FYP TikTok dan K-Pop Makin Menggila, Ini Peringatan Puteri Indonesia Riau untuk Anak Muda
BUALBUAL.com - Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi membuat generasi muda semakin mudah mengakses berbagai budaya dari seluruh dunia. Hanya dalam hitungan detik, anak muda dapat menikmati tren fesyen dari Korea Selatan, musik dari Amerika Serikat, hingga berbagai gaya hidup yang viral di media sosial.
Di tengah derasnya pengaruh budaya global tersebut, muncul pertanyaan penting tentang bagaimana generasi muda tetap menjaga identitas dan kecintaan terhadap budaya daerahnya.
Puteri Indonesia Riau 2026, Prima Yohana, menilai fenomena ketertarikan anak muda terhadap budaya asing, baik budaya Barat maupun Korean Wave, merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Namun, menurutnya, keterbukaan terhadap budaya luar harus tetap diimbangi dengan pemahaman dan kecintaan terhadap budaya sendiri.
"Untuk mencintai budaya lokal harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Kita harus tahu dan sadar di mana kita lahir dan dibesarkan," ujar Prima Yohana saat berbincang di Pekanbaru, Kamis (2/7/2026) malam.
Menurutnya, mengenal budaya daerah merupakan langkah awal untuk menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap tanah kelahiran. Dari kesadaran tersebut akan lahir komitmen untuk ikut menjaga dan memajukan daerah.
Cinta Daerah Dimulai dari Hal Sederhana
Prima menegaskan bahwa mencintai budaya dan memajukan daerah tidak selalu harus diwujudkan melalui program besar atau kegiatan yang rumit. Langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari juga memiliki peran penting.
"Kita harus tahu di mana kita menghirup udara dan bagaimana cara kita berterima kasih kepada lingkungan sekitar. Mencintai budaya bisa dimulai dari langkah-langkah kecil seperti itu," katanya.
Bentuk nyata kecintaan terhadap daerah, lanjut Prima, dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kebersihan, menghormati sesama, serta menerapkan nilai-nilai kesopanan yang menjadi bagian dari budaya Melayu.
Ia mengingatkan bahwa meskipun generasi muda saat ini banyak mengikuti tren global, rasa syukur dan kecintaan terhadap tanah kelahiran tidak boleh luntur.
"Walaupun saat ini kita menyukai hal-hal yang berbau Barat atau tren Korea, kita tidak boleh lupa bersyukur terhadap tanah kelahiran kita. Tuhan telah memberikan banyak kebaikan sejak kita lahir hingga tumbuh besar di tanah ini, sehingga sudah seharusnya kita membalasnya dengan ikut memajukan Riau," tuturnya.
Media Sosial Jadi Sarana Promosi Budaya
Di era digital, Prima melihat media sosial bukan sebagai ancaman bagi budaya lokal, melainkan sebagai peluang besar untuk memperkenalkan kekayaan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurutnya, setiap anak muda memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi duta budaya melalui platform digital yang dimiliki.
"Anak-anak muda jangan ragu untuk bergerak mempromosikan tanah kelahirannya. Mengunggah konten tentang ciri khas daerah saja sudah menjadi bentuk kebanggaan terhadap daerah tersebut," ujarnya.
Ia mencontohkan, unggahan mengenai kuliner khas Riau, destinasi wisata, situs bersejarah, hingga produk budaya seperti tenun songket dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan daerah kepada khalayak luas.
Menjaga Identitas Tanpa Menolak Perubahan
Prima menegaskan bahwa menjaga identitas budaya bukan berarti menolak modernisasi atau menutup diri dari perkembangan dunia. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan antara mengikuti perkembangan zaman dan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang dimiliki.
Ia optimistis budaya Riau akan terus berkembang jika generasi mudanya memiliki rasa bangga terhadap daerah dan mampu memanfaatkan ruang digital untuk mempromosikannya.
"Kita sebagai generasi muda adalah wajah masa depan Riau yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga sekaligus mempromosikan nilai-nilai adat, budaya, dan kekayaan wisata yang kita miliki," ungkapnya.
Bagi Prima, masa depan Riau tidak ditentukan oleh kuatnya pengaruh budaya global, melainkan oleh sejauh mana generasi mudanya mampu mempertahankan identitas serta terus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada dunia.

Berita Lainnya
Konfercab III GP Ansor Tubaba, Sutikno Terpilih Sebagai Ketua
Rahmat Pantun dan Lembaga Tepak Sirih Sudah 4 Tahun Bergerak di Bidang Seni
Berwisata di Cagar Biosfer Dunia, Hutan Suaka Margasatwa Kerumutan Pelalawan-Riau
Festival Menongkah Desa Bekawan, Ketua BDPN Zainal Arifin Hussein Mari Kita Kampanyekan Pemulihan Ozon
LAMR Taja Kajian Tunjuk Ajar Melayu dalam Perspektif Al Quran dan Hadis Bersama Tafaqquh
Menginjak Usia ke-19, Ini Harapan Ketua IWP Tanjungpinang
Menjadi Ajang Silaturahmi Mahasiswa Subang, Formassi Gelar Kongres ke 3
Pergelaran WBTb, Sebuah Upaya Melestarikan Warisan Budaya di Kepri
Pemda dan DPRD Inhil Didorong Hidupkan Kembali Sebutan Pak Wali Lewat Perda
Rudri Musdianto Saputro Mendaftar Sebagai Calon Ketum PB HMI
Berkunjung ke Rumah Seniman Riau, KDI Bertambuh Sambal Belacan
Ketum LMPP Resmikan Kantor Mada LMPP Lampung Sekaligus Bagikan 10.000 Masker