Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Pasokan Terputus, Harga Cabai di Tembilahan Tembus Rp150 Ribu
BUALBUAL.com - Bencana banjir bandang yang melanda di tiga provinsi, Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, telah berdampak pada lonjakan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Dalam tiga hari terakhir, pasokan komoditas utama seperti cabai, bawang, ayam ras, dan telur terganggu sehingga harga di Pasar Tradisional Selodang Kelapa Tembilahan naik hingga 50–80 persen.
Cabai merah mengalami kenaikan paling drastis. Harga yang sebelumnya Rp70 ribu–Rp80 ribu per kilogram kini menembus Rp120 ribu–Rp150 ribu. Bawang merah ikut melambung dari Rp25 ribu–Rp27 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.
Begitu juga dengan harga ayam potong naik dari Rp38 ribu menjadi Rp45 ribu, sementara telur ayam ras yang sudah lebih dulu mengalami kenaikan kini berada pada kisaran Rp58 ribu per kilogram.
Menurut keterangan salah seorang cabai dan bawang di pasar Tembilahan, Oky mengatakan bahwa terganggunya pasokan dari Aceh menjadi faktor utama, karena pasokan terbesar dari Aceh.
“Memang dalam tiga hari ini harga naik tinggi, Panen cabai merah di Aceh berkurang, lantaran musibah membuat distribusi dan hasil cabai putus dan berkurang. Semua daerah tidak kebagian, makanya harga melonjak,” jelasnya.
Maka dari itu, ditambahkannya untuk saat ini mereka mencari alternatif mengambil pasokan cabai dari Manado lewat rekan di Jakarta.
“Insyallah, cabai dari Manado dikirim via pesawat ke Pekanbaru lalu dibawa ke Tembilahan. Baru kali ini kami jual cabai Manado. Harganya sekitar Rp80 ribu, masih di bawah harga yang berlaku sekarang,” ujarnya.
Diakuinya juga bahwa cabai darI Manado baru kali ini dicoba untuk masuk ke Tembilahan, dan ini menjadi salah satu antisipasi atau alternatif untuk menangani tingginya harga dan kurangnya pasokan.
Ungkapan hal yang sama juga diungkapkan Candra pedagang ayam di pasar Tembilahan. Dijelaskannya kendala serupa. Sebelumnya harga Rp35 ribu, sekarang Rp45 ribu–Rp47 ribu.
"Kenaikannya sekitar 50 persen. Barang masuk lambat karena jalan terkendala, stok kurang, jadi kami ambil alternatif dari Jambi. Harga naik, permintaan menurun,” ujarnya.
Sedangkan terkait dengan harga telur, menurut keterangan pedagang bahwa musibah dari beberapa daerah di Sumatra tidak berdampak langsung terhadap harga telur di Kota Tembilahan.
“Telur memang sudah mahal dari sebelumnya karena bukan berasal dari daerah yang terkena banjir. Saat ini belum ada kenaikan lagi. Tidak tahu kalau dua atau tiga hari ke depan, karena khawatir jalan terputus,” katanya.
Kemudian dengan adanya kenaikan sembako tersebut, Khofifah, salah seorang pembeli mengakui bahwa kenaikan ini dirasa berat oleh masyarakat, maka oleh itu dia berharap harganya bisa stabil seperti semula.
“Biasanya kita beli cabai harganya Rp80 ribu, sekarang Rp120 ribu. Kami sebagai masyarakat merasa berat. Semoga harga kembali normal,” harap Khofifah.

Berita Lainnya
Drill Exercise ISPS Code Table Top PT Pulau Sambu di Guntung Tegaskan Keseriusan dan Kesiapan Implementasikan Standar Keamanan Internasional
Bupati HM Wardan Kadis DPMPTSP Inhil Ikut Rapat Progres Persiapan HPN Tahun 2023
Pemprov Riau Klaim Dorong Industri Dan UMKM Kuliner Keluarkan Produk Berlabel Halal
Selamat! PT Pulau Sambu Ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional Industri
Manalah Tahu Bikin Full Senyum, Inilah 10 Ide Bisnis 2023 yang Bisa Dicoba, Siap-siap Cuan
6 Jenis Bukti Transaksi yang Umum Dipakai dalam Bisnis
Pada Tahun 2020, Realisasi Penerimaan Pajak Kanwil DJP Riau Rp14,16 Triliun
IKA Fisip Peduli, Bagikan Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19
DPK Apindo Bengkalis, Sambangi Pelaku Usaha di Duri
JMK Water Kota Tanjungpinang Pilihan Isi Ulang Air yang Higienis, Cek Promonya
Temu Bisnis, Kadis Penanaman Modal dan PTSP Wacanakan Penggunaan Google Form
Tidak Hanya Menjadi Oleh-oleh, Kerupuk Ampang Udang Mempunyai Nilai Bisnis Cukup Tinggi di Kabupaten Inhil