Pinjaman Rp200 Miliar Pemda Inhil, Rp5 Miliar Diusulkan untuk Rehab Kantor Bupati?
BUALBUAL.com - Di tengah berbagai persoalan yang belum tuntas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), muncul wacana baru terkait alokasi anggaran daerah. Mulai dari keterbatasan dana untuk pembenahan sektor perkebunan, pembangunan fasilitas pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat, sederet tantangan itu masih menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah daerah.
Namun di sisi lain, Pemkab Inhil memunculkan rencana kebijakan baru melalui pengajuan pinjaman daerah sebesar Rp200 miliar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Dari total pinjaman tersebut, salah satu program yang disebut sebagai prioritas adalah pembangunan fisik atau infrastruktur.
Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, salah satu kegiatan yang masuk dalam wacana itu adalah rehabilitasi Kantor Bupati Inhil dengan nilai anggaran sekitar Rp5 miliar.
Sekretaris Daerah Inhil, Tantawi Jauhari, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa usulan rehab kantor bupati memang dimasukkan dalam rancangan KUA-PPAS Tahun 2026 yang sudah disampaikan ke DPRD Inhil.
“Benar, dalam rancangan KUA-PPAS 2026 terdapat usulan kegiatan rehabilitasi kantor bupati yang pembiayaannya direncanakan melalui pinjaman daerah,” ujar Sekda Tantawi Jauhari melalui pesan WhatsApp, Minggu (30/11/2025).
Ia menambahkan, usulan tersebut masih menunggu pembahasan resmi bersama DPRD Inhil.
“Semua usulan dalam KUA-PPAS akan digodok di Badan Anggaran (Banggar) DPRD. Disetujui atau tidak, kita menunggu hasil akhir pembahasannya,” sambung Tantawi.
Sementara itu, kondisi Inhil saat ini masih jauh dari kata ideal. Banyak janji pembangunan—termasuk yang pernah disampaikan Bupati H. Herman saat Pilkada—masih menunggu realisasi. Salah satunya adalah perbaikan tanggul untuk melindungi kebun kelapa masyarakat.
Tercatat 197 desa sangat bergantung pada hasil perkebunan kelapa. Tidak sedikit petani mengeluhkan kebunnya terendam, hingga buah kelapa rusak akibat hama, dan berharap pemerintah dapat membangun lebih banyak tanggul melalui APBD.
Namun, di tengah kebutuhan mendesak itu, rencana rehabilitasi kantor bupati senilai Rp5 miliar justru menjadi sorotan publik.
Ketua Komisi II DPRD Inhil dari Fraksi PDI Perjuangan, Samino, ketika ditanya soal usulan pembangunan tanggul kelapa di 197 desa, memilih tidak memberikan komentar, meski komisi yang dipimpinnya menangani sektor ekonomi dan keuangan.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin menyampaikan klarifikasi atau tanggapan terkait isu ini.

Berita Lainnya
Pedagang Kaki Lima Tugu Sirih Sepakat Relokasi Area Berjualan
Terapkan Inovasi Teknologi Air Gambut, Pemkab Inhil Jalin Kerjasama dengan RSTP
Sekdaprov Adi Buka FGD Penyusunan Manajemen Resiko Bagi OPD Pemprov Kepri
HM Sumardany Zirnata: IKSIKS Harus Jadi Wadah Silaturahmi dan Persatuan
Hadiri Halal Bihalal KKKS Kecamatan Bengkalis, Bupati Kasmarni Harap Kepala Sekolah Fokus dan Optimalkan Kinerja Demi Kemajuan Pendidikan
Salah Satu PLTS Terbesar di Dunia Akan Dibangun di Kepri dengan Investasi Rp71,8 Triliun
Pastikan Penanganan Covid-19 di Kecamatan, Bupati Sukiman Video Conference dengan Camat se-Rohul
Aspirasi Musrenbang Bathin Solapan, Prioritas Infrastruktur dan Air Bersih di Tahun 2025
Dinas ESDM Riau: 26 Desa di Inhil dan Kampar Belum Dialiri Listrik
Dirut PHR Pesan Jaga Keselamatan, Berpesan Pada Karyawan
Buka Sosialisasi AD/RT Munas IV, Hj. Zulaikhah Wardan Tekankan Anggota Dharma Wanita Harus Tampil Sederhana
Kunjungi Posko Pengungsi Korban Kebakaran, Wapres Serahkan Bantuan