Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Kehadiran Arsadianto Rachman di Sidang Abdul Wahid Jadi Sorotan, Dinilai Wujud Dukungan Publik
BUALBUAL.com - Kehadiran tokoh masyarakat Riau Arsadianto Rachman, dalam persidangan perkara dugaan pemerasan anggaran Dinas PUPR-PPKP Provinsi Riau di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru menjadi sorotan tersendiri dan menarik perhatian publik di ruang sidang, Rabu (22/4/2026).
Arsadianto yang hadir bersama ratusan kader Pemuda Pancasila (PP) tersebut dinilai bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk perhatian masyarakat terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kuantan Singingi Musliadi, yang akrab disapa Cak Mus, menyebut kehadiran tersebut sebagai energi positif bagi pihaknya maupun bagi Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Riau, termasuk Pemuda Pancasila yang dihadiri langsung oleh Pak Arsadianto Rachman. Ini menjadi energi positif bagi kami dan bagi Pak Gubernur untuk lebih bersemangat mengikuti persidangan berikutnya,” ujarnya.
Menurut Musliadi, kehadiran tokoh masyarakat menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap jalannya persidangan yang dinilainya terjadi secara alami, bukan hasil mobilisasi.
“Ini menarik. Biasanya sidang dugaan korupsi sepi, tetapi kali ini ramai. Ini menunjukkan dukungan masyarakat yang murni, tidak ada bayaran seperti yang dituduhkan. Semua hadir dengan niat masing-masing,” katanya.
Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat dipicu rasa ingin tahu terhadap fakta-fakta persidangan yang terus terungkap. Menurutnya, dari keterangan para saksi sejauh ini belum terlihat adanya perbuatan sebagaimana yang didakwakan.
“Persidangan ini seperti magnet. Masyarakat ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dari keterangan saksi, belum terlihat adanya perbuatan seperti yang dituduhkan,” ujarnya.
Meski demikian, Musliadi menegaskan pihaknya tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak akan melakukan intervensi terhadap persidangan.
“Kami tidak mengintervensi pengadilan. Kami percaya hakim akan memutuskan perkara ini secara adil. Kami tetap menjunjung tinggi proses hukum,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat dan media untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menyikapi perkara tersebut. “Kami mengimbau agar semua pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” ujarnya.
Musliadi berharap proses hukum yang berjalan dapat memberikan keadilan bagi semua pihak, termasuk bagi Abdul Wahid. “Semoga ke depan Pak Wahid dapat melalui proses ini dengan baik dan memperoleh keadilan,” tutupnya.*

Berita Lainnya
Pemegang Kartu 'Sakti' Bakal Dapat BLT, Ini Komentar Warga
Rokok Ilegal diduga Bebas berlayar di Wilayah Inhu dan Diduga Satu toko patut duga Penyuplai
Soal Isu Perjinahan Tak Putus Damai 50Jt Akhirnya SM dilaporkan
Masih Dicari, Penambang Emas di Kuansing Hilang Tertimbun Longsor
Warga Mesuji Kecewa Dengan Pelayanan RS Mutiara Bunda Kabupaten Tulang Bawang
Proyek 2024 Tunda Bayar! Pengusaha di Riau Jual Truk dan Ekskavator untuk Bertahan
Warga Dumai Riau Heboh, Temukan Mayat Pemuda Tanpa Busana di Rumah Kontrakan
Swab Antigen di Komplek Pasar Garuda Barabai, Satu Orang Dinyatakan Positif
Saya Bersumpah! TA: Gubri Abdul Wahid Bantah Tuduhan Pemerasan oleh KPK
Pastikan Data Penting Aman, Tokopedia Jawab Isu 15 Juta Akun Diretas
Breaking News, Video Kantor DPRD Inhu Kebakaran
Bocah 3 Tahun di Pekanbaru Main Mancis hingga Kebakaran, Sembunyi di Lemari Namun Tewas