadap harga telur di Kota Tembilahan.
“Telur memang sudah mahal dari sebelumnya karena bukan berasal dari daerah yang terkena banjir. Saat ini belum ada kenaikan lagi. Tidak tahu kalau dua atau tiga hari ke depan, karena khawatir jalan terputus,” katanya.
Kemudian dengan adanya kenaikan sembako tersebut, Khofifah, salah seorang pembeli mengakui bahwa kenaikan ini dirasa berat oleh masyarakat, maka oleh itu dia berharap harganya bisa stabil seperti semula.
“Biasanya kita beli cabai harganya Rp80 ribu, sekarang Rp120 ribu. Kami sebagai masyarakat merasa berat. Semoga harga kembali normal,” harap Khofifah.

Berita Lainnya
Ketua Kadin Bawa Calon Investor ke Inhil, Edy: Kami Berharap Nasional Export Bisa Berinvestasi
Apa Antisipasi Pemerintah? Ancaman Gelombang PHK Massal Akibat Pandemi Corona,
Peluang Bisnis Steak di Tembilahan: Telaga Steak Menawarkan Pengalaman Baru untuk Para Penggemar Makanan
Mendorong Pemulihan Ekonomi Rakyat, KADIN Inhil Kunjungi Kantor Bulog Tembilahan
Kadis PMPTSP Inhil Hadiri Rapat Identifikasi Pemanfaatan Kawasan Hutan Upaya Penyelesaian Hambatan Bagi Pelaku Investasi
UMKM Kue Bingka Kudapan Suku Banjar di Tembilahan, Tidak Hanya Dikenal dalam Negeri, Tapi Dikenal Juga Sampai ke Luar Negeri
Hadapi Ramadan dan Idulfitri, Ini Komoditi Bahan Pokok Masyarakat yang Perlu Diwaspadai
MoU DPMPTSP Inhil Bersama Kadin Terkait Pengembangan Usaha Mikro
Peluang Bisnis Steak di Tembilahan: Telaga Steak Menawarkan Pengalaman Baru untuk Para Penggemar Makanan
Petani Kelapa Inhil Butuh Perhatian, Pendataan Kebun Rusak Jadi Sorotan
Peluang Bisnis Baru di Tembilahan: Momoyo
Tak Disangka! Penjual Cendol Qutub di Milad Inhil Raup Rp20 Juta Hanya dalam Sepekan