Pelaku Karhutla 35 Hektare di Rupat Utara Dibekuk, Sempat Kabur Usai Kebakaran
BUALBUAL.com - Polres Bengkalis melalui Satuan Reserse Kriminal berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pendudukan kawasan hutan tanpa izin yang terjadi di wilayah Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si melalui Kasat Reskrim menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari terdeteksinya titik hotspot melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning pada 11 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di Dusun Hutan Samak, Desa Titik Akar.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Rupat Utara bersama masyarakat segera menuju lokasi dan mendapati adanya kebakaran lahan. Tim langsung melakukan upaya pemadaman guna mencegah meluasnya api.
“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, serta berdasarkan keterangan saksi-saksi, barang bukti, dan didukung analisis ahli lingkungan, penyidik menetapkan satu orang tersangka berinisial P.H,” ujar Kasat Reskrim.
*Dijelaskan, lokasi kebakaran berada di kawasan Hutan Produksi yang dapat dikonversi (HPK). Berdasarkan hasil koordinasi dengan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), lahan tersebut merupakan kawasan hutan negara. Tersangka tidak dapat menunjukkan dokumen kepemilikan yang sah,* sehingga diduga telah menguasai atau mencaplok lahan milik negara tersebut secara ilegal.
Lebih lanjut, dari hasil penyelidikan terungkap bahwa sebelum kejadian, sejumlah saksi melihat tersangka kerap berada di lokasi lahan yang sebagian telah ditanami kelapa sawit. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai lebih kurang 35 hektare.
Dugaan titik awal api juga mengarah pada lahan yang dikuasai oleh tersangka. Hal ini diperkuat oleh keterangan saksi serta analisis citra satelit oleh ahli lingkungan Prof. Bambang Hero Saharjo yang menunjukkan indikasi awal kebakaran berasal dari area tersebut.
“Selain itu, setelah kejadian kebakaran, *tersangka diketahui tidak berada di lokasi dan sempat meninggalkan wilayah Rupat Utara selama kurang lebih dua hingga dua setengah minggu,* meskipun yang bersangkutan mengetahui adanya kebakaran di lahan tersebut,” tambahnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, petugas juga menemukan bekas-bekas pembakaran, termasuk indikasi sumber api yang diduga berasal dari lokasi tersebut, sehingga memperkuat dugaan keterlibatan tersangka.
Adapun barang bukti yang diamankan antara lain sampel tanah terbakar dan sisa pelepah sawit yang telah hangus, dengan jenis tanah yang terbakar merupakan tanah mineral.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan sejumlah pasal terkait kehutanan dan perlindungan lingkungan hidup, dengan ancaman pidana sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Saat ini, penyidik masih terus melengkapi berkas perkara, berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli guna proses hukum lebih lanjut.
Kapolres Bengkalis mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampaknya yang luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Berita Lainnya
Tangan Diborgol Imam Besar FPI, HRS Ditahan Polda Metro Jaya
Satreskrim Polres Lampura Berhasil Ungkap Pelaku dan Penadah Barang Curian
Tersangkut Masalah Narkoba, Satu Oknum Pegawai Rutan Pekanbaru Dipecat Tidak dengan Hormat
Polda Riau Ringkus 3 Tersangka, 61 Kg Sabu Diamankan
Sat Narkoba Polres Lampung Utara amankan Seorang Pengguna Narkoba
Buka Kebun Sawit dengan Membakar Lahan, Warga Inhu Ditangkap Polisi
Dikabarkan Sering Transaksi Narkoba, Seorang Pria Di Tambusai Diringkus Polisi
Polda Riau Bongkar Kasus Beras Oplosan SPHP di Pekanbaru
Ratusan Juta Dana BOS di SDN 12 Keritang Hulu Hilang Tanpa Jejak
Ratusan Botol Miras Asal Singapura Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Inhil
Serius Berantas Narkoba, Polres Inhil Turun ke Tempat Hiburan Malam
Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu, 12 Paket Siap Edar Disita